Saturday, August 12, 2023

War Is (Not) Over

Kutantang diriku untuk konsisten belajar menulis. Beberapa postingan sebelum dari tahun ke tahun pasti tentang keinginanku untuk bisa konsisten menulis di blog ini. Hasilnya ? Masih nihil. Tetap tidak ada perubahan. Entah itu karena rasa malas yang melanda atau tak ada motivasi untuk menulis.

Beberapa item pendukung untuk membuatku produktif dan konsisten untuk menulis aku adakan. Membeli course menulis, membeli buku tentang tips dan trik menulis dan lainnya. Sampai akhirnya kutemukan metode supaya bisa istiqomah dalam menulis

Menantang diri menulis selama 30 hari tanpa henti. Sebuah metode yang pernah aku ikuti tahun lalu. Metode ini dibilang cukup membuat aku untuk "memaksa" menulis. Tergabung dalam grup dimana kami dibagi pertim dan satu timnya ditunjuk satu orang untuk menjadi pencari yang hilang.

Aku lalu memakai tantangan itu kembali tapi, untuk edisi kali ini aku mengajak siswa ajaib yang ku ajar untuk mengikuti tantangan ini. Anaknya memang suka dengan dunia tulis-mebulis. Berbekal beberapa kali mengoobrol sampai melihat status-status yang dia buat membuat aku kepincut. Aku pun melihat ada potensi besar yang ada pada dirinya, sayang sekali potensi itu di tidak diasah

Melalui obrolan pesan WhatsApp aku mengajaknya untuk melakukan challange ini. Karena dia menyukai aktifitas literasi, dia pun langsung mengiyakan. Bahkan dia sangat antusias di tantangan ini. Dia juga berharap dengan challange ini kemampuannya dalam menulis juga bisa terasah. 

Sekarang, di penghujung tantangan menulis 30 hari ini pun telah berakhir. Masih tidak percaya rasanya bisa sampai di titik ini walaupun diantara kami berdua aku yang paling banyak kena punnishmen. Ucapan terima kasih kepadanya yang setia menemani sampai akhir tantangan ini. Berharap ke depan aku dan dia bisa melewati kegiatan-kegiatann seru lainnya bersama.

30 Hari Menulis Random 

Continue reading War Is (Not) Over

Wednesday, August 9, 2023

Ms Senja

Ms Senja, Begitu Rian memberikannya julukan. Ms. Senja adalah seorang gadis yang sangat suka dengan langit dan teman-temannya. Sosial medianya mendominasi dengan postingan - postingan keindahan langit dan teman-temannya. Rian lebih tua daripada Ms. Senja. Ms. Senja dia sematkan kepada seorang gadis yang memang dia kagumi karena melihat beberapa hari sejak berteman di sosial media sering melihat update langit senja. Bahkan di kontak HPnya dia menamakan dengan nama "Gadis Senja" di belakang nama panggilan gadis tersebut.

Kurang lebih sudah setahun Rian telah mengenal Ms. Senja. First Impression Rian ke si Ms Senja seorang yang pintar, berwawasan yang luas. Makin lama kenal, Rian makin mengagumi si Ms. Senja ini. Pembawaan yang tenang, sopan bersikap, tutur kata yang sempurna. Ms Senja juga sangat pandai dalam bermain game. Beberapa game online di Handphone Ms Senja bisa disebut pro player karena kelihaiannya.

Belakangan Rian mulai dekat dengan Ms. Senja. Komunikasi mereka terjalin sangat baik dann bahkan semakin intens. Ms Senja membuat hari-hari Rian lebih bermakna. Rian juga lebih produktif mengarungi hari-harinya. Ms Senja adalah moodboosternya. Rian seperti mendapat suntikan semangat lebih jika telah berkomunikasi atau bertemu dengan Ms Senja. Salah satu karakter yang sangat disukai oleh Rian dari Ms Senja adalah "care"nya terhadap sesuatu. 

Rian dan Ms Senja sama-sama memiliki selera musik yang sama, meskipun perbedaan usia keduanya agak jauh berbeda. Ms Senja menyukai lagu-lagu yang populer di jaman Rian, bahkan menyukai lagu-lagu classic rock tahun 80-90an. Hal itu pula yang membuat Rian semakin kagum.

Rian tipe orang yang jarang bercerita. Selama bertahun-tahun Rian berperan sebagai pendengar yang baik pada orang-orang yang bercerita kepadanya. Tetapi beda cerita setelah bertemu dengan Ms Senja ini. Rian menemukan tempat cerita yang pas. Rian merasa nyaman bercerita ke Ms Senja. Rian seperti menemukan sesuatu yang lama dia cari.

Saat ini hubungan Rian dan Ms Senja semakin dekat. Mereka saling melengkapi satu sama lain. Rian berharap bisa terus bersama dengan moodboosternya tersebut. Tinggal bagaimana takdir membawanya.

Continue reading Ms Senja

Tuesday, August 8, 2023

Alif dan Asmaranya (1)

Umur Alif sekarang sudah menginjak kepala tiga, dimana teman-teman sebayanya sudah berkeluarga.  Untuk urusan asmara, Alif memang tidak seperti teman-temannya. Sejak SMA, saat teman-temannya gencar-gencarnya mencari pasangan, Alif tetap biasa saja. Bukannya dia tidak tertarik dengan gadis atau tidak tertarik menjalin hubungan dengan gadis, Alif hanya merasa ribet jika harus berpacaran. Alif melihat teman-temannya yang berpacaran kadang lupa waktu, kadang melakukan hal yang tidak masuk akal untuk pacarnya dan masih banyak hal lain yang membuat Alif tidak mau berpacaran.

Saat kelas 3 SMA sempat ada yang mendekati Alif, adik kelasnya. Adik kelasnya itu mulai mendekati Alif saat pembelajaran produktif, kebetulan Alif anak SMK. Mereka berdua semakin hari semakin akrab. Alif sempat menaruh hati kepada adik kelasnya tersebut tetapi Alif tidak ingin berpacaran sedangkan Adik kelasnya ini ingin kepastian. Dia ingin Alif menyatakan perasaannya kepadanya. 

Hubungan keduanya semakin intens. sering bertemu di sekolah dan sering terlihat bersama. Teman-teman adik kelasnya pun sudah mengklaim bahwa Alif sudah berpacaran dengan teman kelasnya tersebut. Tapi Alif tetap dengan pendiriannya, tidak ingin pacaran. Kalau pun hubungan ini berlanjut biarlah menjadi hubungan tanpa status. Tapi karena adik kelasnya ini ingin kepastian, akhirnya perlahan dia menjauh. Pelan-pelan komunikasi yang sebelumnya intens menjadi lebih renggang sampai akhirnya kembali ke keadaan semula. Si Adik kelas dekat dengan orang lain dan Alif tetap dengan keadaannya

Masuk kuliah, Alif tetap menikmati kesendiriannya. Awal-awal perkuliahan Alif sempat suka dengan teman satu kelasnya, tapi dia kembali berfikir, lebih baik dia berteman saja supaya hubungannya tetap baik sampai selesai kuliah nanti. Alif sempat mengutarakan cinta kepada seorang temannya dari fakultas lain yang dia kenal dari temannya. Hubungan mereka baik sampai akhirnya Alif mengutarakan perasaannya, tapi jawaban dari perempuan itu mengambang, katanya dia tidak menerima Alif tapi tidak juga menolak Alif. Alif pun berkesimpulan kalau itu adalah penolakan secara halus. Setelah itu hubungan mereka masih berlanjut sebagai teman seperti awal mereka kenal.


bersambung....



Day

Continue reading Alif dan Asmaranya (1)

Alif Bertemu dengan Penasarannya

 Tahun ajaran baru pun dimulai. Alif kebagian empat kelas tahun ini dimana sebelumnya hanya dua kelas. Empat kelas terdiri dari empat jurusan berbeda. Jurusan Akuntansi, Administrasi perkantoran, Busana dan multimedia. Alif pun memulai petualangan barunya di tahun ajaran baru tersebut.

Alif mencari gadis yang dia temui saat beberapa acara penyambutan siswa baru sebelumnya. Ternyata anak itu berada di jurusan Akuntansi. Sayangnya di pertemuan petama, Alif tidak bisa masuk, Dia digantikan oleh temannya untuk mengisi kekosongan. ALif harus melakukan presentasi kepada orang-orang Dinas Pendidikan yang telah hadir dalam kegiatan bersama kepala dan waki kepala sekolah.

Waktunya pun tiba. Alif di pertemuan kedua sudah bisa masuk mengisi jam pelajaran di kelas Akuntansi, kelas anak itu. Awal masuk di kelas itu Alif sdikit terkejut, karena diantara empat kelas yang dia ajar, kelas akuntansi inilah yang paling unik. Diantaranya model-model karakter siswanya, keaktifannya dalam kelas, dan candaan-candaan lucu mereka.

Ternyata siswa yang membuatnya penasaran adalah ketua kelas. Siswa itu langsung mengirim pesan via WhatsApp  ke Alif memperkenalkan diri, Alif meresponnya dengan mengirim emoticon jempol kuning. Hari berlalu, Level penasaran Alif yang dari awal penasaran berubah menjadi kagum kepada anak ini. Bagaimana tidak, selama pembelajarannya, anak itu bisa dibilang sangat superior di kelasnya. Tugas-tugas yang diberikan oleh Alif sangat cepat di kerjakan. Begitu pula dengan sesi bertanya jawab maupun diskusi kelompok. Terlihat siswa ini sangat dominan diantara teman-temannya.

Selain dari pembelajaran, siswa ini juga sangat baik dalam berperilaku. Tutur katanya yang baik dan sikapnya yang sopan kepada guru-guru lainnya menambah rasa kagum Alif terhadap anak ini.


Continue reading Alif Bertemu dengan Penasarannya

Monday, August 7, 2023

Enaknya Tansu

Setiap berkunjung ke suatu daerah, salah satu hal yang tidak boleh untuk dilewatkan adalah kulineran. Mencoba makanan-makanan dan minuman yang ada salah agenda wajib yang harus ditunaikan. Sebelum pergi ke kampung Inggris, terlebih dahulu aku riset beberapa informasi tentang Kampung Inggris itu sendiri. Mulai dari tempat tinggal, akomodasi, transportasi dan tentu saja makanan yang ada di sana.

Ketika mencari informasi-informasi tersebut, ada satu informasi tentang kuliner yang menarik perhatianku. Namanya ketan susu. Yap, ketan susu ini sangat digemari oleh orang-orang yang sedang berada di Kampung Inggris. Sebenarnya di daerah jawa ketan susu ini sudah banyak di jual. Tapi, untuk orang-orang di luar pulau Jawa yang kebetulan berada di Kampung Inggris, Ketan susu ini menjadi salah satu menu favorit. 

Salah satu hal yang dirindukan oleh orang-orang yang sebelumnya berkunjung di Kampung Inggris karena jajanan satu ini, si ketan susu. Berangkat dari informasi tersebut akhirnya aku penasaran. Tiba di kampung Inggris, aku pun mencari info tentang keberadaan jajanan satu ini. Teman camp memberi tahu kalau makan Tansu (singkatan dari Ketan Susu) itu enaknya pagi hari sambil ngopi atau sore sambil menunggu matahari terbenam. 

Besoknya selepas pulang kursus di waktu siang sebelum sore, aku dan beberapa teman mampir di kedai yang menjual tansu itu. Tempatnya tidak jauh dari camp yang ditempuh dengan menggunakan sepeda masing-masing. Kedainya sejuk, terletak di pinggiran sawah. Setelah mengambil tempat kami langsung memesan. Perhatianku langsung tertuju ke menu Ketan Susu itu. Ternyata ada banyak variant toping. Untuk pertama aku memesan ketan susu original dan es jeruk.

Berselang lima menit, pesanan kami datang. Tansu yang kupesan pun juga telah tiba. Aku mengamati tansu tersebut. Kalau di Makassar, Ketan itu dimakan dengan serundeng yang asin, ditambah dengan sambel atau telur atau ikan asin. Nah disini disajikan berbeda, ketannya diberi kelapa parut biasa diatasnya dan diberi toping susu kental manis. Agak aneh first impression dengan si tansu ini. Kok bisa ketan dibuat seperti ini ? Belum lagi dengan toping-toping lainnya ? Ada yang pakai toping cokelat, kerju, selai, kacang dan lain-lain. Kuambil satu sendok, dan jlebb. Wah ternyata enak. Perpaduan ketan yang gurih dan manisnya kental manis dan kelapa parut membuat rasanya menurutku pas. Aku pun langsung penasaran dengan toping-toping lainnya.

Continue reading Enaknya Tansu

Saturday, August 5, 2023

Listening adalah Kunci

Metode listening adalah metode yang paling bagus dalam belajar bahasa. Bahasa apapun itu karena dengan listening melatih pendengaran kita supaya familiar dengan bahasa-bahasa yang asing. Aku sendiri adalah orang Bugis. Bahasa sehari-hari di rumah 98 persen memaki bahasa bugis. Otomatis aku tahu bahasa bugis, walaupun aku belum mampu berbicara langsung memakai bahasa bugis, tapi jika ada yang mengobrol menggunakan bahasa bugis aku tahu artinya, karena sudah terbiasa mendengarkan percakapan orang-orang di rumah menggunakan bahasa bugis.

Begitu pun Bahasa Inggris. Flashback ketika kursus bahasa Inggirs di Kampung Inggris, Pare-Kediri. Tentor di tempat aku belajar memberikan sebuah wejangan yang sampai hari ini aku ingat. Beliau masih muda, aku taksir umurnya sekitar  35 tahunan waktu itu. Dia bisa berbicara dengan menggunakan beberapa Aksen seperti American Accent, British Accent, Scottish Accent, Irish Accent, Aussie Accent dan lainnya. Kemampuannya itu dia dapatkan dari listening. Ya, karena dengan banyak mendengarkan percakapan-percakapan Bahasa Inggris beliau mampu seperi itu.

Kata beliau biasakan telingamu mendengarkan percakapan-percakapan Bahasa Inggris. Entah itu melalui sebuah lagu, film, reality show yang berhasa Inggris. Yakin dan percapa metode itu lebih ampuh kau pelajari daripada harus menghafalkan 10, 20, 50, 100, 1000 vocab setiap hari, mempelajari tenses-tenses yang memusingkan, atau latihan tounge twister untuk pronounciation. 

Kunci dari belajar sebuah bahasa adalah mendengarkan, itu intinya. Dia lalu menganalogikan lagi jika kamu sebulan saja tinggal di rumah mbak-mba pedagang disana yang kesehariannya full berbahasa Jawa, percayalah kamu akan tahu banyak tentang Bahasa Jawa itu sendiri tanpa menghafalkan vocabnya, tanpa mempelajari tensesnya. 

Sontak kami semua mengangguk. Benar juga yah, selama ini metode belajar bahasa Inggrisku salah. Itulah mengapa sangat sedikit orang yang paham tentang bahasa Inggris padahal mereka belajar dari SD sampai SMA ! Kenapa ? itu karena pembelajaran kita di sekolah terlalu berfokus dengan metode-metode kuno tersebut. Terlalu sering mempelajari structure Bahasa Inggris dalam hal ini Grammar, padahal orang bule saja bingung dengan semua tenses tersebut.Kesimpulannya adalah untuk mempelajari Bahasa Asing, biasakan dulu telinga kita dengan bahasa yang kita ingin pelajari dulu. Kenalkan dulu bagimana bunyi-bunyi kalimatnya. 

Beliau meninggal dunia tahun 2021 karena sakit. Sebagai orang yang pernah belajar dengannya sangat berterima kasih atas ilmu luar biasa yang telah dia ajarkan. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah Azza Wajalla.

Continue reading Listening adalah Kunci

Friday, August 4, 2023

Sebuah Penasaran Alif

Satu semester berarkhir. Alif mengarungi semester pertamanya dengan baik dan lancar, bahkan dia sangat menyayangkan mata pelajaran yang dia ajarkan ternyata tidak diajarkan lagi di tingkat berikutnya. Artinya Alif hanya akan mengajar siswa baru tahun pertama.

Masa pendaftaran sekolah pun tiba. Sekolah dengan gencar melakukan promosi-promosi, baik promosi luring maupun promosi daring. Kekuatan terbesar promosi sekolah tahun ini datang pada promosi daringnya, kebetulan Alif diberi kepercayaan untuk mengurus segala media sosial untuk dimanfaatkan sebagai alat promosi utama.

Alif mempunyai pengalaman di bidang itu. Tempat kerja sebelumnya, dia juga mengerjakan segala bentuk promosi daring promosi sekolah. Benar saja, target pencapaian siswa baru saat itu memenuhi target, dengan kerja sama yang apik pihak sekolah dibantu oleh siswa pengurus intra sekolah.

Setelah masa penerimaan siswa baru berakhir, diadakanlah pertemuan orang tua siswa baru dengan sekolah dan dilanjutkan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. Alif yang saat itu diamanahkan sebagai penganggung jawab dokumentasi dan publikasi kegiatan. Jadi, setiap kegiatan Alif mengetahui detail-detailnya. Termasuk mengetahui terlebih dahulu beberapa nama-nama siswa.

Ada satu siswa yang menarik perhatiannya saat itu. Alif tertarik dengan nama anak itu, namanya terdengar seperti nama orang-orang Nasrani tetapi anak itu memakai pakaian muslim. Ditutup dengan masker puith, wajahnya berparas oriental dan berkacamata bulat, cocok sekali dengan bentuk wajahnya. Alif pun mengarahkan kameranya untuk membidik dan mengambil gambar anak itu untuk pertama kalinya. Kebetulan anak itu mewakili teman-temannya di jurusan yang dia ambil.

Saat Masa Pengenalan Lingkungan SIswa masih berlangsung, Alif masih bertugas untuk mengabadikan kegiatan tersebut. Lagi-lagi Alif merasa Exicted dengan para siswa baru ini, termasuk siswa yang sebelumnya dia abadikan pertama kalinya. Selama kegiatan berlangsung beberapa kali anak itu tampil untuk berbicara, bertanya dan kebetulan duduk paling depan. Dalam benaknya, Alif sangat penasaran bagaimana anak ini saat pembelajaran nanti ?

Continue reading Sebuah Penasaran Alif

Perjalanan Ke Kampung Inggris

Perjalanan kurang lebih satu setengah jam dari Makassar menuju ke Bandara Juanda Surabaya. TIba di sana kira-kira pukul 17.30. Aku lupa ternyata di Surabaya itu termasuk Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB). Pantas saja, jam segitu masjid-masjid sudah mengumandangkan shalawat yang sebentar lagi akan menunaikan shalat magrib.

Agak lain sebenarnya karena kalau di Makassar sendiri, pukul setenah enam sore itu masih terang benderang, Masjid baru mengumandangkan shalawat biasanya 5 menit sebelum pukul 6 sedangkan disini, setengah enam sudah hampir adzan. Berarti dua bulan kedepan aku harus beradaptasi dengan kondisi ini.

Selanjutnya saat perjalanan menuju desa Tulungrejo, kecamatan Pare dimana kampung Inggris itu berada. Sebelum berangkat ke Kediri, aku sudah booking travel untuk perjalanan menuju ke Kampung inggris. Travelnya sudah stand by menunggu di Bandara. Setelah mengambil koper dan barang, langsung ku hubungi. Ternyata travelnya juga membawa beberapa orang dengan tujuan yang sama, ke Kampung Inggris. Mobilnya mini bus dan sepertinya aku dan teman aku adalah penumpang terakhirnya. Karena merokok, teman aku duduk di samping supir dan aku memilih duduk di kursi paling belakang.

Perjalanan menuju kampung Inggris memakan waktu sekitar 3 jam. Sekali singgah untuk makan malam, kebetulan waktu sudah menunjukkan waktu makan malam di tengah perjalanan. Dalam perjalanan aku berbincang dengan penumpang lainnya. Ada dua orang perempuan yang satu seat denganku. Mereka sama dengan ku, ini pertama kalinya  ke Kampung Inggris. Mereka masih kuliah semester akhir, ke kampung Inggris sambil menunggu waktu wisudanya. Selama kurang lebih tiga jam akhirnya kamai pun sampai di desa Tulung Rejo tempat Kampung Inggris Itu berada.


bersambung


Continue reading Perjalanan Ke Kampung Inggris

Thursday, August 3, 2023

Wali Kelas

Sejak menjadi seorang guru tahun 2014, belum sekali pun aku menjabat sebagai wai kelas. Tahun 204 dulu, aku hanya guru mata pelajaran produktif di salah satu sekolah swasta dimana aku hanya datang di sekolah ketika ketika punya jam pelajaran. Tiga tahun berselang, aku diterima di sekolah yang baru. Saat itu diamanahkan sebagai shadow teacher meranngkap sebagai partner wali kelas.


Aku baru mendapatkan istilah seperti itu, karena selama sekolah belum pernah mendapatkan istilah partner wali kelas atau wakil wali kelas, apalagi partner wali kelas. Aku diamanhkan untuk mengajari di kelas 5 SD. Sebagai shadow aku bertanggung jawab kepada salah satu siswa yang spesial. Dia harus didampingi dalam pembelajaran. Tugas selanjutnya adalah sebagai partner wali kelas. Saya ditugaskan langsung oleh wali kelasnya sendiri. 


Tidak terlalu banyak tugas wakil wali kelas ini. Memang kebetulan yang banyak tugasnya adalah wali kelas. Aku hanya mendukung wali kelas dalam pelaksanaan tugas-tugasnya. Jika wali kelas tidak ada, disitu aku baru menggantikan perannya dan melaporkan segala perkembangan dan aktifitas siswa. Sekitar satu semester lebih amanah itu aku emban, selanjutnya aku ditugaskan di bagian media dan publikasi sekolah selama kurang lebih empat tahun


Setelah sekitar empat tahun lebih berkarir di sana, aku pun memutuskan untuk hengkang. Aku pun menemukan sekolah yang baru lagi. Kali ini aku di amanahkan untuk mengajar, aktifitas yang empat tahun belakangan tidak ku kerjakan. Selama satu semester berjalan baik, Masuk di semester berikutnya aku pun diamanahkan memegang kelas. Amanahnya menjadi Wakil Wali kelas dan disiapkan untuk menjadi wali kelas sementara karena Wali kelas sebenarnya akan cuti untuk melahirkan.


Saat inilah aku merasakan bagaimana menjadi seorang wali kelas sebenarnya karena sebelumnya aku hanya menjadi pendamping dari wali kelasnya. Tugas dari wali kelas ini lumanyan kompleks, Mulai dari mendampingi dan mengawasi kegiatan siswa baik itu dari sisi akademik dan non akademiknya, memantau kehadiran, menjalin komunikasi dengan orang tua/wali murid, monoitoring perkembangan siswa, membina karakter dan etika, dan menangani masalah-masalah yang terjadi di kelas.


Selama partner wali kelasku cuti, aku mengambil peran itu sampai dia masuk kembali. Pada tahun ajaran baru ini, ternyata diberikan amanah menjadi wali kelas. Yak, kali ini bukan lagi menjadi sebagai wakil atau partner yang mendampingi wali kelas.

Sebuah pengalaman baru. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan baik.

Continue reading Wali Kelas

Tuesday, August 1, 2023

Menuju Kampung Inggris

 Aku ingat saat masih semeseter dua kuliah, teman-teman ingin sekali untuk belajar Bahasa Inggris ke Kampung Inggris, Kediri Jawa Timur. Kebetulan ada salah satu teman kelas kami yang sudah kesana sebanyak dua kali dan menceritakan pengalamannya belajar Bahasa Inggris di sana. Nah, dari cerita-cerita tersebut beberapa teman tertarik untuk mencoba pengalaman belajar Bahasa Inggris di sana.

Wacana untuk berangat bersama-sama pun muncul. Rencananya liburan akhir semester setelah final test bisa dijadikan waktu yang tepat untuk berangkat ke sana, jadi bisa menabung dulu, karena uang yang dipakai ke sana mungkin lumayan besar karena akomodasi dan transportasi jadi harus ada waktu untuk menabung.

Akan tetapi, wacana itu pun hanya bertahan sampai kami selesai kuliah, hahaha. Sampai akhirnya salah satu dari kami pun berangkat kesana setelah wisuda. Dia kesana karena mengikuti kakaknya yang lebih dulu berangkat satu bulan sebelumnya. Kurang lebih dua bulan dia kampung Inggris. Pulangnya, dia menceritakan pengalaman belajarnya. Dia juga memberi insight-insight bahwa belajar bahasa Inggris itu ada metodenya yang bagus yang sebenarnya kita tidak usah datang ke sana untuk belajar. Belajar di rumah pun bisa.

Saat itu posisi ku sudah bekerja tapi sudah berencana resign di bulan berikutnya. Nah, mumpung nanti kalau resign belum ada kegiatan, sepertinya pergi ke kampung Inggris bisa jadi opsi. Kebetulan satu teman aku juga tertarik pergi ke sana. Janjianlah kami, setelah satu atau dua pekan setelah aku resign kita berangkat ke Kampung Inggris.

Alhamdulillah, semua rencana berjalan dengan lancar. Sampai tiga hari sebelum berangkat semua persiapan sudah siap. Aku pun janjian bertemu di Bandara dengan temanku. Agak takut karena kami berdua baru pertama kali bepergian jauh ditambah dengan naik pesawat dan mengurus semuanya sendiri.

Continue reading Menuju Kampung Inggris