Wednesday, November 8, 2023

Ada yang Kurang

    Waktu menunjukkan pukul 07:45 pagi, biasanya jam segini Alif selalu datang untuk absen. Terkadang anak-anak masih berkumpul mendengar briefing, biasa juga sudah bubar untuk beranjak ke kelasnya masing-masing. Tapi hari ini ada yang kurang, Alif tidak melihat siswa kesayangannya. Biasanya setelah briefing, Alin siswa kesayangannya pasti datang ke Alif untuk tegur sapa dan salim. 

    Ternyata hari ini berbeda dari biasanya. Alin tidak masuk sekolah kali ini. Sejak kemarin memang Alin sudah merasa tidak enak badan. Dia bercerita ke Alif kalau dua hari ini badannya terasa hangat, kepalanya kadang sakit ditambah adiknya di rumah sedang terpapar cacar. Alin khawatir kalau keadaannya dua hari belakangan adalah indikasi kalau cacar dari adiknya akan pindah ke dirinya.

    Benar saja, hari ini Alin tidak masuk karena sudah terindikasi akan terkena cacar. Badannya sudah mengeluarkan bintik-bintik kecil. Alif sempat menelpon Alin sebelum ke sekolah. Menanyakan kabarnya hari ini dan benar saja Alin tidak bisa masuk ke sekolah.

    Pertama kalinya bagi Alin mungkin tidak bisa hadir ke sekolah karena sakit dan untuk pertama kalinya juga Alif tidak melihat Alin di hari sekolah. Tanpa Alin, Alif merasa tidak seperti hari-hari sebelumnya yang dimana selalu melihat Alin. Bagi Alif, bertemu, melihat Alin dari kejauhan saja sudah cukup membuat harinya bersemangat. Alif merindukan kehadiran Alin. Alin untuk beberapa hari kedepan akan istirahat full di rumah yang berarti Alif untuk sementara tidak bisa bertemu langsung dan melihat senyuman Alin.

    Alif pun berharap Alin segera pulih, sehat dan bisa kembali ke sekolah lagi sehingga Alif bisa melihat si moodboosternya itu.

Get Well Soon Alin :)

Continue reading Ada yang Kurang

Tuesday, October 31, 2023

Studio Dongeng

    Aku menamainya Studio Dongeng. Studio dongeng ini buka di malam hari, sesuai dengan pendongengnya yang bisa berdongeng di malam hari sebelum waktu istirahat. Awalnya sebelum kunamai dengan Studio Dongeng, aku selalu mendengar catatan suara yang terkirim melalui aplikasi obrolan. Dia mengirimkan beberapa pesan suara karena lebih praktis dan lebih cepat dibandingkan dengan mengetik kalimat per  kalimat ceritanya. Yap, dia selalu excited menceritakan segala sesuatu, mulai dengan aktifitasnya dalam sehari, pengalaman baik buruk atau pengalaman lucunya hingga bercerita tentang masa depannya.

    Suatu hari aku memberanikan diri untuk request, bagaimana kalau ngobrolnya atau ceritanya langsung saja melalui sambungan telepon ? Awalnya cuman coba saja, ternyata dia pun menyambut baik. Dia juga merasa sepertinya lebih asik kalau bercerita langsung. Dia bisa mendengar langsung responku atau meminta feed back tentang cerita-cerita yang disampaikan.

    Akhirnya hampir setiap hari dia bercerita, kadang aku juga sedikit bercerita kepadanya walaupun ceritaku tidak sebanyak dia. Jadilah waktu telfonan itu kunamai Studio Dongeng. Studio dongeng ini seperti moodbooster setelah seharian beraktifitas. Makanya, setiap malam tiba kadang aku bertanya padanya, kapan studio dongeng terbuka? Dia juga tidak pernah menolak untuk membuka studio dongengnya, karena menurutnya studio dongengnya tersebut hanya dimiliki satu pelanggan spesial yaitu aku. Jadi kapan saja aku ingin mendengar dongeng darinya, dia siap membuka studionya. Beruntungnya aku bisa jadi pelanggal spesialnya :)

    Tapi belakangan sepertinya pendongengnya banyak kesibukan. Selain kesibukan yang begitu padat, dia juga sepertinya membutuhkan waktu istirahat yang banyak sehingga kadang kala durasi cerita dan bukanya Studio Dongeng lebih sedikit. Kadang studionya lupa ditutup kadang juga aku sebagai pendengar ditinggal ke dunia lain, hahaha.

    Sebagai penggemar setianya, aku pun merindukan masa-masa sebelumnya. Tapi, karena  aku sangat menyukai studio dongengku itu, aku tidak akan menuntut banyak cerita, menuntut untuk durasi buka studio seperti sebelumnya. Aku juga harus memperhatikan situasi pendongeng yang notabene adalah pendongeng idolaku, kesayanganku.

    Sekarang, biarlah studio dongengku terbuka apa adanya. Mau durasinya lama, sebentar, tidak jadi masalah. Studio dongengku tetaplah menjadi kesayanganku apapun kondisinya :) 



Continue reading Studio Dongeng

Saturday, August 12, 2023

War Is (Not) Over

Kutantang diriku untuk konsisten belajar menulis. Beberapa postingan sebelum dari tahun ke tahun pasti tentang keinginanku untuk bisa konsisten menulis di blog ini. Hasilnya ? Masih nihil. Tetap tidak ada perubahan. Entah itu karena rasa malas yang melanda atau tak ada motivasi untuk menulis.

Beberapa item pendukung untuk membuatku produktif dan konsisten untuk menulis aku adakan. Membeli course menulis, membeli buku tentang tips dan trik menulis dan lainnya. Sampai akhirnya kutemukan metode supaya bisa istiqomah dalam menulis

Menantang diri menulis selama 30 hari tanpa henti. Sebuah metode yang pernah aku ikuti tahun lalu. Metode ini dibilang cukup membuat aku untuk "memaksa" menulis. Tergabung dalam grup dimana kami dibagi pertim dan satu timnya ditunjuk satu orang untuk menjadi pencari yang hilang.

Aku lalu memakai tantangan itu kembali tapi, untuk edisi kali ini aku mengajak siswa ajaib yang ku ajar untuk mengikuti tantangan ini. Anaknya memang suka dengan dunia tulis-mebulis. Berbekal beberapa kali mengoobrol sampai melihat status-status yang dia buat membuat aku kepincut. Aku pun melihat ada potensi besar yang ada pada dirinya, sayang sekali potensi itu di tidak diasah

Melalui obrolan pesan WhatsApp aku mengajaknya untuk melakukan challange ini. Karena dia menyukai aktifitas literasi, dia pun langsung mengiyakan. Bahkan dia sangat antusias di tantangan ini. Dia juga berharap dengan challange ini kemampuannya dalam menulis juga bisa terasah. 

Sekarang, di penghujung tantangan menulis 30 hari ini pun telah berakhir. Masih tidak percaya rasanya bisa sampai di titik ini walaupun diantara kami berdua aku yang paling banyak kena punnishmen. Ucapan terima kasih kepadanya yang setia menemani sampai akhir tantangan ini. Berharap ke depan aku dan dia bisa melewati kegiatan-kegiatann seru lainnya bersama.

30 Hari Menulis Random 

Continue reading War Is (Not) Over

Wednesday, August 9, 2023

Ms Senja

Ms Senja, Begitu Rian memberikannya julukan. Ms. Senja adalah seorang gadis yang sangat suka dengan langit dan teman-temannya. Sosial medianya mendominasi dengan postingan - postingan keindahan langit dan teman-temannya. Rian lebih tua daripada Ms. Senja. Ms. Senja dia sematkan kepada seorang gadis yang memang dia kagumi karena melihat beberapa hari sejak berteman di sosial media sering melihat update langit senja. Bahkan di kontak HPnya dia menamakan dengan nama "Gadis Senja" di belakang nama panggilan gadis tersebut.

Kurang lebih sudah setahun Rian telah mengenal Ms. Senja. First Impression Rian ke si Ms Senja seorang yang pintar, berwawasan yang luas. Makin lama kenal, Rian makin mengagumi si Ms. Senja ini. Pembawaan yang tenang, sopan bersikap, tutur kata yang sempurna. Ms Senja juga sangat pandai dalam bermain game. Beberapa game online di Handphone Ms Senja bisa disebut pro player karena kelihaiannya.

Belakangan Rian mulai dekat dengan Ms. Senja. Komunikasi mereka terjalin sangat baik dann bahkan semakin intens. Ms Senja membuat hari-hari Rian lebih bermakna. Rian juga lebih produktif mengarungi hari-harinya. Ms Senja adalah moodboosternya. Rian seperti mendapat suntikan semangat lebih jika telah berkomunikasi atau bertemu dengan Ms Senja. Salah satu karakter yang sangat disukai oleh Rian dari Ms Senja adalah "care"nya terhadap sesuatu. 

Rian dan Ms Senja sama-sama memiliki selera musik yang sama, meskipun perbedaan usia keduanya agak jauh berbeda. Ms Senja menyukai lagu-lagu yang populer di jaman Rian, bahkan menyukai lagu-lagu classic rock tahun 80-90an. Hal itu pula yang membuat Rian semakin kagum.

Rian tipe orang yang jarang bercerita. Selama bertahun-tahun Rian berperan sebagai pendengar yang baik pada orang-orang yang bercerita kepadanya. Tetapi beda cerita setelah bertemu dengan Ms Senja ini. Rian menemukan tempat cerita yang pas. Rian merasa nyaman bercerita ke Ms Senja. Rian seperti menemukan sesuatu yang lama dia cari.

Saat ini hubungan Rian dan Ms Senja semakin dekat. Mereka saling melengkapi satu sama lain. Rian berharap bisa terus bersama dengan moodboosternya tersebut. Tinggal bagaimana takdir membawanya.

Continue reading Ms Senja

Tuesday, August 8, 2023

Alif dan Asmaranya (1)

Umur Alif sekarang sudah menginjak kepala tiga, dimana teman-teman sebayanya sudah berkeluarga.  Untuk urusan asmara, Alif memang tidak seperti teman-temannya. Sejak SMA, saat teman-temannya gencar-gencarnya mencari pasangan, Alif tetap biasa saja. Bukannya dia tidak tertarik dengan gadis atau tidak tertarik menjalin hubungan dengan gadis, Alif hanya merasa ribet jika harus berpacaran. Alif melihat teman-temannya yang berpacaran kadang lupa waktu, kadang melakukan hal yang tidak masuk akal untuk pacarnya dan masih banyak hal lain yang membuat Alif tidak mau berpacaran.

Saat kelas 3 SMA sempat ada yang mendekati Alif, adik kelasnya. Adik kelasnya itu mulai mendekati Alif saat pembelajaran produktif, kebetulan Alif anak SMK. Mereka berdua semakin hari semakin akrab. Alif sempat menaruh hati kepada adik kelasnya tersebut tetapi Alif tidak ingin berpacaran sedangkan Adik kelasnya ini ingin kepastian. Dia ingin Alif menyatakan perasaannya kepadanya. 

Hubungan keduanya semakin intens. sering bertemu di sekolah dan sering terlihat bersama. Teman-teman adik kelasnya pun sudah mengklaim bahwa Alif sudah berpacaran dengan teman kelasnya tersebut. Tapi Alif tetap dengan pendiriannya, tidak ingin pacaran. Kalau pun hubungan ini berlanjut biarlah menjadi hubungan tanpa status. Tapi karena adik kelasnya ini ingin kepastian, akhirnya perlahan dia menjauh. Pelan-pelan komunikasi yang sebelumnya intens menjadi lebih renggang sampai akhirnya kembali ke keadaan semula. Si Adik kelas dekat dengan orang lain dan Alif tetap dengan keadaannya

Masuk kuliah, Alif tetap menikmati kesendiriannya. Awal-awal perkuliahan Alif sempat suka dengan teman satu kelasnya, tapi dia kembali berfikir, lebih baik dia berteman saja supaya hubungannya tetap baik sampai selesai kuliah nanti. Alif sempat mengutarakan cinta kepada seorang temannya dari fakultas lain yang dia kenal dari temannya. Hubungan mereka baik sampai akhirnya Alif mengutarakan perasaannya, tapi jawaban dari perempuan itu mengambang, katanya dia tidak menerima Alif tapi tidak juga menolak Alif. Alif pun berkesimpulan kalau itu adalah penolakan secara halus. Setelah itu hubungan mereka masih berlanjut sebagai teman seperti awal mereka kenal.


bersambung....



Day

Continue reading Alif dan Asmaranya (1)