Selama ini sering terjebak dengan pikiran yang dipenuhi ide-ide, penuh dengan wacana-wacana, penuh dengan rencana-rencana tetapi, lebih banyak yang hanya menjadi angan-angan. Selalu berada di zona itu-itu saja, tidak banyak kemajuan. Padahal, semua yang ada di isi kepala mungkin, adalah sesuatu yang sangat waw untuk saya.
Saya ingat pernah di akhir tahun 2019, saya membuat sebuah resolusi tahun baru dengan menuliskan di story Instagram. Saya menuliskan kalau tahun depan dalam setiap bulan satu buku harus saya selsaikan membacanya. Tapi pandemi Covid-19 menyerang. Ternyata saya hanya disibukkan dengan aktifitas scrolling di media sosial. Sungguh tidak ada peningkatan.
Tahun 2021 kemarin pun saya juga menuliskan beberapa yearly goals di buku catatan baru yang ingin saya capai. Tapi semua goals itu ternyata tidak mampu saya wujudkan. Saya membeli buku itu untuk melakukan aktifitas journaling agar lebih produktif. Nyatanya, tidak semulus rencana. Buku catatan baru itu pun hanya terisi 20% atau bahkan lebih kecil lagi. Baru di akhir tahun 2021 saya menulis banyak di buku itu.
Tahun ini saya bertekad untuk menjadikan 2022 ini menjadi titik balik diri saya. Saya ingin bangkit dari keterpurukan, melawan rasa malas, melawan rasa zona nyaman yang sering saya alami, dan lebih produktif lagi.
Alhamdulillah untuk langkah awal saya mengikuti 30 Days Write Challenge dari Mas Rezky Firmansyah dimana pada tantangan ini kita dituntut untuk menulis 30 hari non stop. Dan pada hari ini sudah masuk ke-29 tantangan dan masih mampu bertahan untuk tetap menulis. Semoga ini menjadi salah satu pemantik semangat untuk tetap produktif.
#30DWC
#Day29DWC
#squad2La2ak