Kalau melihat lauk yang satu ini saya langsung flash back ke masa-masa KKN waktu kuliah dulu. Perkedel jagung ini adalah menu andalan semua warga posko.
Posko kami itu isinya 19 orang. Gabungan dari 4 fakultas yang berbeda. Perempuan ada 10 orang dan sisanya laki-laki. Pertama tiba di posko kami langsung rapat menentukan tugas masing-masing individu Dan membahas program kerja, termasuk didalamnya jadwal piket harian.
Jadwalnya setiap hari ada perempuan Dan laki-laki, yang perempuan tugasnya memasak Dan yang laki-laki bertugas belanja ke pasar membersihkan, bareng sih kalau membersihkan.
Hari-hari di posko pun dilalui, jadwal piket dijalankan. Ternyata Dari sekian banyak perempuan do posko kami, hanya beberapa yang jago masak sisanya Yaa biasa aja. Bahkan, ada yang baru belajar masak. Jadi, kadang ada masakan yang agak asin atau ada masakan yang agak hambar. Biasalah namanya juga masih mahasiswa.
Dalam satu pekan itu ada lauk yang sering diulang. Bahkan bisa dibilang hampir tiap hari lauk ini muncul. Kalau si lauk ini tidak muncul di waktu makan siang pasti munculnya saat makan malam, begitu juga sebaliknya.
Lauk itu adalah perkedel jagung. Kombinasi tepung terigu Dan jagung yang biasa dikreasikan dengan daun bawang yang paling sering muncul. Alhamdulillah ternyata semua penduduk posko suka dengan lauk yang satu ini. Mungkin kareba setiap kelompok piket berbeda cara meracik dan menggoreng si perkedel ini.
Ada jenis perkedelnya yang agak tebal. Teksturnya itu seperti bakwan, perkedelnya agak gemuk. Ada juga yang perkedelnya tipis. Kalau yang ini lebih garing kriuk-kriuk. Kalau saya lebih suka yang tipis, lebih renyah hehehe.
Selesai KKN, kami kembali ke dunia masing-masing. Kadang bertemu beberapa kali. Biasanya kalau ada yang menenemukan perkedel jagung, pasti diunggah ke group WhatsApp.
Apa kabar yah mereka sekarang semuanya ? Jadi kanngen makan perkedel bersama di ruang tengah sambil bercanda. Semoga senantiasa diberi kesehatan.
#30DWC #Day21DWC #squad2
0 komentar:
Post a Comment