Thursday, September 22, 2022

Jangan Remehkan Sesuatu yang Kecil

Jam istirahat tiba, waktunya makan siang. Biasanya saya membuka smartphone. Sekedar mencari hiburan saat penat menghampiri karena daritadi sedang banyak pekerjaan. 


Sekitar lima belas menit berlalu, saya masih asyik dengan handphonenya sampai dia menemukan sebuah konten iklan yang berasal dari Thailand. Videonya berdurasi hampir tiga menit. Pada video itu diceritakan seorang pemuda yang sering berbuat baik kepada banyak orang, termasuk kepada hewan dan tumbuhan di sekitarnya.


Sebutlah namanya Edi. Pemuda ini setiap harinya melewati jalan yang sama saat hendak pergi berangkat kerja. Pada adegan pertama dia menemui air jatuh yang berasal dari sebuah gedung atau apalah sehingga airnya langsung turun mengenai jalanan. Sekita air jatuh tersebut, ada sebuah tanaman lengkap dengan pot tetapi tanaman tersebut sepertinya akan mati karena kekeringan dan kurang perhatian Akhirnya pemuda ini memindahkan tanaman tersebut pas di air jatuh dari gedung. Setelah itu dia melanjutkan perjalanannya


Pada adegan kedua, dia terlihat membantu seorang nenek paruh baya yang tengah berjualan dengan gerobaknya, tapi nenek itu menemui masalah ketika hendak naik ke trotoar. Nenek itu tidak kuasa mendorong naik gerobaknya ke atas terotoar karena faktor tenaga yang sudah tidak kuat lagi.


Akhirnya pemuda itu muncul dan tanpa pikir panjang langsung menghampiri nenek itu unuk membantu mendorong gerobak tersebut. Terlihat raut wajah nenek pedagang itu tersenyum lebar ke Edi karena telah membantunya. Itu juga berlangsung terus menerus.


Adegan selanjutnya yaitu Edi sedang makan siang di sebuah warung. Makaknnya seperti ayam goreng yang sangat lezat. Belum makan dia dihampiri oleh seekor anjing liar yang sedang kelaparan. Anjing itu bersimpuh di depan Edi seperti mengisyaratkan ingin meminta makanan kepada Edi yang henda makan. Edi yang kasihan melihat anjing itu lantas memberikan semua potongan ayamnya kepada anjing tersebut  dan dengan lahap memakannya. Sang pemilik warung pun geleng-geleng kepala melihat kelakuan Edi.


Pada adegan selanjutnya, dalam perjalanan pulang ke rumah edi bertemu dengan pengemis di jalan. Terdiri dari dua pengemis yaitu ibu dan anak. Didepan mereka terdapat tulisan "for education" dalam bahasa Thailand yang kurang lebih mengartikan bahwa ingin mengumpulkan uang untuk sekolah. Terlihat mata pengemis anak kecil itu seperti lirih menatap Edi. Edi pun iba, ia mengambil semua yang ada di dompetnya dan memberikan ke pengemis cilik itu. Orang dari toko seberang geleng-geleng kepala.


Kelima adegan tersebut diulang terus menerus, yang artinya Edi dikesehariannya selalu dihadapkan dengan lima kejadian ini dan lima-limanya selalu dilakukan Edi hanya karena ia ingin memberikan kebaikan kepada orang lain walaupun itu sangan keci.


Sebuah adegan memperlihatkan beberapa hasil dari kebaikannya tersebut. Tumbuhan dalam pot yang semula kering dan mau mati kini tumbuh dan mengeluarkan dedaunan. Nenek pedagang yang selalu dibantu Edi pun setiap hari menunggu Edi saat ingin mendorong gerobaknya ke trotoar. Kadang Edi menemani Nenek itu jualan dan Edi melihat nenek itu biasanya memberikan dagangannya ke orang lain yang membutuhkan. Edi pun sangat senang sekaligus bangga melihat itu. Anjing yang sering datang saat Edi makan pun sudah sangat akrab dengan Edi. Bahkan, anjing itu mengikuti Edi untuk pulang dan Edi pun menerimanya.


Adegan sangat mengharukan pun tiba. Edi yang biasanya melintas melewati pengemis Ibu dan anak melihat hanya tinggal ibunya. Tempat anaknya kosong. Edi awalnya sedih, raut wajahnya seperti menyesal. Edi pikir anak pnegemis yang biasa Edi berikan uang sudah tidak adalagi. Ternyata anak tersebut datang dari arah berlawanan. Anak itu memanggil ibunya dan sontak Edi berbalik. Betapa kagetnya dia melihat anak pengemis itu sekarang sudah memakai seragam sekolah yang artinya, Edi ingin menangis, ternyata sebuah kebaikan kecil yang dialakukan dapat membahagiakan seseorang. Salah satunya pengemis cilik itu yang mungkin sebelumnya hanya bermimpi untuk sekolah tapi karena biaya bocah pengemis itu pun terpaksa harus mengemis. 


Pesan terakhir video itu jangan remehkan sebuah tindakan kebaikan sekecil apapun itu karena kita tidak tahu walaupun tindakan yang kita lakukan terlihata receh, ternyata itu sangan berarti besar untuk orang lain. Janganlah berhenti menebar kebaikan sekecil apapun itu kepada sesama makhluk ciptaan Tuhan. Sungguh video iklan yang sangat menyentuh.


Continue reading Jangan Remehkan Sesuatu yang Kecil

Sunday, September 18, 2022

Salah Jurusan !

Pengumuman 


Pengumuman hasil tes masuk perguruan tinggi negeri pun telah terbit. Kevin menerima pesan singkat melalui SMS di telepon genggamnya. Dia pun bergegas untuk pergi ke warung internet seberang rumahnya. Kebetulan pengumumannya via daring. tinggal memasukkan nomor tes yang di kolom yang telah disiapkan.


Kevin sedikit percaya diri dengan hasil ujian tesnya kemarin dan memprediksi kalau dirinya bakal lolos di perguruan tinggi tersebut. Kevin telah sampai, ia memasuki bilik nomor 4 sebelah kanannya. Mengetikkan user login yang diberikan oleh operator di layar billing lumba-lumba.


Google Chrome aplikasi yang pertama dibuka. Bukan mengunjungi situs pengumuman terlebih dahulu, Kevin malah membuka sosial medianya. Dia ingin mencari tau tentang kabar-kabari dari teman-temannya yang telah mengikuti tes kemarin.


Beberapa status kelulusan pun berseliweran di beranda sosial medianya. Kevin pun  memberikan selamat kepada teman-temannya di sekolah. Mulai teman SD hingga SMK. Tidak lupa juga kevin memberikan semanget kepada teman-temannya yang pada ujian kali ini tidak lolos ujian.


Kini saatnya membuka situs pengumuman. Walau sedikit percaya diri, Kevin juga merasa sedikit cemas. Tiba-tiba dia berpikir bagaimana yah kalau seumpama aku ternyata tidak lulus ? Kampus mana yang akan saya tuju kalau benar saya tidak lulus. 


Website pun terbuka. Terdapat kotan persegi panjang untuk memasukkan nomor tes untuk mengecek hasil ujian. Tiba-tibasaya Kevin gugup saat ingin menekan tombol enter. Setelah mengambil jeda, Kevin pun menekan tombol enter. Matanya ditutup memakai tangan kirinya dan membuka matanya perlahan.


Tulisan yang pertama dilihat adalam "Selamat Kamu Lulus". Sedikit lega, gugupnya berkurang.

Tangan kirinya diturunkan, sehingga melihat semua tulisan yang ada di layar. Disnilah kejutan itu bermula. Kevin kaget ternyata dia lulus bukan di Jurusan yang dia inginkan melainkan lulus di pilihan keduanya yaitu Teknik Informatika Komputer.


Kevin syok. Bagaimana tidak, dia lulus di jurusan yang sama sekali dia tidak mengerti. Kevin memasukkan pilihan jurusan tersebut cuman karena iseng dan ikut-ikutan dengan teman-temannya. Kevin memang pandai di bidang otomotifnya. Sedangkan di mata pelajaran komputer di sekolahnya, dia berada di kelompok yang lamban alias gaptek. Saat pelajaran komputer saja saya lemot, apalagi harus belajar komputer secara mendalam, bisa-bisa saya bakalan Drop Out dini di kampus pikirnya.


Kevin pun keluar dari warnet dengan perasaan campur aduk. Di kamarnya, dia overthinking selama dua hari berturut-turu. Kevin memberikan kepada kawanya bahwa dia lulus tapi bukan di otomotif. Teman-temannya serasa mendapatkan kejutan besar dengan informasi ini.


bersambung...


Continue reading Salah Jurusan !

Saturday, September 17, 2022

Wake Me Up, When September Ends

 Setiap akhir bulan Agustus biasanya sudah muncul meme-meme yang memuat tulisan “Wake Me Up When September Ends”. Sebuah judul lagu dari grup band asal Amerika Serikat Green Day. Lagu ini sangat populer di era tahun 2000an awal.

Lagu ini ditulis oleh sang vokalis Billie Joe Armstrong. Dia menuliskan lagi ini untuk mengenang Ayahnya yang meninggal akibat penyakit kanker yang dideritanya pada 1 September 1982. Saat pemakaman, Billie menangis dan ia berlari pulang mengunci diri di kamarnya. Ketika ibunya tiba di rumah dan mengetuk pintu kamar Billie, Billie hanya berkata, “Wake me up when September ends”. Kalimat itulah yang menjadi judul lagunya, dikutip dari Song Fact.

Tidak sedikit orang-orang memposting judul lagu tersebut saat bulan September datang. Ada yang tujuannya hanya untuk meramaikan trafik sosmed, ada juga yang memang mempunyai kenangan atau peristiwa yang telah terjadi saat bulan September tahun-tahun yang lalu.

Akupun merasakan hal tersebut. Saat bulan Agustus ada beberapa planning besar yang disusun. Bahkan jauh sebelum Agustus pun rencana itu sudah saya gagas. Akan tetapi belum sempat memasuki bulan September, planning tersebut sudah saya pastikan gagal atau bisa dibilang tidak akan saya realisasikan karena ditampar oleh sebuah kenyataan yang diluar ekspektasi. Sedih, kecewa, menyesal, nyesek dan semua kawan-kawannya berkumpul jadi satu. Padahal ingin sekali rasanya planning tersebut saya eksekusi tapi tidak bisa.

September pun masuk. Sebelumnya berharap September tahun ini bisa seperti lagu September Cerianya Vina Panduwinata tapi sepertinya lebih condong ke Wake me up when September endsnya Greend Day. Yah, ingin rasanya cepat-cepat melangkah ke Bulan selanjutnya atau kalau bisa tidak usah deh saya ada di September.

September berjalan, ada juga beberapa momen yang membuat kuat bertahan di September ini. Momen yang bisa membuat bangkit, semangat kembali. Namun disela-sela itu, momen nyesek tak terduga juga muncul. Bahkan disela-sela momen yang harusnya saya Bahagia terselip momen nyesek itu.

Baru-baru ini pun, mucul lagi sesuatu yang membuat aku ingin menyanyi lagi Wake Me Up When September Ends sekencang-kencangnya. Sedih, kecewa bercampur aduk. Sampai menulis tulisan ini pun masih dalam keadaan nyesek tak terhingga, hehehe.

Itulah hidup. Allah Maha baik. Allah mengirimkan rentetan peristiwa-peristiwa ini untuk aku belajar. Mungkin saya luput untuk melibatkan Allah dalam segala rencana yang saya buat. Mungkin banyaknya dosa yang telah saya perbuat mengakibatkan segala rencana yang telah disusun batal dan peristiwa-peristiwa mengecewakan muncul.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (Q.S Al-Baqarah 216)

Allah sebaik-baik sebaik-baik perencana. Maka yakinilah bahwa apa pun itu, selalu ada hikmah di balik rencana-Nya. Semoga Allah senantia menguatkan hamba-hambanya.

 

Makassar, 17 Sept 2022

Continue reading Wake Me Up, When September Ends

Friday, September 16, 2022

Gadis Virtual (2)

 

Jalur Pribadi

 

Malam pun tiba. Waktu menunjukkan pukul 20.14. Sam memprediksi kalau perempuan yang ditemuinya siang tadi berada satu jam lebih lambat dari waktu di daerahnya. Dia pun inisiatif untuk menghubunginya.

“Assalamu Alaikum.. Halo” Sam membuka percakapan

Tak lama setelah itu, notif Handponenya berdering

“Walaikumsalam. Iya ? “ Jawab si gadis.

“Aku yang tadi siang chatting dengan kamu di aplikasi. Masih ingat ?”

“Oh iya, haii. Ingat kok.”

“Salam kenal lagi…”

“Iya.. salam kenal Kembali”

 

Sam membuka pertanyaan dengan menanyakan umur gadis tersebut, si gadis merespon dengan menjawab via pesan suara dengan mengatakan, “Hayooo.. coba tebak ?”

Mendengar pesan suara itu sepertinya usia gadis itu sekitar 20an awal atau baru saja lulus kuliah. Suaranya childiest seperti anak SMA tapi artikulasinya bagus sekali, taksir Sam

Tapi gadis itu tidak memberikan jawaban pasti. Hanya memberikan klu usianya 20 plus plus plus, tutur gadis itu via pesan suara.

 

Sam mengalah, tapi dia mengatakan suatu saat pasti akan ketahuan usia kamu berapa dan pasti kamu akan mengatakannya kepadaku, jawab Sam dengan mengirimkan pesan suara juga.

Mereka berdua pun saling mengobrol melalui pesan teks. Keasyikan ngobrol hingga lupa waktu. Ternyata obrolan mereka telah berlangsung selama dua jam lebih melalui pesan teks. Si gadis tersebut juga masih merahasiakan lokasi tempat tinggalnya tapi Sam sudah memberi tahu. Sam merasa nyaman ngobrol dengan gadis ini. Respon sangat baik dan juga gadis ini sangat ramah walaupun mereka baru kenal dan hanya melalui sebuah aplikasi.


Sam langsung menutup percakapan karena merasa tidak enak mengganggu aktifitas gadis itu. Obrolan pun berakhir setengah jam sebelum tengah malam. Sam mematikan laptopnya dan rebahan di tempat tidurnya sambal melihat-lihat Riwayat obrolannya dengan gadis itu. Sebuah kesan pertama yang sangat berkesan bagi Sam.


bersambung...

Continue reading Gadis Virtual (2)

Wednesday, September 14, 2022

Gadis Virtual (1)

Pertemuan Pertama



Pandemi sudah memasuki tahun ke-2. Vaksin digencarkan oleh Pemerintah untuk meredam penyebaran virus. Beberapa instansi dan institusi Pendidikan masih membuat kebijakan Work From Home. Sam, seorang freelancer Graphic Designer di sebuah kota industri dan perdagangan juga masih merasakan pekerjaan dari rumah. Aktivitasnya sehari-hari menyelesaikan pekerjaan proyek-proyek dari para clientnya.  Selain sebagai Graphic Designer, Sam juga mengasah kemampuannya di bidang digital marketing. Maklum, semenjak pandemi virus Corona melanda dunia behavior orang-orang lebih banyak menghabiskan waktu di dunia maya. Sam melihat peluang itu dan ingin mempelajarinya lebih dalam

 

Setiap pagi Sam selalu mengawali paginya dengan berolahraga kecil di halaman rumahnya. Kadang angkat beban, push up dan pull up, sesekali jogging keluar bolak-balik di jalanan depan rumahnya. Work From Home membuatnya lebih produktif karena sejatinya Sam orang yang tidak terlalu suka dengan keramaian. Sam lebih suka menyendiri dengan melakukan banyak kegiatan di depan laptopnya.

 

Pukul delapan pagi Sam sudah stand by di depan laptop. Sebelah kanan laptopnya sudah disiapkan secangkir kopi hitam dengan sebotol air putih kira-kira 600 ml. Biasanya Sam mengawali paginya dengan memutar lagu-lagu ngebeat yang popular di tahun 2000an untuk membakar semangatnya.

 

Hari itu cukup terik. Suhu di kamar Sam agak sedikit panas. Kipas angin yang biasanya disetel di angka 2 harus dinaikkan ke 3 supaya lebih adem. Tiga proyek dari klien sudah dikerjakan oleh Sam, masih ada satu lagi. Sam memilih jeda sejenak untuk sekedar mencari hiburan di platform-platform media online. Sam biasanya suka membuka twitter, membaca thread-thread yang orang lain repost di timeline.

Setengah jam berlalu, Sam keasyikan dengan dunia twitternya. Saat ingin beranjak tiba-tiba di scrollan terakhirnya melihat sebuah thread yang ramai diperbincangkan. Thread itu mengenai sebuah aplikasi chatting random. Melihat reply-reply orang, akhirnya Sam tertarik untuk mendownload dan mencoba aplikasi tersebut.

 

Sam pun mengunduh dan menginstall aplikasi tersebut. Dia seperti nostalgia ke jama SMPnya dulu. Saat itu dia sering ke warnet untuk memainkan sebuah aplikasi chatting random untuk sekedar bertegur sapa atau ngobrol dengan orang lain yang terhubung dengan internet. Sam pun sangat antusias dengan mainan barunya. Setiap orang yang ditemukan dia sapa. Menanyakan umur dan kota asal. Seringkali dia bertemu dengan anak-anak SMP dan SMA. Tapi Sam tetap saja mengajak ngobrol mereka.

 

Sampai pada satu momen dimana dia bertemu dengan seseorang.

“Hai..” Sapa Sam duluan.

“Hai juga…” balas orang tersebut.

“Kamu cowok atau cewek ?”

“Aku perempuan.. Kalau kamu ?

“Aku cowok, salam kenal” tutur Sam

 

Mereka pun mengobrol, saling bercanda. Obrolan mereka nyambung satu sama lain, sampai Sam meminta kontak perempuan tersebut berharap komunikasinya tetap terjalin di hari-hari berikutnya. Perempuan itu pun dengan senang hati memberikan kontaknya. Sam sangat senang. Punya teman baru seorang perempuan yang bisa diajak ngobrol apa saja.

 

Setelah memberikan kontaknya, perempuan itu pun pamit karena ada kerjaan lain. Sam menanyakan apa nanti malam bisa ngobrol lagi ? Perempuan itu pun memberi sinyal positif yang berarti ya. Obrolan pun berakhir, perempuan itu meninggalkan obrolan di aplikasi. Sam pun berencana menghubungi perempuan itu lepas makan malam.

Continue reading Gadis Virtual (1)

Tuesday, September 13, 2022

Salah Jurusan !

 

Kevin, seorang anak yang pendiam namun periang. Saat ini sudah duduk di kelas 12 SMK. Kevin mengambil jurusan otomotif. Kegemarannya dengan dunia otomotif membuatnya ingin melanjutkan studi di jurusan yang sama. Kevin berharap agar ilmunya nanti saat di bangku kuliah makin bertambah dan membuat sebuah penemuan-penemuan yang akan dia buat untuk daerah tempat kelahirannya.

 

Kevin adalah anak pertama dari tiga orang bersaudara. Ayahnya seorang PNS pemkab sederhana dan Ibunya mengurus rumah tangga. Kedua adiknya masing-masing duduk di bangku SD dan SMP. Jika sampai di rumah, pasti ngoprek-ngoprek sepeda motornya ataupun motor bapaknya. Kevin juga punya komunitas motor di kampungnya yang mana komunitasnya ini sering touring di daerah-daerah sekitaran kampungnya.

 

Singkat cerita ujian nasional pun telah usai, pengumuman kelulusan juga telah terbit, tinggal semua anak-anak yang telah lulus untuk melanjutkan Pendidikannya di kampus-kampus impian mereka masing-masing. Beberapa ada yang mendaftar di pulau Jawa, ada juga yang di pulau Kalimantan. Tapi setengah dari teman kelas Kevin memilih untuk melanjutkan di Ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan yaitu Makassar, empat atau lima jam perjalanan dari kampung Kevin menuju Kota Makassar.

 

Kevin Bersama dengan Rahim, Alan, dan Virgil mereka memilih untuk tetap melanjutkan studi mereka di bidang yang sama saat  di sekolah. Kevin pun berusaha mempersiapkan diri untuk ujian seleksi kampus.

 

Tibalah saat pendaftaran. Kevin dan kawan-kawan mendaftar di jalur SNMPT, sebuah jalur ujian masuk Universitas yang serentak diadakan di seluruh Indonesa. Pada saat pengisian, ada isian yang mengharuskan calon peserta untuk memilih tiga jurusan yang berbeda. Kevin pun berdiskusi dengan Rahim, Alan dan VIrgi.

 

“Rahim, selain otomotif pilih jurusan apa kamu ? “ Tanya Kevin
“Aku memilih Teknik Mesin dan Elektronika, sama-sama Teknik semua” Balas Rahim
“ Kalau aku memilih jurusan geografi dan Bajasa, biasa pelajaran andalan waktu SMK “sahut Virgil

 

Kevin masih bingung menentukan pilihan sampai akhirnya ida memilih jurusan Informatika dan juga Biologi. Sebenarnya Kevin tidak terlalu exited dengan kedua jurusan tadi. Kevin hanya konstentrasi kepada pilihan pertamanya, yaitu Jurusan Otomotif


bersambung...

Continue reading Salah Jurusan !

Monday, September 12, 2022

Si Pemalu dalam Keramaian

Andy, seorang anak yang pendiam. Anak yang tidak percaya diri walau kecerdasannya bisa dibilang diatas rata-rata dari teman-temannya. Walau pendiam, Andi suka dengan keramaian. Dia suka ikut arus dengan teman-temannya. Apapun yang dikerjakan oleh teman-temannya dia selalu ikut. 

Saat duduk di bangku Sekolah Dasar, Andy sering juara kelas. Rangkingnya itu tidak pernah keluar dari ranking tiga besar. Andy hanya sekali mendapatkan ranking ke-3, dua kali mendapat ranking ke-2, sisanya semua dilahap ranking pertama.

Hanya satu musuh terbesar Andy yaitu rasa percaya diri. Dia sangat takut jika harus show off atau tampil di depan teman-temannya sendiri. Kalaupun tampil bersama teman-temannya, dia pasti memilih untuk di barisan belakan agar tertutup tidak dilihat orang lain. Andy juga lebih memilih untuk mengerjakan semua pekerjaannya sendiri. Jarang sekali dia meminta tolong kepada teman atau orang sekitar karena itu tadi, dia malu alias tidak percaya diri.

Masuk SMP, Andy mengurus semua pendaftarannya sendiri. Dia hanya diantar sekali oleh orang tuanya melihat sekolah yang ingin dia masuki. Karena Andy juga tidak mau merepotkan orang tuanya, dia pun pergi mengurus pendaftarannya sendiri.

Rasa takut dan tidak percaya diri masih dia bawa sampai ke gerbang tempat pendaftaran sekolah itu. Parahnya di sekolah tersebut banyak orang asing yang sama sekali tidak dia kenal. Mulai pukul 8 pagi Andy sudah di sekolah tersebut. Andy hanya keliling-keliling sekitara tempat pendaftaran hanya untuk melihat kertas-kertas pengumuan petunjuk pendaftaran, tidak mau memberanikan diri untuk bertanya kepada pendaftar lain atau kepada panitianya.

Sampai akhirnya, teman satu kelasnya waktu SD pun muncul dan menegur Andy.

"Hoe Andy, mendaftar disini juga kamu ?" Tanya Ali

"Eh Ali, ia nih. Inikan salah satu sekolah andalan di kota kita" Balas Andy

"Bagaimana, kamu sudah melengkapi berkas pendaftaran belum ?

"Belum nih, masih bingung. Untung ada kamu. Ayoklah sama-sama mendaftar biar aku ada yang temenin"

Mereka berdua pun bergegas antri untuk menyelesaikan pendaftaran. Semua berkas sudah masuk, jadwal ujian sudah keluar. Mereka pun pulang ke rumah masing-masing.

Sampai di rumah, Andy pun termenung di kamarnya. Dia memikirkan apakah bisa lulus di Sekolah Favorit itu ? Walaupun dia menyandang predikat ranking 1 umum di angkatannya waktu SD, tetap saja dia merasa tidak percaya diri dengan kemampuannya. Dia memikirkan pasti akan ada banyak orang-orang ranking-1 lainnya yang akan dia hadapi di ujian tes masuk nanti. Secara SD Andy hanya sekolah SD biasa yang tidak berpredikat unggulan. 

Ternyata selain rasa ketidakpercaya dirinya, Andy juga seorang anak yang memiliki rasa khawatir berlebih.


bersambung....

Continue reading Si Pemalu dalam Keramaian

Saturday, April 9, 2022

Safari Masjid Ramadhan 2022

Bismillah.

Rencananya, di Ramadhan tahun ini inginnya shalat tarawih di 30 masjid berbeda selama 1 bulan penuh Ramadhan, InsyaAllah.

Sebenarnya keinginan ini sudah lama terencana. Mungkin, saat itu masih kuliah keinginan untuk shalat tarawih di 30 masjid berbeda muncul bersama satu teman saya. Kami sudah sepakat waktu itu, bahkan sudah berjalan beberapa hari. Tapi ya dulu karena masih labil dan masih banyak godaan sehingga pas masuk di pekan kedua Ramadhan sudah mulai rontok keinginannya. 

Setiap masuk bulan Ramadhan berikutnya, saya selalu ingin mewujudkannya walaupun sendirian. Tibalah di tahun ini, tahun 2022 M atau 1443 H semangat mewujudkannya sangat besar. Hari ini sudah memasuki malam ke 8 Ramadhan dan Alhamdulillah sudah 7 masjid berbeda shalat tarawihnya.

Semoga tahun ini benar-benar terwujud. 

Kenapa melakukan ini ?
Kenapa tidak di sekitar rumah saja atau di salah satu masjid favorit saja ?
Kenapa harus berbeda setiap hari ?

Jawaban saya anya ingin merasakan suasana berbeda saja. Ingin merasakan bagaimana semarak ibadah shalat yang hanya dilakukan setiap tahun di bulan Ramadhan ini di berbagai tempat.


tarawih malam ke 6



Continue reading Safari Masjid Ramadhan 2022

Wednesday, January 19, 2022

Yok Bisa Yok !

 Selama ini sering terjebak dengan pikiran yang dipenuhi ide-ide, penuh dengan wacana-wacana, penuh dengan rencana-rencana tetapi, lebih banyak yang hanya menjadi angan-angan. Selalu berada di zona itu-itu saja, tidak banyak kemajuan. Padahal, semua yang ada di isi kepala mungkin, adalah sesuatu yang sangat waw untuk saya.

Saya ingat pernah di akhir tahun 2019, saya membuat sebuah resolusi tahun baru dengan menuliskan di story Instagram. Saya menuliskan kalau tahun depan dalam setiap bulan satu buku harus saya selsaikan membacanya. Tapi pandemi Covid-19 menyerang. Ternyata saya hanya disibukkan dengan aktifitas scrolling di media sosial. Sungguh tidak ada peningkatan.

Tahun 2021 kemarin pun saya juga menuliskan beberapa yearly goals di buku catatan baru yang ingin saya capai. Tapi semua goals itu ternyata tidak mampu saya wujudkan. Saya membeli buku itu untuk melakukan aktifitas journaling agar lebih produktif. Nyatanya, tidak semulus rencana. Buku catatan baru itu pun hanya terisi 20% atau bahkan lebih kecil lagi. Baru di akhir tahun 2021 saya menulis banyak di buku itu.

Tahun ini saya bertekad untuk menjadikan 2022 ini menjadi titik balik diri saya. Saya ingin bangkit dari keterpurukan, melawan rasa malas, melawan rasa zona nyaman yang sering saya alami, dan lebih produktif lagi. 

Alhamdulillah untuk langkah awal saya mengikuti 30 Days Write Challenge dari Mas Rezky Firmansyah dimana pada tantangan ini kita dituntut untuk menulis 30 hari non stop. Dan pada hari ini sudah masuk ke-29 tantangan dan masih mampu bertahan untuk tetap menulis. Semoga ini menjadi salah satu pemantik semangat untuk tetap produktif.  


#30DWC
#Day29DWC
#squad2La2ak

Continue reading Yok Bisa Yok !

Tuesday, January 18, 2022

Semoga Husnul Khotimah Om

Pagi tadi sekitar pukul 08:30 di tempat kerja, handphone berdering pertanda ada telepon yang masuk. Nada deringnya itu berasal dari panggilan telepon biasa, bukan panggilan WhatsApp. Ternyata dari sepupu satu kali Mama. Singkat sekali bicaranya. Beliau menanyakan posisi saya, dan bertanya kenapa tidak ada yang aktif nomor HP yang ada di rumah ? Saya pun menayakan kenapa om ? Ternyata beliau kasi kabar mengejutkan. Katanya salah satu paman, adik kandungnya Mama meninggal dunia di tempat merantaunya.

Panggilan diakhiri. Saya syok mendengar kabar tersebut. Rasa tidak percaya dengan berita barusan. Tangan langsung gemetaran, konsentrasi buyar, langsung memikirkan bagaimana reaksi Mama dengan Nenek kalau mendengar berita ini.

Saya langsung menghubungi adik mengabarkan kabar mengejutkan ini. Saya pun harus menyusun kata-kata terlebih dahulu untuk menyampaikannya. Pelan-pelan saya bicara, dan adik juga terdiam beberapa saat, dia juga tidak percaya dengan berita tersebut. Saya lalu minta tolong untuk beritahu Mama dan Nenek pelan-pelan. Lihat kondisi mereka, jangan sampai mereka langsung panik dan histeris mendengar kabar ini.

Pertama-tama adik menyampaikan beritanya ke Mama dan benar saja, Mama juga sangat tidak percaya akan berita kalau adiknya sudah meninggal dunia. Karena, sehari sebelumnya mereka masih sempat mengobrol lewat telepon dan masih bercanda gurau. Katanya Paman mau pulang dan berhenti bekerja dulu. Ternyata hari itu juga banyak orang yang dihubungi oleh Paman dan mengabarkan kalau beliau ingin pulang.

Tangis pun pecah setelah mengetahui kebenaran  berita tersebut. Nenek langsung histeris. Mereka beruda berteriak-teriak memanggil nama almarhum. Mereka sangat kehilangan. Paman yang dikenal sebagai orang yang serbabisa, ramah, mudah bergaul, humoris, rajin, kini telah tiada.

Menurut rekan kerjanya disana, om meninggal dalam keadaan tidur. Tidak tersiksa saat waktu terkahirnya. Semoga itu pertanda perginya dalam kondisi husnul khotimah. Semoga amal ibadah dan perbuatan-pebuatan baiknya menjadi pahala untuknya di akhirat.

#30DWC
#Day28
#Squad2La2ak


Continue reading Semoga Husnul Khotimah Om

Monday, January 17, 2022

Tetap Bersama

Sekitar dua bulan lalu saya memutuskan untuk berhenti di tempat kerja sebelumnya. Sebenarnya tahun kemarin itu masa kontrak sudah cukup dan selanjutnya adalah perpanjangan kontrak baru untuk menjadi pegawai tetap karena sudah melewati masa training, pengabdian, dan partisipasi (kalau tidak salah).

Sebenarnya saya sudah sangat suka dengan tempat kerja sebelumnya. Ada satu hal yang paling kuat untuk alasan bertahan yaitu kebersamaan antar karyawan. Tempat kerja kemarin itu kan sekolah mulai dari TK, SD, SMP, SMA sampai Boarding School, jadi ada beberapa titik lokasi tersebar dalam. Alhamdulillah semua tingkat dan lokasi bersahabat baik dengan semua penghuninya, karena posisi saya saat itu ada di induk dan pernah merasakan penempatan hampir setiap cabang.

Waktunya pun tiba. Masa dimana saya harus mengambil keputusan untuk melanjutkan atau mengakhiri kebersamaan. Surat sudah lengkap dan departemen HR telah menjadwalkan untuk bertemu. Kami pun mengatur jadwal yang disepakati.

Pertemuan terjadi di ruangan salah satu kelas karena saat itu ada sebuah pelatihan. Saya pun berbicara dengan manager HR dengan status saya. Beliau menjelaskan tentang kontrak baru yang akan saya jalani. Negosiasi pun terjadi, pihak sekolah menawarkan sesuatu yang sepertinya saya berat untuk menjalaninya. Jika saya menolaknya, berarti perpanjangan tidak bisa dilakukan. Otomatis saya harus mengakhiri.

Berpikir sejenak, daripada saya nantinya mengecewakan pada amanah baru, dengan berat hati saya memilih untuk tidak perpanjang. Akhirnya keputusan saya adalah memilih untuk tidak mengambil tawaran tersebut. Berat sekali untuk memilih pilihan tersebut. Tapi, ini semua sudah jalan-Nya. Tinggal bagaiman cara menyikapinya.

Alhamdulillah sampai saat ini kebersamaan bersama karyawan-karyawan disana masih tetap terjaga. Hubungan kami juga Alhamulillah masih sangat baik. Terkadang masih balas-balas status di sosial media, bahkan meet up juga kadang. 

Alhamdulillah itu semua merupakan salah satu nikmat yang diberikan Allah dan patut disyukuri.

#30DWC
#Day27DWC
#squad2La2sak
Continue reading Tetap Bersama

Sunday, January 16, 2022

Tak Sesuai Ekspektasi

Sebenarnya hari ini bingung mau menulis tentang apa. Tapi tiba-tiba kepikiran agenda tadi siang. Jadi, hari ini itu ada undangan makan siang oleh orang tua siswa karena anaknya ulang tahun. Sehari sebelumnya wali kelasnya mengumumkan undangan makan siang tersebut di grup WhatsApp sekolah sebelum jam pulang.

Selepas shalat magrib notifikasi grup kembali berdering, ternyata ada kiriman gambar-gambar menu yang akan disantap besok. Pesan dari orang tuanya untuk membuat list guru yang hadir besok dan menu apa yang dipilih, karena untuk reservasi restoran. Saya baru melihat-lihat gambar menu tiba-tiba kebelet buang air besar. Hanphone pun saya letakkan. Keluar dari toilet saya langsung ke kamar untuk rebahan, taunya ketiduran.

Saya pun bangun jam sebelas malam, langsung saya cek handphone ternyata sudah ada daftar guru yang akan hadir lengakp dengan menu pesanan. Wah, kayaknya saya terlambat karena waktu reservasinya sampai pukul 19:00, waktu saya tertidur. Setelah saya perhatikan ternyata ada nama saya tercantum dengan menu yang dipilihkan oleh salah satu teman. Okelah, berarti aman. Besok tinggal berangkat.

Esok harinya, saya pun bergegas ke lokasi bersama Pak Kepala Sekolah, kebetulan janjian sebelumnya ketemu di sekolah. Sampai di resto, kami disambut oleh keluarga Ananda dan juga teman-teman guru lain yang sudah tiba lebih dulu. 

Setelah seremonial acara ulang tahun, makanan pun datang. Menu yang dipesankan itu adalah Nasi uduk pakai ayam paha. Meja kami ada lima orang yang duduk termasuk say, ada tiga orang yang pesanannya sama, nasi uduk pakai ayam paha. Dua orang lainnya nasi ayam geprek. 

Saat menunya sudah diletakkan diatas meja, ternyata tampilan dari menu itu kok berbeda yah ? Untuk menu nasi uduk pakai ayam paha, nasi uduknya ada, tapi untuk lauknya kok ayamnya disuir-suir ? Bukannya ayam paha ? Ayam yang disuir-suirnya juga bukan paha, melainkan dada. Terus untuk menu ayam geprek, bentuk ayamnya utuh potongan paha, tidak tergeprek. Aneh, kok lain yah ? Tidak sesuai dengan ekspektasi, hehehe. 

Heran juga sebenarnya, padahal makannya di restoran, tapi kok seperti salah penyajiannya ? Atau saya saja yang terlalu berkekspektasi tinggi ? Entahlah. Yang pasti Alhamdulillah hari ini bisa ikut makan siang bersama dan yang paling penting, GRATIS !


#30DWC
#Day26DWC
#Squad2

 
Continue reading Tak Sesuai Ekspektasi

Saturday, January 15, 2022

Pentingnya Menyusun & Menuliskan Agenda

Pernah tidak merasakan kalau ingin melakukan banyak pekerjaan esok hari ? Pernah tidak merasakan mau mengerjakan ini itu, mau memulai sesuatu pekan depan, awal bulan, tahun depan dan sebagainya. Ketika waktunya tiba ternyata banyak yang tidak dilakukan, atau malah tidak ada sama sekali yang dikerjakan. Semuanya dikalahkan oleh rebahan, hihihi.

Semuanya bisa terjadi karena hanya direncakan saja, tetapi tidak dituliskan. Maka dari itu pentingnya menuliskan perencanaan agar semua  agenda atau kegiatan bisa dilakukan dan dikerjakan. Coba diingat waktu sekolah dulu, roster pelajaran sudah dibuatkan oleh guru kelas. Setelah itu semua murid mencatat jadwal pelajaranya di buku tulisnya masing-masing. Jadwal pelajarannya juga dibuat besar sebagai poster untuk ditempelkan di dinding kelas supaya tidak lupa. Berarti guru punya catatan, murid juga punya catatan dan di kelas pun ada catatannya.

Beberapa kali mengikuti kegiatan seminar-seminar, workshop, pasti pemateri menyarankan untuk mencatat apa saja yang akan dilakukan. Karena, begitu pentingnya mencatat semua itu. Kita tidak mungkin hanya mengandalkan ingatan saja karena ingatan bisa saja dilupakan seiiring berjalannya waktu. Jangan sampai karena tidak mencatat kita hanya menerka-nerka dan belum tentu akurat.

Apa yang perlu dicatat ? Ketika kita sudah memikirkan sebuah aktivitas, itu bisa dituliskan. Misalnya setiap pagi ingin berolahraga selama 15 menit setelah shalat shubuh. Hal itu melatih kedisiplinan kita untuk mengerjakannya. 

Apa lagi yang perlu dicatat ? To do list setiap hari mungkin bisa kita tuliskan sebelum memulai hari atau malam sebelum tidur, kita bisa menyusun kegiatan atau agenda apa yang akan dilakukan esok hari. Selanjutnya kita bisa mengevaluasi apa saja yang telah capai hari itu. 

Image : reformata.com


Kita bisa mencatat semuanya di buku catatan khusus atau mencatatnya di gadget seperti smartphone, laptop atau tablet. Mungkin ini dianggap hal kecil tapi percayalah efek dari hal kecil ini dapat membuahkan hasil yang besar. Agar kita lebih produktif.



#30DWC
#Day25dwc
#Squad2La2ak

Continue reading Pentingnya Menyusun & Menuliskan Agenda

Friday, January 14, 2022

Egoiskah Saya ?

(image : theasiaparent)


Egois, sebuah sifat yang mungkin dimiliki oleh setiap manusia. Tetapi, yang membedakan adalah tingkatannya. Ada yang biasa saja, orang yang seperti ini masih bisa diajak kompromi. Ada yang tingkatan egoisnya medium atau sedang-sedang, kalau ini mungkin masih bisa juga diajak kompromi bisa juga tidak. Terakhir yang level egoisnya sangat tinggi. Kalau bertemu dengan orang seperti ini yaa siap-siap saja mengalah. 

Sudah pernah bertemu dengan banyak orang, termasuk level egoisnya yang berbeda-beda. Mulai dari yang biasa saja sampai yang egoisnya minta ampun. Mungkin yang paling parah orang egois yang pernah saya temui adalah pada saat memasuki dunia kerja.

Saya juga tidak tahu mengapa dia seperti itu. Apakah mungkin tuntuan pekerjaan ? Atau terpakasa egois karena disebabkan sesuatu hal ? Ataukah memang dari kecil sudah egois ?

Memang sih fitrahnya manusia sudah ditanamkan rasa ego dalam dirinya, yang membedakan ya itu tadi tingkatannya berbeda-beda. Tapi kalau melihat orang yang egoisnya minta ampun keras sekali sehingga merugikan orang lain, apakah itu sesuatu yang salah ? Kalau salah, apakah dia menyadari bahwa sifat saya ini sungguh merugikan orang ?

Banyak artikel-artikel yang membahas kita sebagai orang muslim sebaiknya menjauhi sifat egois itu. Karena ya itu, bisa merugikan orang lain. Itu baru salah satu alasan dan masih banyak alasan-alasan yang sebaiknya kita menghindari sifat egois. Sesungguhnya dalam Islam kita senantiasa diajarkan untuk menghargai orang lain. 

Saya juga tidak tahu apakah saya termasuk orang yang egois dan merugikan orang karena keegoisan tersebut, karena orang lain yang menilai semua itu. Tapi, jika memang pernah berbuat begitu semoga Allah mengampuni dan semoga, kita senantiasa dijauhkan dari sifat egois dan keras kepala yang dapat merugikan orang di sekitar kita.

#30DWC
#Day24DWC
#squad2


Continue reading Egoiskah Saya ?

Thursday, January 13, 2022

Bu Dosen Yang Tersakiti

Bercerita tentang seorang yang moody, ada Salah satu dosen saya dulu yang bisa dibilang orangnya moodyan. Beberapa teman juga mengatakannhal yang sama kalau beliau yang mengajar tergantung perasaan dan suasana hatinya 

Jadi saat itu masih mahasiswa baru, semester awal. Beliau masuk untuk mengajar. sepertinya itu sudah pertemuan ke 3 atau ke 4 kami di kelas. 

Awalnya kelas berjalan lancar, seperti biasa belaiu menjelaskan materinya dan kami menyimak. Sampai akhirnya sebuah insiden terjadi. Sepertinya beberapa teman sedang mengobrol dengan suara kecil dan tiba-tiba mereka tertawa. Walaupun suara tertawa mereka tidak besar tapi sepertinya Bu dosen mendengarnya.

Beliau yang saat itu sedang corat-coret papan tulis langsung duduk di kursinya dan diam beberapa saat. Kami pun juga diam tak bereaksi. Suasana kelas hening, kami masih bertanya-tanya apa yang terjadi.

Akhirnya beliau bicara, dan mengutarakan kalau dirinya tidak suka kalau sedang mengajar ada yaang bercerita apalagi tertawa. Kami pun kaget, memangnya ada yang tertawa tadi ? 

Bu dosen pun merapikan laptopnya dan memasukkan ke dalam tas. Selanjutnya langsung keluar kelas. Ketua tingkat menyusulnya untuk konfirmasi karena waktunya masih tersisa banyak.

Sejak saat itu, Bu dosen pun tidak pernah mau mengajar langsung ke kelas kami. Kalau sudah jawdalnya, beliau hanya memberikan tugas dan dikumpulkan melalui ketua tingkat.

Bahkan, sampai kami lulus pun beliau tidak pernah mengajar lagi di kelas kami. Kelas kami seperti di blacklist selamanya. Sepertinya saat itu moodnya bukan hanya terganggu, tapi hancur berkeping-keping. Hehehe
Continue reading Bu Dosen Yang Tersakiti

Wednesday, January 12, 2022

Si Tukang Ngeluh

Namanya Ryan. Mahasiswa tingkat akhir yang sedang bergelut dengan hiruk pikuk tugas akhir. Ryan ini sudah memasuki semester 11 yang artinya sudah hampir 6 tahun berkuliah.

Awal-awal kuliahnya dia seorang anak yang rajin, tidak pernah telat masuk kelas, tidak pernah absen, tugasnya pun selalu dikerjakan. Semua berubah setelah memasuki masa-masa praktikum di laboratorium. 

Ada beberapa mata kuliah yang saat itu harus dilalui dengan menyelasikan laporan-laporan praktikum. Setiap masuk lab, harus asistensi ke senior-senior asisten dosen. Kadang terlambat mengunpulkan laporan, belum lagi jika senior-senior asisten dosennya lagi rese', Dan masih banyak drama-drama lainnya.

Ryan pun mulai mengeluh dengan aktifitas kampusnya. Akibatnya banyak tugas-tugas Dan laporan ya terbengkalai. Dia pun harus mengulang mata kuliahnya itu di tahun berikutnya.

Sejak saat itu, Ryan pun menjadi tukang ngeluh, apa-apa jika sudah merasa report dan kesusahan pasti mengeluh. Sedikit-sedikit megeluh lagi. Sampai teman-temannya capek untuk menasehatinya.

Pada akhirnya, dia mendengar sebuah khutbah Jum'at yang mampu merubahnya. Kebetulan khutbah tersebut membahas tentang sifat manusia yang sering mengeluh. Selepas Jum'at Ryan pun menyapa khatib yang berkhutbah tadi. Konsultasi lah Ryan dengan Sang Ustadz. Akhirnya Ryan pun diberi nasihat-nasihat untuk bisa berubah.

Dia mendapat sebuah suntikan moral Dari Ustadz. 
  "Ketahuilah nak, Allah tidak akan memberikanmu      ujian diluar kemampuan kamu." 
  "Jika kamu mendapat kesulitan ujianmu, berarti          Allah ingin menaikkan kualitasmu, dan jika kamu      masih terus mengeluh berarti kamu sendiri yang        tidak mau memperbaiki kualitasmu."

Ada banyak nasehat yang diberikan ke Ryan tapi, itu yang paling k diingat olehnya. Akhirnya Ryan mengamalkan nasehat tersebut sampai dia mampu menyelasikan tugas akhirnya.
Continue reading Si Tukang Ngeluh

Tuesday, January 11, 2022

Perkedel Jagung


Kalau melihat lauk yang satu ini saya langsung flash back ke masa-masa KKN waktu kuliah dulu. Perkedel jagung ini adalah menu andalan semua warga posko.


Posko kami itu isinya 19 orang. Gabungan dari 4 fakultas yang berbeda. Perempuan ada 10 orang dan sisanya laki-laki. Pertama tiba di posko kami langsung rapat menentukan tugas masing-masing individu Dan membahas program kerja, termasuk didalamnya jadwal piket harian.


Jadwalnya setiap hari ada perempuan Dan laki-laki, yang perempuan tugasnya memasak Dan yang laki-laki bertugas belanja ke pasar membersihkan, bareng sih kalau membersihkan.


Hari-hari di posko pun dilalui, jadwal piket dijalankan. Ternyata Dari sekian banyak perempuan do posko kami, hanya beberapa yang jago masak sisanya Yaa biasa aja. Bahkan, ada yang baru belajar masak. Jadi, kadang ada masakan yang agak asin atau ada masakan yang agak hambar. Biasalah namanya juga masih mahasiswa.


Dalam satu pekan itu ada lauk yang sering diulang. Bahkan bisa dibilang hampir tiap hari lauk ini muncul. Kalau si lauk ini tidak muncul di waktu makan siang pasti munculnya saat makan malam, begitu juga sebaliknya.


Lauk itu adalah perkedel jagung. Kombinasi tepung terigu Dan jagung yang biasa dikreasikan dengan daun bawang yang paling sering muncul. Alhamdulillah ternyata semua penduduk posko suka dengan lauk yang satu ini. Mungkin kareba setiap kelompok piket berbeda cara meracik dan menggoreng si perkedel ini.


Ada jenis perkedelnya yang agak tebal. Teksturnya itu seperti bakwan, perkedelnya agak gemuk. Ada juga yang perkedelnya tipis. Kalau yang ini lebih garing kriuk-kriuk. Kalau saya lebih suka yang tipis, lebih renyah hehehe.


Selesai KKN, kami kembali ke dunia masing-masing. Kadang bertemu beberapa kali. Biasanya kalau ada yang menenemukan perkedel jagung, pasti diunggah ke group WhatsApp.


Apa kabar yah mereka sekarang semuanya ? Jadi kanngen makan perkedel bersama di ruang tengah sambil bercanda. Semoga senantiasa diberi kesehatan.


#30DWC #Day21DWC #squad2

Continue reading Perkedel Jagung

Sunday, January 9, 2022

Back To School

Saya seorang Sarjana Pendidikan Teknik Informatika. Sejak SMK memang sudah bergelut dengan dunia komputer, jurusan Teknik Komputer Jaringan. Saat itu bercita-cita untuk menjadi seorang ahli IT yang hebat. Jadi nanti saat kuliah mau melanjutkan studi dengan jurusan IT.

Alhamdulillah masuk kuliah diterima di jurusan Pendidikan Informatika Komputer di salah satu perguruan tinggi negeri di Makassar. Tapi belakangan saya tahu ternyata jurusan yang saya ambil adalah jurusan pendidikan yang berarti saat lulus nanti gelar akademiknya S.Pd dan diproyeksikan untuk menjadi guru.

Awalanya saya tidak tahu, saya pikir sama saja dengan jurusan informatika di kampus-kampus lain. Satu lagi, saya tidak ada niat mau jadi guru. Saat itu ada hasrat ingin pindah kampus saja dan melanjutkan ke jurusan informatika murni. Tapi, saya berfikir lagi. Mending saya jalani saja.

Semester satu sampai semester lima berisikan mata kuliah teknik. Lumayan menguras otak. Semester selanjutnya hingga skripsi konsentrasi di mata kuliah pendidikan dimana di semester tujuh ada mata kuliah PPL, yaitu praktek mengajar di sekolah selama kurang lebih 3 bulan.

Mata kuliah ini sebenarnya menjadi momok bagi saya yang dari awal tidak mau mengajar nantinya. Karena saat SMP dulu kalau ada guru PPL yang mengajar pasti saya dan teman-teman kelas jail dengan guru PPL tersebut. Khawatirnya hal itu terjadi juga dengan saya, hehehe.

Tapi ternyata setelah dijalani, mengajar itu memang sungguh mengasyikkan. PPL pun saya lalui dengan lancar. Setelah lulus, tetangga saya mengajak ke sekolahnya untuk mengajar. Sekitar hampir satu tahun mengajar saya pun resign karena saat itu lulus ada panggilan kerja di tempat magang saat kuliah. Habis kontrak Alhamdulillah diterima kerja lagi di salah satu perusahaan yang cukup besar. 

Beberapa tahun berpetualang sebagai karyawan akhirnya apply lamararan kembali ke sekolah. Saat itu apply untuk jadi guru TIK tapi karena tidak ada posisi itu akhirnya dilihkan ke posisi lain. Posisinya menjadi staf sekolah yang mengurusi publikasi dan dokumentasi. Pernah dijadikan guru juga tapi hanya beberapa bulan saja, itupun hanya pendamping.

Kontrak pun berakhir di  tahun ke empat. Selanjutnya kembali mencari pekerjaan di perusahaan-perusahaan sesuai dengan pengalaman sebelumnya. Ternyata rejekinya kembali ke dunia pendidikan. Seorang teman  mengajak untuk bergabung di sekolahnya karena membutuhkan posisi guru dan sepertinya kali ini saya bakal kembali mengajar. Ini merupakan kali ke 3 bekerja di sekolah. Walaupun 4 tahun sebelumnya sebagian besar kerjaan hanya di balik komputer, kali ini turun kembali mengajar di kelas.

Berawal dari ketidaksukaan dengan kegiatan mengajar, ternyata beberapa kali rejeki di dunia mengajar. Semua adalah skenario dari Allah. Tinggal kita berbaik sangka dengan apa yang telah ditetapkan-Nya. Semoga kita semua senantiasa menjadi pribadi yang selalu bersyukur.



#30DWC
#squad2
#Day20DWC

Continue reading Back To School

Badminton Lovers

Salah satu kegemaran olahraga saya adalah Badminton. Sejak SD, karena  Bapak suka sekali menonton pertandingan bulutangkis di televisi, saya juga ikut menonton dan akhirnya suka. Sampai-sampai saya menghafalkan nama-nama pemain Indonesia.

Images : inews


Waktu itu eranya Taufik Hidayat muda, Peter Hoek Gade dari Denmark, Bao Chun Lai dari China, dan masih banyak lagi. Kalau tidak salah saat itu turnamen Indonesian Open. Sepertinya demam bulutangkis di penjuru Indonesia sangat besar, termasuk daerah tempat saya tinggal.

Ada banyak orang-orang memainkan bulutangkis di jalan-jalan. Mulai dari anak-anak sampai orang tua. Ternyata teman-teman sekelas juga lagi demam bulutangkis. Akhirnya kami pun membuat permainan bulutangkis selepas pulang sekolah.

Tidak tanggung-tanggung, kadang kami main sampai hampir waktu magrib, Kadang kami tunggu diusir dulu sama pak penjaga sekolah baru kami pulang. Biasa kami juga menanjutkan permainan di halaman sekolah sampai ditegur kembali.

Teringat raket pertamaku saat itu merek Yonex KW seribu, harganya 20 ribuan di toko olahraga. Walaupun harga 20ribuan tapi lumayan tahan untuk dipakai berhari-hari. Mungkin karena permainan yang biasa-biasa, makanya raketnya tahan. hehehehe. Alhmadulillah sekerang sudah bisa membeli raket yang bagus.

Bulutangkis memang adalah olahraga yang paling berprestasi di Indonesia, dibandingkan dengan sepak bola yang paling populer di Indonesia tapi tidak secemerlang bulutangkis prestasinya. Tapi semoga olahraga sepak bola juga berprestasi seperti bulutangkis.

#30dwc
#day19
#squad2
Continue reading Badminton Lovers

Saturday, January 8, 2022

Manusia Belakang Layar (1)

Rey adalah dulunya seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri unggulan di kota tempat dia tinggal. Rey ini seorang anak yang pendiam, tidak suka dengan keramaian. Rutinitasnya hanya kampus rumah kampus rumah. Kadang kalau jeda kuliahnya hanya sejam biasaya, Rey hanya menuggu di sekitaran kelasnya saja.

Sebagai seorang mahasiswa teknik jurusan Informatika, Rey memang lebih banyak menghabiskan waktu di rumahnya dan bersama dengan laptopnya ketimbang hang out atau kerja tugas bareng dengan teman-temannya. Dia tidak hanya mengasah kemampuan codingnya melainkan mengasah di bidang multimedia. Rey suka dengan editing gambar dan video.Mengingat banyak anak kuliah sebayanya sukses di bidang itu.

Rey ini paling suka berperan di belakang layar walaupun, peran dia sangat vital dan paling banyak memberi kontribusi. Kalau kerja kelompok saat sekolah dulu, dia yang paling berperan seperti dalam kelompoknya itu hanya dia yang aktif. Kebiasaan Rey ini berlanjut ke bangku kuliah hingga memasuki dunia kerja.

Saat ini Rey berkerja sebagai Editor di sebuah perusahaan fashion. Jobdesknya setiap hari kerja membuat konten untuk konsumsi masyarakat atau target market di kanal-kanal online perusahaannya. Rey memang sangat gigih dan rajin. Apa saja bisa dia kerjakan asalkan dia berada di balik layar, tidak tampil, tidak bertemu langsung dengan orang lain.

Seorang sahabatnya yang sudah sama-sama sejak SMP tidak habis pikir, kok bisa yah ada orang modelnya seperti Rey ? Padahal dia orang yang cerdas, rajin, ulet, baik tapi yah itu dia tidak mau diketahui banyak orang.

(image : naviri.org)

bersambung...


#30DWC
#Day18DWC
#Squad2

Continue reading Manusia Belakang Layar (1)

Friday, January 7, 2022

Rantai Putus Euy

Pagi hari ini agak mendung. Hujan gerimis mengundang. Waktu menunjukkan pukul 06:30 Waktu Indonesia Tengah. Hari ini merupakan hari pertama masuk kerja lagi di trmpat yang baru.

Setelah sarapan dengan sebungkus Indomie kaldu telur panas saya pun bertolak ke tempat kerja. 

Pertengahan perjalanan terjadi hal yang  tidak mengenakkan. Saat ku pacu motorku untuk akselerasi tiba-tiba ada suara yang tidak biasa. Ternyata suara itu akibat rantai yang putus, duh !

Posisi saat itu tengah berada di jalan poros kawasan perkantoran yang dimana, bengkel agak lumayan jauh Dari kawasan itu. Belum lagi waktu Masih menunjukkan pukul 07:15 dimana rata-rata bengkel belum pada buka. Mau tak mau motornya harus didorong untuk mencari bengkel.

Setelah sekitar 30 meter mendorong motor, rehat sejenak Untuk mengambil nafas. Lumayan pagi-pagi sudah olahraga mendorong motor hahaha. Lima menit berlalu saya pun melanjutkan perjalanan ke barat mengambil kitab suci alias mencari bungkel.

Untungnya di tengah perjalan, ada seseorang yang menawarkan bantuan mendorong Dari motornya, Alhamdulillah. Benar saja di perjalanan Masih banyak bengkel yang belum buka. Mungkin sekitar 300 meter barulah ada bengkel yang buka. Untungnya ada yang menolong, kalau tidak bisa terbongkar dada saya mendorong motor sampe 300 meter.

Awalnya saya hanya mau mengganti rantainya saja. Ternyata, setelah dicek bukan cuman rantai yang harus diganti, harus satu set dengan gearnya. Apa boleh buat, ternyata harus merogoh kocek lebih untuk perbaikan. 

Pelajarannya adalah harus lebih peduli dengan keadaan motor. Jika ada hal-hal kecil yang sudah mengganggu, segera di bereskan. Takutnya akan merambah ke onderdil lainnya. Jadi makin parah.

#30WDC
#Squad2
#Day17DWC


Continue reading Rantai Putus Euy

Thursday, January 6, 2022

Jangan Overthinking !

Memasuki waktu tengah malam, waktunya overthinking, waktunya mannawa-nawa kalau dalam bahasa Bugis. Seringkali memikirkan hal apa yang akan terjadi kedepannya. Mampukah saya melewati hal-hal yang begitu rumit? Bagaimana saya nanti jika sudah menikah ? Bagaimana nanti kalau sudah punya anak ? Bagaimana jika suatu saat ada masalah dengan rumah tangga ? Bagaimana bagaimana dan bagaimana lainnya selalu terfikir.

Sejenak menghela nafas dan menutup mata, juga memikirkan masa lalu. Seandainya dulu saya begini pasti begitu. Seandainya seandainya dan seandainya yang lain. Pfftt. Kembali terfikir, ternyata saya sudah sampai di titik ini. Bukankah dulu semua yang telah ku lewati adalah hal yang ku khawatirkan ? Bukankah saya pernah pesimis dengan hal-hal yang justru sudah ku capai sampai saat ini ?

Contoh kecil saja, dulu waktu masih SD, kalau lihat buku pelajaran matematika atau fisika pasti langsung tutup bukunya. Saat berfikir pelajaran macam apa itu ? Pelajaran sekarang saja sudah setengah mati ngerjainnya apalagi kerjakan soal macam itu ? Namun, kenyataannya ketika sudah sampai titik itu ternyata bisa dikerjakan, ternyata tahu bagaimana menyelesaikannya. 

Masuk SMA saya juga mengkhawatirkan bagaimana yah nanti kalau sudah kuliah ? Bagaimana cara belajarnya seorang mahasiswa ? Bisakah saya nanti sarjana ? Sepertinya susah sekali kuliah itu karena melihat kerabat-kerabat dalam forum keluarga membahas seputar dunia perkuliahan, seperti susah sekali untuk lulus di suatu mata kuliah. Tapi, nyatanya setelah dijalani, ternyata bisa juga melewatinya walaupun memang ada banyak rintangannya.

Lalu saya pun tersadar, kenapa harus overthinking untuk masa depan yah ? Bukannya jika tetap menjalani dan mempelajari setiap peristiwa pasti semua bisa diatasi. Cobaan memang akan selalu hadir untuk menguatkan kita. Allah pun tidak akan menguji hamba-Nya diluar batas kemampuannya.

Jadi tetaplah optimis menjalani hari-hari. Tetaplah menjadi pribadi yang senantiasa bersyukur atas nikmat yang Allah berikan. Sedang menyemangati diri sendiri melalui tulisan ini :)

overthinking ilustrasi (image : jawapos)



#30DWC
#Day16DWC
#Squad2

Continue reading Jangan Overthinking !

Wednesday, January 5, 2022

Nasu Bale Cakalang

 Tidak ada yang lebih enak selain masakan di rumah. Seenak-enaknya masakan di luar, pasti ada satu atau dua menu yang rasanya tidak seenak jika orang rumah yang membuatnya. Nah, salah satu makanan enak orang rumah yang tidak bisa ditandingi oleh orang lain adalah ikan masak cakalang. Kalau orang bugis sendiri menyebutnya dengan Nasu Bale Cakalang, dan juru masaknya adalah Nenek saya.

(Nasu Bale Cakalang, image / cookpad)

Masakan ini sangat istimewa. Sejak kecil sudah sangat suka makan masakan Nenek yang satu ini. Ibu saja menurutku belum mampu membuat nasu bale ini bisa seenak jika dibuat oleh Nenek. Sampai sekarang pun masakan Nenek yang satu ini tuh rasanya tidak berubah, konsisten enaknya.

Seringkali Ibu membuat menu yang sama dan mencoba untuk bisa seenak buatan nenek. Tetapi tetap saja rasa khas dan kenikmatan mamasakan nenek itu berbeda, walaupun kata ibu resepnya sudah sama dengan yang dipakai nenek.

Saya kadang bercandai ibu kalau masak masakan itu. "Bu, kok Ibu tidak bisa masak nasu bale seperti rasa yang dibuat Nenek sih ?" Kadang juga ibu mengaku-ngaku kalau dia yang masak, padahal ya ketahuan masakan siapa. Hehehe.

Itulah salah satu masakan rumah terenak yang pernah dibuat. Rumah makan manapun tidak ada yang bisa menandingi kelezatan Nasu Bale buatan nenek. Masih banyak sih makanan-makanan rumah yang enak lainnya dari nenek atau buatan Ibu. Nantilah di postingan-postingan selanjutnya.

#30DWC
#Day16
#squad2



Continue reading Nasu Bale Cakalang

Tuesday, January 4, 2022

Menjadi Penggemar Liverpool

Pada postingan sebelumnya, saya menceritakan tentang Tim sepak bola andalan dari kecil sampai sekarang. Ternyata seiring bertambahnya usia saat itu, saya juga menyukai salah satu tim sepak bola yang bermain di Liga Premier Inggris. Tim itu adalah Liverpool. Liverpool adalah musuh bebuyutan dan Manchester United. 

Awal mula saya menyukai tim itu ketika Liga Champions Eropa 2004/2005. Untuk musim ini pasti saya menjagokan klub kesayangan Inter Milan untuk juara. Perjalanannya pun mulus sejak babak penyisihan dengan menjadi juara grup. 

Pada babak knock-out, Inter berhadapan dengan wakil Portugal, FC Porto dan berhasil memenangkan 2 leg untuk maju ke babak delapan besar. Pada babak delapan besar Inter harus bersua dengan musuh bebuyutannya di liga Italia yang juga satu kota AC Milan. Sayang sekali saat itu Inter harus terhenti dan menguburkan asa meraih juara Liga Champions tahun itu.

Sedih sekali rasanya kalah dari rival sekota dan harus gugur. Apalagi saya punya teman seorang penggemar AC Milan yang sejak kekalahan itu mengejek Inter Milan. Saat itu saya berharap AC Milan juga kandas di babak selanjutnya supaya bisa balik mengejek hehehe.

Tapi AC Milan ternyata melaju sampai babak Final. Pada babak Final mereka akan berhadapan dengan Liverpool yang sebenarnya tidak diunggulkan di turnamen kali ini. Saya pun berharap saat itu AC Milan kalah dan tidak juara dan mendukung penuh Liverpool. Bahkan saya berani taruhan tendang bokong kalau Liverpool kalah. Hahaha

Kamis dinihari, partai final pun digelar di kota Istanbul. AC Milan langsung mendominasi permainan dan unggul cepat.  Alhasil Liverpool harus ketinggalan 3 gol di babak pertama, duh. Saya pun tetap melanjutkan menonton babak kedua dengan sedikit pesimis Liverpool akan membalikkan keadaan. 

Pada babak kedua AC Milan mengendurkan serangan, mungkin ingin mengamankan skor 3-0nya. Sebaliknya Liverpool bermain menyerang dan hasilnya mereka mampu menyamakan kedudukan 3-3. Pertandingan pun  dilanjutkan di babak extra time 2x15 menit.

Babak tambahan kedua tim tidak mampu menambah gol dan harus dilanjutkan di babak adu penalti. Liverpool yang berhasil menang di drama adu penalti dengan skor 2-3. Kemenangan itu seperti menjadi balas dendam yang sempurna untuk kekalahan Inter Milan atas AC Milan. Sejak saat itu pun saya langsung menjadi penggemar berat Liverpool.

Liverpool Champions 2005 (image : gettyimages)


Tapi sayangnya pada Liga Champions tahun ini, Inter dan Livepool harus bertemu di babak 16 besar. Galau ngga tuh mau dukung yang mana karena dua-duanya adalah tim andalan. 

#30DWC
#Day14dwc
#squad2
Continue reading Menjadi Penggemar Liverpool

Sunday, January 2, 2022

Kok Ngga Minta Izin ?

image:depositphoto


Pada tahun 2017, saya mendapatkan pekerjaan baru setelah beberapa bulan sebelumnya sudah resign dari pekerjaan lama. Saat itu saya lulus di sebuah Sekolah Islam Terpadu. Basic pendidikan saya adalah Pendidikan Informatika, namun kali ini saya diamanahkan untuk mengisi posisi partner wali kelas di tingkat SD. Awalnya saya ragu untuk mengambil posisi itu akan tetapi, apa salahnya mencoba? Ini juga bisa saya jadikan pengalaman dalam berkerja.

Setelah teken kontrak, saya pun mengikuti arahan dari wali kelas yang menjadi partner. Ternyata saya diamanahkan berada di kelas 5 SD. Baru satu pekan bertugas di sekolah itu, ada sebuah kejadian yang membuat saya takjub kepada para siswa disini.

Jadi, saat itu jam istirahat pertama. Kira-kira pukul 09:00 pagi setelah jam pelajaran pertama dan kedua selesai. Para siswa di kelas bergegas ke kantin sekolah membeli makanan untuk breakfast. Ada juga siswa yang sudah membawa bekal breakfast dari rumahnya.

Peraturannya waktu itu adalah para siswa tidak boleh makan di luar kelasnya, semuanya makan di dalam kelas. Nanti saat makanan mereka habis baru bisa keluar kelas untuk bermain. Kebetulan saat itu saya duduk di salah satu bangku siswa yang tenah jajan ke kantin. 

Beberapa saat kemudian siswa yang punya bangku pun datang dan masuk ke dalam kelas sambil mengucap salam. Dia pun menghampiri saya dan bertanya, "Pak, kok duduk di bangku aku ? Sudah minta izin belum ?" Wah, jleb banget nih. Dalam hati saya bergumam "wah luar biasa siswa disini yah." 

Saya pun langsung meminta maaf kepada siswa tersebut karena telah duduk di bangkunya tanpa minta izin terlebih dahulu, dia pun memaafkan sambil tersenyum dan duduk ke bangkunya kembali. Sebuah peristiwa yang luar biasa bagi saya. Siswa tadi seakan menampar diri saya dan mengingatkan sebuah hal yang sebenarnya kecil tapi sangat penting untuk ditunaikan.

Apa itu? 
Minta Izin dulu kalau mau pinjam, pakai punya orang ! Karena terkadang hal sepele seperti minta izin dulu kita kesampingkan. Kalau kita meminjam barang teman tanpa minta izin dulu dan ternyata yang punya tidak ridho gimana ?

#30dwc
#30dwcJilid34
#squad2
Continue reading Kok Ngga Minta Izin ?

Terima Kasih Pasukan Garuda Muda Indonesia

Pasukan muda Garuda Indonesia belum mampu mempersembahkan gelar AFF untuk kali pertama dan harus puas untuk kembali menjadi Runner-Up yang kelima. Berlaga di leg kedua babak final AFF, Indonesia berbekal kekalahan 4-0 di leg pertama yang berarti harus mencetak setidaknya 5 gol tanpa balas untuk bisa meraih kemenangan dan memastikan juara AFF kali ini.

(Abimanyu, Egy, Asnawi, Arhan, Witan / Foto:Instagram : @egymaulanavikri)

Harapan itu sepertinya ada pada saat kick off babak pertama. Pasukan muda Garuda lebih menguasai jalannya babak pertama. Pressing ketat dan bermain menyerang sejak awal yang kemudian membuahkan hasil pada menit ke 7, dimana pemain andalan Indonesia Ricky Kambuaya berhasil mengkonversi umpan dari Witan Sulaeman. Ricky melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang tidak mampu dibendung oleh kiper Thailand.

Sepanjang babak pertama, Timnas bermain sangat baik. Berbeda dengan permainan di leg pertama dimana pasukan garuda sama sekali tak berdaya meladeni permainan para punggawa Thailand. Para permain Timnas mampu mengurung para pemain Thailand yang hanya sesekali melakukan serangan melalui counter attack.

Namun, di babak kedua pasukan gajah putih Thailand mampu keluar dari tekanan dan berbalik menguasai jalannya pertandingan. Hasilnya Thailand berhasil menyarangkan dua gol sekaligus dan berbalik unggul. Tapi Timnas tidak menyerah. Permainan luar biasa tetap ditunjukkan sampai akhir pertandingan, walaupun hanya bisa menyamakan kedudukan 2-2 melalui tendangan first time dari Egy Maulana Vikri. Walaupun, hasil akhir 2-2 tetapi Timnas kalah aggregat 6-2 dari Thailand sehingga harus puas dengan Runner-Up

Awalnya Timnas kita diragukan untuk berbicara banyak di turnamen ini. Melihat squad yang dimiliki oleh anak asuhan Shin Tae-Yong mendominasi adalah anak-anak muda yang minim pengalaman di turnamen Internasional bahkan ada yang minim bermain untuk klubnya.

Tapi ternyata pasukan Garuda muda Indonesia bisa melesat terbang ke babak Final. Mereka mampu keluar sebagai juara grup di atas tim unggulan Vietnam, membantai musuh bebuyutan Malaysia dan mampu mengkandaskan tim tuan rumah Singapura melalui dua partai yang sangat dramatis sebelum akhirnya dikandaskan oleh Thailand di babak Final.

Apapun hasil dari babak Final kemarin, kita patut memberikan apresiasi setinggi-tingginya buat pasukan garuda muda kita. Masa depan Timnas sangat cerah melihat banyaknya kemajuan dan progres positif selama ditangani oleh pelatih kepala Shin Tae-Yong. Turnamen AFF ini adalah awal untuk mereka dapat berbicara lebih di turnamen-turnamen internasional besar lainnya. 

Terima kasih perjuangannya Garuda Muda ! 
Kalian Juara di hati kami !

( Squad Timnas Indonesia / Foto : cnnindonesia )

#30DWC
#Day12DWC
#Squad2


Continue reading Terima Kasih Pasukan Garuda Muda Indonesia

Saturday, January 1, 2022

Terima Kasih 2021


Alhamdulillah banyak bersyukur kepada Allah atas semua pencapaian yang telah didapatkan di tahun 2021. Tahun kemarin banyak mengajarkan hal. Banyak rencana dan resolusi yang telah dibuat untuk menyongsong tahun 2021.

Untuk urusan pekerjaan di tahun ini seperti naik roller coaster, naik turun dan memacu andrenalin. Banyak proyek-proyek dan tugas besar yang harus ditangani. Beberapa kali juga anggota tim dibongkar pasang. Alhamdulillah satu persatu proyek-proyek tersebut bisa dikerjakan.

Tahun ini juga tahun saya banyak belajar. Pembelajaran saat di tempat kerja sudah pasti, dengan meningkatnya kuantitas dari atasan membuat skill semakin matang. Saya juga banyak mengikuti webinar-webinar untuk meningkatkan skill karena di masa pandemi sekarang seminar-seminar offline masih sangat terbatas. 

Onlne course class juga menjadi tempat saya belajar hal baru. Tercatat ada beberapa kelas online berbayar yang saya ikuti. Saya menganggap hal ini sebagai investasi saya kedepannya untuk menjadi pribadi yang produktif dan dapat bermanfaat. 

Selain itu hal yang tidak mengenakkan juga terjadi di tahun ini. Pertama itu saat bulan Ramadhan, saya harus rawat inap di rumah sakit kurang lebih 5 hari karena ada permasalahan pencernaan. 

Kedua setelah saya keluar dari rumah sakit, giliran Bapak yang masuk rumah sakit karena harus operasi penyakit prostatnya yang sudah parah. Alhamdulillah semuanya sudah kembali sehat.

Walaupun banyak planning yang belum terwujud di tahun 2021 ini, Insya Allah semoga di tahun berikutnya bisa dimaksimalkan dan bisa menjadi lebih baik lagi.

#30DWC
#squad2
#day11DWC


Continue reading Terima Kasih 2021