Monday, September 12, 2022

Si Pemalu dalam Keramaian

Andy, seorang anak yang pendiam. Anak yang tidak percaya diri walau kecerdasannya bisa dibilang diatas rata-rata dari teman-temannya. Walau pendiam, Andi suka dengan keramaian. Dia suka ikut arus dengan teman-temannya. Apapun yang dikerjakan oleh teman-temannya dia selalu ikut. 

Saat duduk di bangku Sekolah Dasar, Andy sering juara kelas. Rangkingnya itu tidak pernah keluar dari ranking tiga besar. Andy hanya sekali mendapatkan ranking ke-3, dua kali mendapat ranking ke-2, sisanya semua dilahap ranking pertama.

Hanya satu musuh terbesar Andy yaitu rasa percaya diri. Dia sangat takut jika harus show off atau tampil di depan teman-temannya sendiri. Kalaupun tampil bersama teman-temannya, dia pasti memilih untuk di barisan belakan agar tertutup tidak dilihat orang lain. Andy juga lebih memilih untuk mengerjakan semua pekerjaannya sendiri. Jarang sekali dia meminta tolong kepada teman atau orang sekitar karena itu tadi, dia malu alias tidak percaya diri.

Masuk SMP, Andy mengurus semua pendaftarannya sendiri. Dia hanya diantar sekali oleh orang tuanya melihat sekolah yang ingin dia masuki. Karena Andy juga tidak mau merepotkan orang tuanya, dia pun pergi mengurus pendaftarannya sendiri.

Rasa takut dan tidak percaya diri masih dia bawa sampai ke gerbang tempat pendaftaran sekolah itu. Parahnya di sekolah tersebut banyak orang asing yang sama sekali tidak dia kenal. Mulai pukul 8 pagi Andy sudah di sekolah tersebut. Andy hanya keliling-keliling sekitara tempat pendaftaran hanya untuk melihat kertas-kertas pengumuan petunjuk pendaftaran, tidak mau memberanikan diri untuk bertanya kepada pendaftar lain atau kepada panitianya.

Sampai akhirnya, teman satu kelasnya waktu SD pun muncul dan menegur Andy.

"Hoe Andy, mendaftar disini juga kamu ?" Tanya Ali

"Eh Ali, ia nih. Inikan salah satu sekolah andalan di kota kita" Balas Andy

"Bagaimana, kamu sudah melengkapi berkas pendaftaran belum ?

"Belum nih, masih bingung. Untung ada kamu. Ayoklah sama-sama mendaftar biar aku ada yang temenin"

Mereka berdua pun bergegas antri untuk menyelesaikan pendaftaran. Semua berkas sudah masuk, jadwal ujian sudah keluar. Mereka pun pulang ke rumah masing-masing.

Sampai di rumah, Andy pun termenung di kamarnya. Dia memikirkan apakah bisa lulus di Sekolah Favorit itu ? Walaupun dia menyandang predikat ranking 1 umum di angkatannya waktu SD, tetap saja dia merasa tidak percaya diri dengan kemampuannya. Dia memikirkan pasti akan ada banyak orang-orang ranking-1 lainnya yang akan dia hadapi di ujian tes masuk nanti. Secara SD Andy hanya sekolah SD biasa yang tidak berpredikat unggulan. 

Ternyata selain rasa ketidakpercaya dirinya, Andy juga seorang anak yang memiliki rasa khawatir berlebih.


bersambung....

0 komentar:

Post a Comment