Thursday, September 22, 2022

Jangan Remehkan Sesuatu yang Kecil

Jam istirahat tiba, waktunya makan siang. Biasanya saya membuka smartphone. Sekedar mencari hiburan saat penat menghampiri karena daritadi sedang banyak pekerjaan. 


Sekitar lima belas menit berlalu, saya masih asyik dengan handphonenya sampai dia menemukan sebuah konten iklan yang berasal dari Thailand. Videonya berdurasi hampir tiga menit. Pada video itu diceritakan seorang pemuda yang sering berbuat baik kepada banyak orang, termasuk kepada hewan dan tumbuhan di sekitarnya.


Sebutlah namanya Edi. Pemuda ini setiap harinya melewati jalan yang sama saat hendak pergi berangkat kerja. Pada adegan pertama dia menemui air jatuh yang berasal dari sebuah gedung atau apalah sehingga airnya langsung turun mengenai jalanan. Sekita air jatuh tersebut, ada sebuah tanaman lengkap dengan pot tetapi tanaman tersebut sepertinya akan mati karena kekeringan dan kurang perhatian Akhirnya pemuda ini memindahkan tanaman tersebut pas di air jatuh dari gedung. Setelah itu dia melanjutkan perjalanannya


Pada adegan kedua, dia terlihat membantu seorang nenek paruh baya yang tengah berjualan dengan gerobaknya, tapi nenek itu menemui masalah ketika hendak naik ke trotoar. Nenek itu tidak kuasa mendorong naik gerobaknya ke atas terotoar karena faktor tenaga yang sudah tidak kuat lagi.


Akhirnya pemuda itu muncul dan tanpa pikir panjang langsung menghampiri nenek itu unuk membantu mendorong gerobak tersebut. Terlihat raut wajah nenek pedagang itu tersenyum lebar ke Edi karena telah membantunya. Itu juga berlangsung terus menerus.


Adegan selanjutnya yaitu Edi sedang makan siang di sebuah warung. Makaknnya seperti ayam goreng yang sangat lezat. Belum makan dia dihampiri oleh seekor anjing liar yang sedang kelaparan. Anjing itu bersimpuh di depan Edi seperti mengisyaratkan ingin meminta makanan kepada Edi yang henda makan. Edi yang kasihan melihat anjing itu lantas memberikan semua potongan ayamnya kepada anjing tersebut  dan dengan lahap memakannya. Sang pemilik warung pun geleng-geleng kepala melihat kelakuan Edi.


Pada adegan selanjutnya, dalam perjalanan pulang ke rumah edi bertemu dengan pengemis di jalan. Terdiri dari dua pengemis yaitu ibu dan anak. Didepan mereka terdapat tulisan "for education" dalam bahasa Thailand yang kurang lebih mengartikan bahwa ingin mengumpulkan uang untuk sekolah. Terlihat mata pengemis anak kecil itu seperti lirih menatap Edi. Edi pun iba, ia mengambil semua yang ada di dompetnya dan memberikan ke pengemis cilik itu. Orang dari toko seberang geleng-geleng kepala.


Kelima adegan tersebut diulang terus menerus, yang artinya Edi dikesehariannya selalu dihadapkan dengan lima kejadian ini dan lima-limanya selalu dilakukan Edi hanya karena ia ingin memberikan kebaikan kepada orang lain walaupun itu sangan keci.


Sebuah adegan memperlihatkan beberapa hasil dari kebaikannya tersebut. Tumbuhan dalam pot yang semula kering dan mau mati kini tumbuh dan mengeluarkan dedaunan. Nenek pedagang yang selalu dibantu Edi pun setiap hari menunggu Edi saat ingin mendorong gerobaknya ke trotoar. Kadang Edi menemani Nenek itu jualan dan Edi melihat nenek itu biasanya memberikan dagangannya ke orang lain yang membutuhkan. Edi pun sangat senang sekaligus bangga melihat itu. Anjing yang sering datang saat Edi makan pun sudah sangat akrab dengan Edi. Bahkan, anjing itu mengikuti Edi untuk pulang dan Edi pun menerimanya.


Adegan sangat mengharukan pun tiba. Edi yang biasanya melintas melewati pengemis Ibu dan anak melihat hanya tinggal ibunya. Tempat anaknya kosong. Edi awalnya sedih, raut wajahnya seperti menyesal. Edi pikir anak pnegemis yang biasa Edi berikan uang sudah tidak adalagi. Ternyata anak tersebut datang dari arah berlawanan. Anak itu memanggil ibunya dan sontak Edi berbalik. Betapa kagetnya dia melihat anak pengemis itu sekarang sudah memakai seragam sekolah yang artinya, Edi ingin menangis, ternyata sebuah kebaikan kecil yang dialakukan dapat membahagiakan seseorang. Salah satunya pengemis cilik itu yang mungkin sebelumnya hanya bermimpi untuk sekolah tapi karena biaya bocah pengemis itu pun terpaksa harus mengemis. 


Pesan terakhir video itu jangan remehkan sebuah tindakan kebaikan sekecil apapun itu karena kita tidak tahu walaupun tindakan yang kita lakukan terlihata receh, ternyata itu sangan berarti besar untuk orang lain. Janganlah berhenti menebar kebaikan sekecil apapun itu kepada sesama makhluk ciptaan Tuhan. Sungguh video iklan yang sangat menyentuh.


0 komentar:

Post a Comment