Jadi saat itu masih mahasiswa baru, semester awal. Beliau masuk untuk mengajar. sepertinya itu sudah pertemuan ke 3 atau ke 4 kami di kelas.
Awalnya kelas berjalan lancar, seperti biasa belaiu menjelaskan materinya dan kami menyimak. Sampai akhirnya sebuah insiden terjadi. Sepertinya beberapa teman sedang mengobrol dengan suara kecil dan tiba-tiba mereka tertawa. Walaupun suara tertawa mereka tidak besar tapi sepertinya Bu dosen mendengarnya.
Beliau yang saat itu sedang corat-coret papan tulis langsung duduk di kursinya dan diam beberapa saat. Kami pun juga diam tak bereaksi. Suasana kelas hening, kami masih bertanya-tanya apa yang terjadi.
Akhirnya beliau bicara, dan mengutarakan kalau dirinya tidak suka kalau sedang mengajar ada yaang bercerita apalagi tertawa. Kami pun kaget, memangnya ada yang tertawa tadi ?
Bu dosen pun merapikan laptopnya dan memasukkan ke dalam tas. Selanjutnya langsung keluar kelas. Ketua tingkat menyusulnya untuk konfirmasi karena waktunya masih tersisa banyak.
Sejak saat itu, Bu dosen pun tidak pernah mau mengajar langsung ke kelas kami. Kalau sudah jawdalnya, beliau hanya memberikan tugas dan dikumpulkan melalui ketua tingkat.
Bahkan, sampai kami lulus pun beliau tidak pernah mengajar lagi di kelas kami. Kelas kami seperti di blacklist selamanya. Sepertinya saat itu moodnya bukan hanya terganggu, tapi hancur berkeping-keping. Hehehe
0 komentar:
Post a Comment