Aku menamainya Studio Dongeng. Studio dongeng ini buka di malam hari, sesuai dengan pendongengnya yang bisa berdongeng di malam hari sebelum waktu istirahat. Awalnya sebelum kunamai dengan Studio Dongeng, aku selalu mendengar catatan suara yang terkirim melalui aplikasi obrolan. Dia mengirimkan beberapa pesan suara karena lebih praktis dan lebih cepat dibandingkan dengan mengetik kalimat per kalimat ceritanya. Yap, dia selalu excited menceritakan segala sesuatu, mulai dengan aktifitasnya dalam sehari, pengalaman baik buruk atau pengalaman lucunya hingga bercerita tentang masa depannya.
Suatu hari aku memberanikan diri untuk request, bagaimana kalau ngobrolnya atau ceritanya langsung saja melalui sambungan telepon ? Awalnya cuman coba saja, ternyata dia pun menyambut baik. Dia juga merasa sepertinya lebih asik kalau bercerita langsung. Dia bisa mendengar langsung responku atau meminta feed back tentang cerita-cerita yang disampaikan.
Akhirnya hampir setiap hari dia bercerita, kadang aku juga sedikit bercerita kepadanya walaupun ceritaku tidak sebanyak dia. Jadilah waktu telfonan itu kunamai Studio Dongeng. Studio dongeng ini seperti moodbooster setelah seharian beraktifitas. Makanya, setiap malam tiba kadang aku bertanya padanya, kapan studio dongeng terbuka? Dia juga tidak pernah menolak untuk membuka studio dongengnya, karena menurutnya studio dongengnya tersebut hanya dimiliki satu pelanggan spesial yaitu aku. Jadi kapan saja aku ingin mendengar dongeng darinya, dia siap membuka studionya. Beruntungnya aku bisa jadi pelanggal spesialnya :)
Tapi belakangan sepertinya pendongengnya banyak kesibukan. Selain kesibukan yang begitu padat, dia juga sepertinya membutuhkan waktu istirahat yang banyak sehingga kadang kala durasi cerita dan bukanya Studio Dongeng lebih sedikit. Kadang studionya lupa ditutup kadang juga aku sebagai pendengar ditinggal ke dunia lain, hahaha.
Sebagai penggemar setianya, aku pun merindukan masa-masa sebelumnya. Tapi, karena aku sangat menyukai studio dongengku itu, aku tidak akan menuntut banyak cerita, menuntut untuk durasi buka studio seperti sebelumnya. Aku juga harus memperhatikan situasi pendongeng yang notabene adalah pendongeng idolaku, kesayanganku.
Sekarang, biarlah studio dongengku terbuka apa adanya. Mau durasinya lama, sebentar, tidak jadi masalah. Studio dongengku tetaplah menjadi kesayanganku apapun kondisinya :)