Kutantang diriku untuk konsisten belajar menulis. Beberapa postingan sebelum dari tahun ke tahun pasti tentang keinginanku untuk bisa konsisten menulis di blog ini. Hasilnya ? Masih nihil. Tetap tidak ada perubahan. Entah itu karena rasa malas yang melanda atau tak ada motivasi untuk menulis.
Beberapa item pendukung untuk membuatku produktif dan konsisten untuk menulis aku adakan. Membeli course menulis, membeli buku tentang tips dan trik menulis dan lainnya. Sampai akhirnya kutemukan metode supaya bisa istiqomah dalam menulis
Menantang diri menulis selama 30 hari tanpa henti. Sebuah metode yang pernah aku ikuti tahun lalu. Metode ini dibilang cukup membuat aku untuk "memaksa" menulis. Tergabung dalam grup dimana kami dibagi pertim dan satu timnya ditunjuk satu orang untuk menjadi pencari yang hilang.
Aku lalu memakai tantangan itu kembali tapi, untuk edisi kali ini aku mengajak siswa ajaib yang ku ajar untuk mengikuti tantangan ini. Anaknya memang suka dengan dunia tulis-mebulis. Berbekal beberapa kali mengoobrol sampai melihat status-status yang dia buat membuat aku kepincut. Aku pun melihat ada potensi besar yang ada pada dirinya, sayang sekali potensi itu di tidak diasah
Melalui obrolan pesan WhatsApp aku mengajaknya untuk melakukan challange ini. Karena dia menyukai aktifitas literasi, dia pun langsung mengiyakan. Bahkan dia sangat antusias di tantangan ini. Dia juga berharap dengan challange ini kemampuannya dalam menulis juga bisa terasah.
Sekarang, di penghujung tantangan menulis 30 hari ini pun telah berakhir. Masih tidak percaya rasanya bisa sampai di titik ini walaupun diantara kami berdua aku yang paling banyak kena punnishmen. Ucapan terima kasih kepadanya yang setia menemani sampai akhir tantangan ini. Berharap ke depan aku dan dia bisa melewati kegiatan-kegiatann seru lainnya bersama.
30 Hari Menulis Random
0 komentar:
Post a Comment