Tuesday, January 4, 2022

Menjadi Penggemar Liverpool

Pada postingan sebelumnya, saya menceritakan tentang Tim sepak bola andalan dari kecil sampai sekarang. Ternyata seiring bertambahnya usia saat itu, saya juga menyukai salah satu tim sepak bola yang bermain di Liga Premier Inggris. Tim itu adalah Liverpool. Liverpool adalah musuh bebuyutan dan Manchester United. 

Awal mula saya menyukai tim itu ketika Liga Champions Eropa 2004/2005. Untuk musim ini pasti saya menjagokan klub kesayangan Inter Milan untuk juara. Perjalanannya pun mulus sejak babak penyisihan dengan menjadi juara grup. 

Pada babak knock-out, Inter berhadapan dengan wakil Portugal, FC Porto dan berhasil memenangkan 2 leg untuk maju ke babak delapan besar. Pada babak delapan besar Inter harus bersua dengan musuh bebuyutannya di liga Italia yang juga satu kota AC Milan. Sayang sekali saat itu Inter harus terhenti dan menguburkan asa meraih juara Liga Champions tahun itu.

Sedih sekali rasanya kalah dari rival sekota dan harus gugur. Apalagi saya punya teman seorang penggemar AC Milan yang sejak kekalahan itu mengejek Inter Milan. Saat itu saya berharap AC Milan juga kandas di babak selanjutnya supaya bisa balik mengejek hehehe.

Tapi AC Milan ternyata melaju sampai babak Final. Pada babak Final mereka akan berhadapan dengan Liverpool yang sebenarnya tidak diunggulkan di turnamen kali ini. Saya pun berharap saat itu AC Milan kalah dan tidak juara dan mendukung penuh Liverpool. Bahkan saya berani taruhan tendang bokong kalau Liverpool kalah. Hahaha

Kamis dinihari, partai final pun digelar di kota Istanbul. AC Milan langsung mendominasi permainan dan unggul cepat.  Alhasil Liverpool harus ketinggalan 3 gol di babak pertama, duh. Saya pun tetap melanjutkan menonton babak kedua dengan sedikit pesimis Liverpool akan membalikkan keadaan. 

Pada babak kedua AC Milan mengendurkan serangan, mungkin ingin mengamankan skor 3-0nya. Sebaliknya Liverpool bermain menyerang dan hasilnya mereka mampu menyamakan kedudukan 3-3. Pertandingan pun  dilanjutkan di babak extra time 2x15 menit.

Babak tambahan kedua tim tidak mampu menambah gol dan harus dilanjutkan di babak adu penalti. Liverpool yang berhasil menang di drama adu penalti dengan skor 2-3. Kemenangan itu seperti menjadi balas dendam yang sempurna untuk kekalahan Inter Milan atas AC Milan. Sejak saat itu pun saya langsung menjadi penggemar berat Liverpool.

Liverpool Champions 2005 (image : gettyimages)


Tapi sayangnya pada Liga Champions tahun ini, Inter dan Livepool harus bertemu di babak 16 besar. Galau ngga tuh mau dukung yang mana karena dua-duanya adalah tim andalan. 

#30DWC
#Day14dwc
#squad2

0 komentar:

Post a Comment