Waktu menunjukkan pukul 07:45 pagi, biasanya jam segini Alif selalu datang untuk absen. Terkadang anak-anak masih berkumpul mendengar briefing, biasa juga sudah bubar untuk beranjak ke kelasnya masing-masing. Tapi hari ini ada yang kurang, Alif tidak melihat siswa kesayangannya. Biasanya setelah briefing, Alin siswa kesayangannya pasti datang ke Alif untuk tegur sapa dan salim.
Ternyata hari ini berbeda dari biasanya. Alin tidak masuk sekolah kali ini. Sejak kemarin memang Alin sudah merasa tidak enak badan. Dia bercerita ke Alif kalau dua hari ini badannya terasa hangat, kepalanya kadang sakit ditambah adiknya di rumah sedang terpapar cacar. Alin khawatir kalau keadaannya dua hari belakangan adalah indikasi kalau cacar dari adiknya akan pindah ke dirinya.
Benar saja, hari ini Alin tidak masuk karena sudah terindikasi akan terkena cacar. Badannya sudah mengeluarkan bintik-bintik kecil. Alif sempat menelpon Alin sebelum ke sekolah. Menanyakan kabarnya hari ini dan benar saja Alin tidak bisa masuk ke sekolah.
Pertama kalinya bagi Alin mungkin tidak bisa hadir ke sekolah karena sakit dan untuk pertama kalinya juga Alif tidak melihat Alin di hari sekolah. Tanpa Alin, Alif merasa tidak seperti hari-hari sebelumnya yang dimana selalu melihat Alin. Bagi Alif, bertemu, melihat Alin dari kejauhan saja sudah cukup membuat harinya bersemangat. Alif merindukan kehadiran Alin. Alin untuk beberapa hari kedepan akan istirahat full di rumah yang berarti Alif untuk sementara tidak bisa bertemu langsung dan melihat senyuman Alin.