Wednesday, November 8, 2023

Ada yang Kurang

    Waktu menunjukkan pukul 07:45 pagi, biasanya jam segini Alif selalu datang untuk absen. Terkadang anak-anak masih berkumpul mendengar briefing, biasa juga sudah bubar untuk beranjak ke kelasnya masing-masing. Tapi hari ini ada yang kurang, Alif tidak melihat siswa kesayangannya. Biasanya setelah briefing, Alin siswa kesayangannya pasti datang ke Alif untuk tegur sapa dan salim. 

    Ternyata hari ini berbeda dari biasanya. Alin tidak masuk sekolah kali ini. Sejak kemarin memang Alin sudah merasa tidak enak badan. Dia bercerita ke Alif kalau dua hari ini badannya terasa hangat, kepalanya kadang sakit ditambah adiknya di rumah sedang terpapar cacar. Alin khawatir kalau keadaannya dua hari belakangan adalah indikasi kalau cacar dari adiknya akan pindah ke dirinya.

    Benar saja, hari ini Alin tidak masuk karena sudah terindikasi akan terkena cacar. Badannya sudah mengeluarkan bintik-bintik kecil. Alif sempat menelpon Alin sebelum ke sekolah. Menanyakan kabarnya hari ini dan benar saja Alin tidak bisa masuk ke sekolah.

    Pertama kalinya bagi Alin mungkin tidak bisa hadir ke sekolah karena sakit dan untuk pertama kalinya juga Alif tidak melihat Alin di hari sekolah. Tanpa Alin, Alif merasa tidak seperti hari-hari sebelumnya yang dimana selalu melihat Alin. Bagi Alif, bertemu, melihat Alin dari kejauhan saja sudah cukup membuat harinya bersemangat. Alif merindukan kehadiran Alin. Alin untuk beberapa hari kedepan akan istirahat full di rumah yang berarti Alif untuk sementara tidak bisa bertemu langsung dan melihat senyuman Alin.

    Alif pun berharap Alin segera pulih, sehat dan bisa kembali ke sekolah lagi sehingga Alif bisa melihat si moodboosternya itu.

Get Well Soon Alin :)

Continue reading Ada yang Kurang

Tuesday, October 31, 2023

Studio Dongeng

    Aku menamainya Studio Dongeng. Studio dongeng ini buka di malam hari, sesuai dengan pendongengnya yang bisa berdongeng di malam hari sebelum waktu istirahat. Awalnya sebelum kunamai dengan Studio Dongeng, aku selalu mendengar catatan suara yang terkirim melalui aplikasi obrolan. Dia mengirimkan beberapa pesan suara karena lebih praktis dan lebih cepat dibandingkan dengan mengetik kalimat per  kalimat ceritanya. Yap, dia selalu excited menceritakan segala sesuatu, mulai dengan aktifitasnya dalam sehari, pengalaman baik buruk atau pengalaman lucunya hingga bercerita tentang masa depannya.

    Suatu hari aku memberanikan diri untuk request, bagaimana kalau ngobrolnya atau ceritanya langsung saja melalui sambungan telepon ? Awalnya cuman coba saja, ternyata dia pun menyambut baik. Dia juga merasa sepertinya lebih asik kalau bercerita langsung. Dia bisa mendengar langsung responku atau meminta feed back tentang cerita-cerita yang disampaikan.

    Akhirnya hampir setiap hari dia bercerita, kadang aku juga sedikit bercerita kepadanya walaupun ceritaku tidak sebanyak dia. Jadilah waktu telfonan itu kunamai Studio Dongeng. Studio dongeng ini seperti moodbooster setelah seharian beraktifitas. Makanya, setiap malam tiba kadang aku bertanya padanya, kapan studio dongeng terbuka? Dia juga tidak pernah menolak untuk membuka studio dongengnya, karena menurutnya studio dongengnya tersebut hanya dimiliki satu pelanggan spesial yaitu aku. Jadi kapan saja aku ingin mendengar dongeng darinya, dia siap membuka studionya. Beruntungnya aku bisa jadi pelanggal spesialnya :)

    Tapi belakangan sepertinya pendongengnya banyak kesibukan. Selain kesibukan yang begitu padat, dia juga sepertinya membutuhkan waktu istirahat yang banyak sehingga kadang kala durasi cerita dan bukanya Studio Dongeng lebih sedikit. Kadang studionya lupa ditutup kadang juga aku sebagai pendengar ditinggal ke dunia lain, hahaha.

    Sebagai penggemar setianya, aku pun merindukan masa-masa sebelumnya. Tapi, karena  aku sangat menyukai studio dongengku itu, aku tidak akan menuntut banyak cerita, menuntut untuk durasi buka studio seperti sebelumnya. Aku juga harus memperhatikan situasi pendongeng yang notabene adalah pendongeng idolaku, kesayanganku.

    Sekarang, biarlah studio dongengku terbuka apa adanya. Mau durasinya lama, sebentar, tidak jadi masalah. Studio dongengku tetaplah menjadi kesayanganku apapun kondisinya :) 



Continue reading Studio Dongeng

Saturday, August 12, 2023

War Is (Not) Over

Kutantang diriku untuk konsisten belajar menulis. Beberapa postingan sebelum dari tahun ke tahun pasti tentang keinginanku untuk bisa konsisten menulis di blog ini. Hasilnya ? Masih nihil. Tetap tidak ada perubahan. Entah itu karena rasa malas yang melanda atau tak ada motivasi untuk menulis.

Beberapa item pendukung untuk membuatku produktif dan konsisten untuk menulis aku adakan. Membeli course menulis, membeli buku tentang tips dan trik menulis dan lainnya. Sampai akhirnya kutemukan metode supaya bisa istiqomah dalam menulis

Menantang diri menulis selama 30 hari tanpa henti. Sebuah metode yang pernah aku ikuti tahun lalu. Metode ini dibilang cukup membuat aku untuk "memaksa" menulis. Tergabung dalam grup dimana kami dibagi pertim dan satu timnya ditunjuk satu orang untuk menjadi pencari yang hilang.

Aku lalu memakai tantangan itu kembali tapi, untuk edisi kali ini aku mengajak siswa ajaib yang ku ajar untuk mengikuti tantangan ini. Anaknya memang suka dengan dunia tulis-mebulis. Berbekal beberapa kali mengoobrol sampai melihat status-status yang dia buat membuat aku kepincut. Aku pun melihat ada potensi besar yang ada pada dirinya, sayang sekali potensi itu di tidak diasah

Melalui obrolan pesan WhatsApp aku mengajaknya untuk melakukan challange ini. Karena dia menyukai aktifitas literasi, dia pun langsung mengiyakan. Bahkan dia sangat antusias di tantangan ini. Dia juga berharap dengan challange ini kemampuannya dalam menulis juga bisa terasah. 

Sekarang, di penghujung tantangan menulis 30 hari ini pun telah berakhir. Masih tidak percaya rasanya bisa sampai di titik ini walaupun diantara kami berdua aku yang paling banyak kena punnishmen. Ucapan terima kasih kepadanya yang setia menemani sampai akhir tantangan ini. Berharap ke depan aku dan dia bisa melewati kegiatan-kegiatann seru lainnya bersama.

30 Hari Menulis Random 

Continue reading War Is (Not) Over

Wednesday, August 9, 2023

Ms Senja

Ms Senja, Begitu Rian memberikannya julukan. Ms. Senja adalah seorang gadis yang sangat suka dengan langit dan teman-temannya. Sosial medianya mendominasi dengan postingan - postingan keindahan langit dan teman-temannya. Rian lebih tua daripada Ms. Senja. Ms. Senja dia sematkan kepada seorang gadis yang memang dia kagumi karena melihat beberapa hari sejak berteman di sosial media sering melihat update langit senja. Bahkan di kontak HPnya dia menamakan dengan nama "Gadis Senja" di belakang nama panggilan gadis tersebut.

Kurang lebih sudah setahun Rian telah mengenal Ms. Senja. First Impression Rian ke si Ms Senja seorang yang pintar, berwawasan yang luas. Makin lama kenal, Rian makin mengagumi si Ms. Senja ini. Pembawaan yang tenang, sopan bersikap, tutur kata yang sempurna. Ms Senja juga sangat pandai dalam bermain game. Beberapa game online di Handphone Ms Senja bisa disebut pro player karena kelihaiannya.

Belakangan Rian mulai dekat dengan Ms. Senja. Komunikasi mereka terjalin sangat baik dann bahkan semakin intens. Ms Senja membuat hari-hari Rian lebih bermakna. Rian juga lebih produktif mengarungi hari-harinya. Ms Senja adalah moodboosternya. Rian seperti mendapat suntikan semangat lebih jika telah berkomunikasi atau bertemu dengan Ms Senja. Salah satu karakter yang sangat disukai oleh Rian dari Ms Senja adalah "care"nya terhadap sesuatu. 

Rian dan Ms Senja sama-sama memiliki selera musik yang sama, meskipun perbedaan usia keduanya agak jauh berbeda. Ms Senja menyukai lagu-lagu yang populer di jaman Rian, bahkan menyukai lagu-lagu classic rock tahun 80-90an. Hal itu pula yang membuat Rian semakin kagum.

Rian tipe orang yang jarang bercerita. Selama bertahun-tahun Rian berperan sebagai pendengar yang baik pada orang-orang yang bercerita kepadanya. Tetapi beda cerita setelah bertemu dengan Ms Senja ini. Rian menemukan tempat cerita yang pas. Rian merasa nyaman bercerita ke Ms Senja. Rian seperti menemukan sesuatu yang lama dia cari.

Saat ini hubungan Rian dan Ms Senja semakin dekat. Mereka saling melengkapi satu sama lain. Rian berharap bisa terus bersama dengan moodboosternya tersebut. Tinggal bagaimana takdir membawanya.

Continue reading Ms Senja

Tuesday, August 8, 2023

Alif dan Asmaranya (1)

Umur Alif sekarang sudah menginjak kepala tiga, dimana teman-teman sebayanya sudah berkeluarga.  Untuk urusan asmara, Alif memang tidak seperti teman-temannya. Sejak SMA, saat teman-temannya gencar-gencarnya mencari pasangan, Alif tetap biasa saja. Bukannya dia tidak tertarik dengan gadis atau tidak tertarik menjalin hubungan dengan gadis, Alif hanya merasa ribet jika harus berpacaran. Alif melihat teman-temannya yang berpacaran kadang lupa waktu, kadang melakukan hal yang tidak masuk akal untuk pacarnya dan masih banyak hal lain yang membuat Alif tidak mau berpacaran.

Saat kelas 3 SMA sempat ada yang mendekati Alif, adik kelasnya. Adik kelasnya itu mulai mendekati Alif saat pembelajaran produktif, kebetulan Alif anak SMK. Mereka berdua semakin hari semakin akrab. Alif sempat menaruh hati kepada adik kelasnya tersebut tetapi Alif tidak ingin berpacaran sedangkan Adik kelasnya ini ingin kepastian. Dia ingin Alif menyatakan perasaannya kepadanya. 

Hubungan keduanya semakin intens. sering bertemu di sekolah dan sering terlihat bersama. Teman-teman adik kelasnya pun sudah mengklaim bahwa Alif sudah berpacaran dengan teman kelasnya tersebut. Tapi Alif tetap dengan pendiriannya, tidak ingin pacaran. Kalau pun hubungan ini berlanjut biarlah menjadi hubungan tanpa status. Tapi karena adik kelasnya ini ingin kepastian, akhirnya perlahan dia menjauh. Pelan-pelan komunikasi yang sebelumnya intens menjadi lebih renggang sampai akhirnya kembali ke keadaan semula. Si Adik kelas dekat dengan orang lain dan Alif tetap dengan keadaannya

Masuk kuliah, Alif tetap menikmati kesendiriannya. Awal-awal perkuliahan Alif sempat suka dengan teman satu kelasnya, tapi dia kembali berfikir, lebih baik dia berteman saja supaya hubungannya tetap baik sampai selesai kuliah nanti. Alif sempat mengutarakan cinta kepada seorang temannya dari fakultas lain yang dia kenal dari temannya. Hubungan mereka baik sampai akhirnya Alif mengutarakan perasaannya, tapi jawaban dari perempuan itu mengambang, katanya dia tidak menerima Alif tapi tidak juga menolak Alif. Alif pun berkesimpulan kalau itu adalah penolakan secara halus. Setelah itu hubungan mereka masih berlanjut sebagai teman seperti awal mereka kenal.


bersambung....



Day

Continue reading Alif dan Asmaranya (1)

Alif Bertemu dengan Penasarannya

 Tahun ajaran baru pun dimulai. Alif kebagian empat kelas tahun ini dimana sebelumnya hanya dua kelas. Empat kelas terdiri dari empat jurusan berbeda. Jurusan Akuntansi, Administrasi perkantoran, Busana dan multimedia. Alif pun memulai petualangan barunya di tahun ajaran baru tersebut.

Alif mencari gadis yang dia temui saat beberapa acara penyambutan siswa baru sebelumnya. Ternyata anak itu berada di jurusan Akuntansi. Sayangnya di pertemuan petama, Alif tidak bisa masuk, Dia digantikan oleh temannya untuk mengisi kekosongan. ALif harus melakukan presentasi kepada orang-orang Dinas Pendidikan yang telah hadir dalam kegiatan bersama kepala dan waki kepala sekolah.

Waktunya pun tiba. Alif di pertemuan kedua sudah bisa masuk mengisi jam pelajaran di kelas Akuntansi, kelas anak itu. Awal masuk di kelas itu Alif sdikit terkejut, karena diantara empat kelas yang dia ajar, kelas akuntansi inilah yang paling unik. Diantaranya model-model karakter siswanya, keaktifannya dalam kelas, dan candaan-candaan lucu mereka.

Ternyata siswa yang membuatnya penasaran adalah ketua kelas. Siswa itu langsung mengirim pesan via WhatsApp  ke Alif memperkenalkan diri, Alif meresponnya dengan mengirim emoticon jempol kuning. Hari berlalu, Level penasaran Alif yang dari awal penasaran berubah menjadi kagum kepada anak ini. Bagaimana tidak, selama pembelajarannya, anak itu bisa dibilang sangat superior di kelasnya. Tugas-tugas yang diberikan oleh Alif sangat cepat di kerjakan. Begitu pula dengan sesi bertanya jawab maupun diskusi kelompok. Terlihat siswa ini sangat dominan diantara teman-temannya.

Selain dari pembelajaran, siswa ini juga sangat baik dalam berperilaku. Tutur katanya yang baik dan sikapnya yang sopan kepada guru-guru lainnya menambah rasa kagum Alif terhadap anak ini.


Continue reading Alif Bertemu dengan Penasarannya

Monday, August 7, 2023

Enaknya Tansu

Setiap berkunjung ke suatu daerah, salah satu hal yang tidak boleh untuk dilewatkan adalah kulineran. Mencoba makanan-makanan dan minuman yang ada salah agenda wajib yang harus ditunaikan. Sebelum pergi ke kampung Inggris, terlebih dahulu aku riset beberapa informasi tentang Kampung Inggris itu sendiri. Mulai dari tempat tinggal, akomodasi, transportasi dan tentu saja makanan yang ada di sana.

Ketika mencari informasi-informasi tersebut, ada satu informasi tentang kuliner yang menarik perhatianku. Namanya ketan susu. Yap, ketan susu ini sangat digemari oleh orang-orang yang sedang berada di Kampung Inggris. Sebenarnya di daerah jawa ketan susu ini sudah banyak di jual. Tapi, untuk orang-orang di luar pulau Jawa yang kebetulan berada di Kampung Inggris, Ketan susu ini menjadi salah satu menu favorit. 

Salah satu hal yang dirindukan oleh orang-orang yang sebelumnya berkunjung di Kampung Inggris karena jajanan satu ini, si ketan susu. Berangkat dari informasi tersebut akhirnya aku penasaran. Tiba di kampung Inggris, aku pun mencari info tentang keberadaan jajanan satu ini. Teman camp memberi tahu kalau makan Tansu (singkatan dari Ketan Susu) itu enaknya pagi hari sambil ngopi atau sore sambil menunggu matahari terbenam. 

Besoknya selepas pulang kursus di waktu siang sebelum sore, aku dan beberapa teman mampir di kedai yang menjual tansu itu. Tempatnya tidak jauh dari camp yang ditempuh dengan menggunakan sepeda masing-masing. Kedainya sejuk, terletak di pinggiran sawah. Setelah mengambil tempat kami langsung memesan. Perhatianku langsung tertuju ke menu Ketan Susu itu. Ternyata ada banyak variant toping. Untuk pertama aku memesan ketan susu original dan es jeruk.

Berselang lima menit, pesanan kami datang. Tansu yang kupesan pun juga telah tiba. Aku mengamati tansu tersebut. Kalau di Makassar, Ketan itu dimakan dengan serundeng yang asin, ditambah dengan sambel atau telur atau ikan asin. Nah disini disajikan berbeda, ketannya diberi kelapa parut biasa diatasnya dan diberi toping susu kental manis. Agak aneh first impression dengan si tansu ini. Kok bisa ketan dibuat seperti ini ? Belum lagi dengan toping-toping lainnya ? Ada yang pakai toping cokelat, kerju, selai, kacang dan lain-lain. Kuambil satu sendok, dan jlebb. Wah ternyata enak. Perpaduan ketan yang gurih dan manisnya kental manis dan kelapa parut membuat rasanya menurutku pas. Aku pun langsung penasaran dengan toping-toping lainnya.

Continue reading Enaknya Tansu

Saturday, August 5, 2023

Listening adalah Kunci

Metode listening adalah metode yang paling bagus dalam belajar bahasa. Bahasa apapun itu karena dengan listening melatih pendengaran kita supaya familiar dengan bahasa-bahasa yang asing. Aku sendiri adalah orang Bugis. Bahasa sehari-hari di rumah 98 persen memaki bahasa bugis. Otomatis aku tahu bahasa bugis, walaupun aku belum mampu berbicara langsung memakai bahasa bugis, tapi jika ada yang mengobrol menggunakan bahasa bugis aku tahu artinya, karena sudah terbiasa mendengarkan percakapan orang-orang di rumah menggunakan bahasa bugis.

Begitu pun Bahasa Inggris. Flashback ketika kursus bahasa Inggirs di Kampung Inggris, Pare-Kediri. Tentor di tempat aku belajar memberikan sebuah wejangan yang sampai hari ini aku ingat. Beliau masih muda, aku taksir umurnya sekitar  35 tahunan waktu itu. Dia bisa berbicara dengan menggunakan beberapa Aksen seperti American Accent, British Accent, Scottish Accent, Irish Accent, Aussie Accent dan lainnya. Kemampuannya itu dia dapatkan dari listening. Ya, karena dengan banyak mendengarkan percakapan-percakapan Bahasa Inggris beliau mampu seperi itu.

Kata beliau biasakan telingamu mendengarkan percakapan-percakapan Bahasa Inggris. Entah itu melalui sebuah lagu, film, reality show yang berhasa Inggris. Yakin dan percapa metode itu lebih ampuh kau pelajari daripada harus menghafalkan 10, 20, 50, 100, 1000 vocab setiap hari, mempelajari tenses-tenses yang memusingkan, atau latihan tounge twister untuk pronounciation. 

Kunci dari belajar sebuah bahasa adalah mendengarkan, itu intinya. Dia lalu menganalogikan lagi jika kamu sebulan saja tinggal di rumah mbak-mba pedagang disana yang kesehariannya full berbahasa Jawa, percayalah kamu akan tahu banyak tentang Bahasa Jawa itu sendiri tanpa menghafalkan vocabnya, tanpa mempelajari tensesnya. 

Sontak kami semua mengangguk. Benar juga yah, selama ini metode belajar bahasa Inggrisku salah. Itulah mengapa sangat sedikit orang yang paham tentang bahasa Inggris padahal mereka belajar dari SD sampai SMA ! Kenapa ? itu karena pembelajaran kita di sekolah terlalu berfokus dengan metode-metode kuno tersebut. Terlalu sering mempelajari structure Bahasa Inggris dalam hal ini Grammar, padahal orang bule saja bingung dengan semua tenses tersebut.Kesimpulannya adalah untuk mempelajari Bahasa Asing, biasakan dulu telinga kita dengan bahasa yang kita ingin pelajari dulu. Kenalkan dulu bagimana bunyi-bunyi kalimatnya. 

Beliau meninggal dunia tahun 2021 karena sakit. Sebagai orang yang pernah belajar dengannya sangat berterima kasih atas ilmu luar biasa yang telah dia ajarkan. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah Azza Wajalla.

Continue reading Listening adalah Kunci

Friday, August 4, 2023

Sebuah Penasaran Alif

Satu semester berarkhir. Alif mengarungi semester pertamanya dengan baik dan lancar, bahkan dia sangat menyayangkan mata pelajaran yang dia ajarkan ternyata tidak diajarkan lagi di tingkat berikutnya. Artinya Alif hanya akan mengajar siswa baru tahun pertama.

Masa pendaftaran sekolah pun tiba. Sekolah dengan gencar melakukan promosi-promosi, baik promosi luring maupun promosi daring. Kekuatan terbesar promosi sekolah tahun ini datang pada promosi daringnya, kebetulan Alif diberi kepercayaan untuk mengurus segala media sosial untuk dimanfaatkan sebagai alat promosi utama.

Alif mempunyai pengalaman di bidang itu. Tempat kerja sebelumnya, dia juga mengerjakan segala bentuk promosi daring promosi sekolah. Benar saja, target pencapaian siswa baru saat itu memenuhi target, dengan kerja sama yang apik pihak sekolah dibantu oleh siswa pengurus intra sekolah.

Setelah masa penerimaan siswa baru berakhir, diadakanlah pertemuan orang tua siswa baru dengan sekolah dan dilanjutkan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. Alif yang saat itu diamanahkan sebagai penganggung jawab dokumentasi dan publikasi kegiatan. Jadi, setiap kegiatan Alif mengetahui detail-detailnya. Termasuk mengetahui terlebih dahulu beberapa nama-nama siswa.

Ada satu siswa yang menarik perhatiannya saat itu. Alif tertarik dengan nama anak itu, namanya terdengar seperti nama orang-orang Nasrani tetapi anak itu memakai pakaian muslim. Ditutup dengan masker puith, wajahnya berparas oriental dan berkacamata bulat, cocok sekali dengan bentuk wajahnya. Alif pun mengarahkan kameranya untuk membidik dan mengambil gambar anak itu untuk pertama kalinya. Kebetulan anak itu mewakili teman-temannya di jurusan yang dia ambil.

Saat Masa Pengenalan Lingkungan SIswa masih berlangsung, Alif masih bertugas untuk mengabadikan kegiatan tersebut. Lagi-lagi Alif merasa Exicted dengan para siswa baru ini, termasuk siswa yang sebelumnya dia abadikan pertama kalinya. Selama kegiatan berlangsung beberapa kali anak itu tampil untuk berbicara, bertanya dan kebetulan duduk paling depan. Dalam benaknya, Alif sangat penasaran bagaimana anak ini saat pembelajaran nanti ?

Continue reading Sebuah Penasaran Alif

Perjalanan Ke Kampung Inggris

Perjalanan kurang lebih satu setengah jam dari Makassar menuju ke Bandara Juanda Surabaya. TIba di sana kira-kira pukul 17.30. Aku lupa ternyata di Surabaya itu termasuk Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB). Pantas saja, jam segitu masjid-masjid sudah mengumandangkan shalawat yang sebentar lagi akan menunaikan shalat magrib.

Agak lain sebenarnya karena kalau di Makassar sendiri, pukul setenah enam sore itu masih terang benderang, Masjid baru mengumandangkan shalawat biasanya 5 menit sebelum pukul 6 sedangkan disini, setengah enam sudah hampir adzan. Berarti dua bulan kedepan aku harus beradaptasi dengan kondisi ini.

Selanjutnya saat perjalanan menuju desa Tulungrejo, kecamatan Pare dimana kampung Inggris itu berada. Sebelum berangkat ke Kediri, aku sudah booking travel untuk perjalanan menuju ke Kampung inggris. Travelnya sudah stand by menunggu di Bandara. Setelah mengambil koper dan barang, langsung ku hubungi. Ternyata travelnya juga membawa beberapa orang dengan tujuan yang sama, ke Kampung Inggris. Mobilnya mini bus dan sepertinya aku dan teman aku adalah penumpang terakhirnya. Karena merokok, teman aku duduk di samping supir dan aku memilih duduk di kursi paling belakang.

Perjalanan menuju kampung Inggris memakan waktu sekitar 3 jam. Sekali singgah untuk makan malam, kebetulan waktu sudah menunjukkan waktu makan malam di tengah perjalanan. Dalam perjalanan aku berbincang dengan penumpang lainnya. Ada dua orang perempuan yang satu seat denganku. Mereka sama dengan ku, ini pertama kalinya  ke Kampung Inggris. Mereka masih kuliah semester akhir, ke kampung Inggris sambil menunggu waktu wisudanya. Selama kurang lebih tiga jam akhirnya kamai pun sampai di desa Tulung Rejo tempat Kampung Inggris Itu berada.


bersambung


Continue reading Perjalanan Ke Kampung Inggris

Thursday, August 3, 2023

Wali Kelas

Sejak menjadi seorang guru tahun 2014, belum sekali pun aku menjabat sebagai wai kelas. Tahun 204 dulu, aku hanya guru mata pelajaran produktif di salah satu sekolah swasta dimana aku hanya datang di sekolah ketika ketika punya jam pelajaran. Tiga tahun berselang, aku diterima di sekolah yang baru. Saat itu diamanahkan sebagai shadow teacher meranngkap sebagai partner wali kelas.


Aku baru mendapatkan istilah seperti itu, karena selama sekolah belum pernah mendapatkan istilah partner wali kelas atau wakil wali kelas, apalagi partner wali kelas. Aku diamanhkan untuk mengajari di kelas 5 SD. Sebagai shadow aku bertanggung jawab kepada salah satu siswa yang spesial. Dia harus didampingi dalam pembelajaran. Tugas selanjutnya adalah sebagai partner wali kelas. Saya ditugaskan langsung oleh wali kelasnya sendiri. 


Tidak terlalu banyak tugas wakil wali kelas ini. Memang kebetulan yang banyak tugasnya adalah wali kelas. Aku hanya mendukung wali kelas dalam pelaksanaan tugas-tugasnya. Jika wali kelas tidak ada, disitu aku baru menggantikan perannya dan melaporkan segala perkembangan dan aktifitas siswa. Sekitar satu semester lebih amanah itu aku emban, selanjutnya aku ditugaskan di bagian media dan publikasi sekolah selama kurang lebih empat tahun


Setelah sekitar empat tahun lebih berkarir di sana, aku pun memutuskan untuk hengkang. Aku pun menemukan sekolah yang baru lagi. Kali ini aku di amanahkan untuk mengajar, aktifitas yang empat tahun belakangan tidak ku kerjakan. Selama satu semester berjalan baik, Masuk di semester berikutnya aku pun diamanahkan memegang kelas. Amanahnya menjadi Wakil Wali kelas dan disiapkan untuk menjadi wali kelas sementara karena Wali kelas sebenarnya akan cuti untuk melahirkan.


Saat inilah aku merasakan bagaimana menjadi seorang wali kelas sebenarnya karena sebelumnya aku hanya menjadi pendamping dari wali kelasnya. Tugas dari wali kelas ini lumanyan kompleks, Mulai dari mendampingi dan mengawasi kegiatan siswa baik itu dari sisi akademik dan non akademiknya, memantau kehadiran, menjalin komunikasi dengan orang tua/wali murid, monoitoring perkembangan siswa, membina karakter dan etika, dan menangani masalah-masalah yang terjadi di kelas.


Selama partner wali kelasku cuti, aku mengambil peran itu sampai dia masuk kembali. Pada tahun ajaran baru ini, ternyata diberikan amanah menjadi wali kelas. Yak, kali ini bukan lagi menjadi sebagai wakil atau partner yang mendampingi wali kelas.

Sebuah pengalaman baru. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan baik.

Continue reading Wali Kelas

Tuesday, August 1, 2023

Menuju Kampung Inggris

 Aku ingat saat masih semeseter dua kuliah, teman-teman ingin sekali untuk belajar Bahasa Inggris ke Kampung Inggris, Kediri Jawa Timur. Kebetulan ada salah satu teman kelas kami yang sudah kesana sebanyak dua kali dan menceritakan pengalamannya belajar Bahasa Inggris di sana. Nah, dari cerita-cerita tersebut beberapa teman tertarik untuk mencoba pengalaman belajar Bahasa Inggris di sana.

Wacana untuk berangat bersama-sama pun muncul. Rencananya liburan akhir semester setelah final test bisa dijadikan waktu yang tepat untuk berangkat ke sana, jadi bisa menabung dulu, karena uang yang dipakai ke sana mungkin lumayan besar karena akomodasi dan transportasi jadi harus ada waktu untuk menabung.

Akan tetapi, wacana itu pun hanya bertahan sampai kami selesai kuliah, hahaha. Sampai akhirnya salah satu dari kami pun berangkat kesana setelah wisuda. Dia kesana karena mengikuti kakaknya yang lebih dulu berangkat satu bulan sebelumnya. Kurang lebih dua bulan dia kampung Inggris. Pulangnya, dia menceritakan pengalaman belajarnya. Dia juga memberi insight-insight bahwa belajar bahasa Inggris itu ada metodenya yang bagus yang sebenarnya kita tidak usah datang ke sana untuk belajar. Belajar di rumah pun bisa.

Saat itu posisi ku sudah bekerja tapi sudah berencana resign di bulan berikutnya. Nah, mumpung nanti kalau resign belum ada kegiatan, sepertinya pergi ke kampung Inggris bisa jadi opsi. Kebetulan satu teman aku juga tertarik pergi ke sana. Janjianlah kami, setelah satu atau dua pekan setelah aku resign kita berangkat ke Kampung Inggris.

Alhamdulillah, semua rencana berjalan dengan lancar. Sampai tiga hari sebelum berangkat semua persiapan sudah siap. Aku pun janjian bertemu di Bandara dengan temanku. Agak takut karena kami berdua baru pertama kali bepergian jauh ditambah dengan naik pesawat dan mengurus semuanya sendiri.

Continue reading Menuju Kampung Inggris

Monday, July 31, 2023

Earphone Sahabat Karibku

Setiap orang pasti mempunyai barang kesukaannya masing-masing. Begitu pun saya. Aku punya barang favorit. Apa itu ? Itu adalah earphone. Orang disini biasanya sebut dengan headset. Padahal, headset dan earphone berbeda walaupun memiliki funsi yang sama. 

Kalau  headset memiliki kemiripan dengan headphone,  Bentuknya sama-sama menutup daun telinga. Perbedaannya terletak  pada mikrofon yang terpasang. Headset merupakan gabungan antara mendengarkan audio dan berbicara atau berkomunikasi. Headset umumnya digunakan untuk melakukan panggilan audio atau video. 

Sedangkan  Earphone merupakan perangkat untuk mendengarkan audio sama dengan headset dan headphone. Akan tetapi ukuran earphone yang  kecil. Sehingga ia mudah untuk di bawa ke mana-mana. Apalagi sekarang kualitas suara yang dihasilkan earphone semakin menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Karena hobi ku adalah mendengarkan lagu, jadi earphone ini merupakan barang wajib yang kubawa. Entah saat kerja atau saat sekolah dulu. Entah sudah berapa kali aku membeli earphone. Mulai dari harga yang paling murah yang suaranya seperti kaleng rombeng hingga harga yang agak lumayan. 

Aku paling suka dengan earphone yang bentuknya itu empuk masuk di telinga. Earphone yang mempunyai karet di setiap ujungnya, sehingga memungkinkan untuk dibersihkan. Suaranya juga lebih deep karena ujungnya ngepas di telinga.

Earphone ini bisa dibilang adalah sobat karib ku. Sudah menemani sejak masih sekolah sampai sekarang aku kerja. Apalagi pekerjaanku sekarang bagian publikasi dan dokumentasi dimana memeriksa sound dari sebuah video yang kubuat harus bagus. Entah itu gangguan noise dari hasil rekaman atau memeriksa apakah ada suara yang bocor. 

Earphone juga sering menemani jika sedang telponan. Rasanya lebih nyaman saja jika menerima telepon dan mengobrol menggunakan earphone, lebih praktis. Earphone juga sering menemaniku saat tidur. Sampai-sampai beberapa earphone ku dulu kabelnya kusut gara-gara tertekan dengan posisi tidur. Untung tidak putus. Hehehe

Selain mendengarkan lagu dan menelpon, earphone ini juga sangat enak dipakai untuk mendengarkan podcast, murottal, atau ceramah/kajian yang ada di Internet. Pokonya earphone ini adalah sahabat sejatiku :) 


Day 20

Continue reading Earphone Sahabat Karibku

Sunday, July 30, 2023

Semester Pertama 2023

Beberapa hari yang lalu, aku melihat sebuah postingan di applikasi threads. Isinya menuliskan :
"Umur udah beranjak dewasa, orang tua semakin menua dan aku belum bisa menjadi apa-apa"

Melihat postingan tersebut, aku seperti ditampar kenyataan. Postingan itu sangat relate dengan kondisiku saat ini. Aku belum bisa membahagiakan orang tuaku di saat usiaku sudah menginjak kepala tiga.

Tepat hari ini menunjukkan pertengahan tahun 2023. Menatap 2023 dulu dengan optimis. Bisa lebih produktif, bahagia, dan semua yang baik-baik bisa didapatkan di tahun shio monyet ini. Masih banyak resolusi atau keinginan-keinginan dari tahun-tahun sebelumnya yang belum bisa diwujudkan berharap di tahun ini beberapa keinginan tersebut bisa direalisasikan.

Awal tahun lumayan optimis, bertemu dengan beberapa kawan untuk membahas masa depan. Setidaknya bisa lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya.

Tapi tidak segampang yang dikira. Kita sebagai manusia bisa berencana tapi Allah yang menentukan. Allah tahu yang mana yang lebih baik untuk hamba-Nya. Tahun ini berat. Bulan ketiga tahun ini, aku harus kehilangan nenek untuk selama-lamanya. Nenek yang aku rawat bersama dengan saudara di rumah ternyata harus pergi menghadap Allah lebih cepat. Yaa, itu salah satu pukulan terberat yang harus aku jalani dengan keluarga. 

Nenek tutup usia dua pekan sebelum bulan Ramadhan, membuat Ramadhan tahun ini begitu berbeda tanpa kehadiran mendiang nenek. Paling merasakan kehilangan pasti adalah mama. Butuh waktu lama untuk bisa menghilangkan lukanya. Bahkan, sampai saat ini, efek meninggalnya nenek berpengaruh ke kesehatannya

Pukulan berat pun kembali muncul tiga bulan berselang. Paman yang juga sepupu satu kali mama meninggal dunia. Kepergiannya pun tidak terduga oleh semua keluarga karena beliau tidak sedang sakit dan rajin berolahraga. Beliau salah satu sepupu mama yang paling peduli dengan keluaga mama, terutama nenek. Beliau juga yang berjasa membuat aku bisa kuliah. Jadi pada saat mendengar kabar meninggalnya, betul-betul sangat merasa kehilangan. Enam bulan yang tidak mudah.

Entah kedepan bakal seperti apa kejutan-kejutan hidup menanti. Apapun itu, harapku yang paling besar adalah semoga Aku bisa membahagiakan kedua orang tuaku di sisa umurnya. Aamiin Yaa Rabbal Aalamin.


Day 19th
Continue reading Semester Pertama 2023

Saturday, July 29, 2023

Medali Lari kedua



Sekitar dua bulan lalu, teman kerja di tempat sebelumnya berkunjung ke Makassar. Janjian untuk bertemu di jam makan siang, sekalian sharing-sharing sesuatu atau apalah. Kami bertemu di rumah makan kepunyaan murid dulu sambil reuni kecil-kecilan.


Setelah ngobrol banyak, teman ku langsung menawarkan untuk ikut sebuah event lari. Event ini memang tiap tahun dilaksanakan dan termasuk dalam event terbesar di kawasan Indonesia Timur. Belakangan memang dia sering ikut event-event lagi di sekitar kampung halamannya.


Eh, ini ada eventnya Makassar Half Marathon, mauki ikut ? Karena kuliat seringki lari di statusta. Ajaknya

Kapan itu ? Deh, haruspi ada persiapan. Nanti tidak bisaka Finish. Hehehe. Jawab aku dengan nada bercanda


Dia pun menjelaskan ada beberapa kategori yang bisa kita ikuti, 5 km, 10 km, dan 21 km. Dia mengajak ikut yang 5 km saja, yang penting kita jadi finisher, kita suudah bisa dapat medalinya yang keren, punkas dia seperti mempromosikan event tersebut. Aku pun mencari tahu tentang event tersebut di sosial media, mengunjungi websitenya dan melihat deskripsi tentang event tersebut.


Aku pun tertarik. Oke, Menarik ini, Insya Allah ikutka, yang 5 km mo saja. Kebetulan yang 10 km karena jaraknya agak jauh, pendaftarannya juga agak mahal, hehehe. Sebelumnya di tahun 2014 pernah mengikuti event lari, perbedaannya saat itu aku mengambil kategori 3 km. Nah, sekarang waktunya naik kelas. Jarak 5 km pun aku pilih.


Satu bulan sebelum event berlangsung, aku rutin untuk latihan. Seminggu bisa tiga kali latihan untuk sekedar menjadi finisher di 5 kilometer. Awal-awal memang sulit, aku yang biasa hanya kuat maksimal 3 kilometer. Tapi dengan latihan rutin akhirnya bisa mencapai 5 km sekali race.


Continue reading Medali Lari kedua

Friday, July 28, 2023

Mulai Mengajar

 Semester Genap pun bergulir. Alif diamanahkan untuk mengampu mata pelajara TIK. Kepala sekolah sudah memberikan akses penuh kepadanya supaya bagaimana anak-anak di sekolahnya itu belajar dengan baik di bidang TIK. Semester pertamanya diberikan dua kelas. Karena mayoritas dari masing-masing kelas perempuan, Alif sebenarnya agak nervous, secara Alif lingkungannya kebanyakan laki-laki dan dia belum tahu bagaimana mengajar kelas yang mayoritas anggotanya adalah perempuan.

Tapi Alif harus melakukannya. Kelas pertamanya dimulai saat siang setelah jam istirahat kedua. Jam-jam kritis. Waktu dimana siswa banyak mengantuk di jam tersebut. Benar saja, suasa kelas saat dia masuk pun ada beberapa siswanya yang sedang tidur di bangkunya.

Ketua kelas pun menyiapkan teman-temannya untuk pembelajaran Alif. 

"Besedia, beri salam !" Perintah ketua kelasnya

Alif menjawab salam. Melihat absen yang dia bawa. Dia langsung memeriksa kehadiran para siswanya di pertemuan pertama. Setelah itu baru memperkenalkan diri. Alif disambut dengan baik saat itu. Siswanya exited untuk mata pelajaran yang akan dibawakan oleh Alif karena di semester sebelumnya, hanya belajar via daring dikarenakan kondisi saat itu mash dilanda pandemi covid-19.

Setelah jam pelajaran selsai, Alif pun kembali ke ruangan guru mereview kembali materi yang telah disampaikan. Melihat perangkat pembelajarannya. Kelas pertama Alif lumayan lancar, walaupun menurutnya masih ada yang kurang saat mengajar tadi, Tapi ya sudahlah, nanti diperbaiki di pertemuan selanjutnya.

Begitu pun dengan kelas pertama Alif di kelas satunya. Hampir sama dengan kelas yang pertama tapi di kelas ini pembelajarannya sebelum siang, jadi saat aktif-aktifnya siswa. Pada kelas ini juga berlajalan dengan lancar. Alif pun mulai menikmati mengajar di sekolah barunya tersebut.


Bersambung...

Continue reading Mulai Mengajar

Obrolan Kawan Lama

Rabu pagi pertengahan bulan Oktober, notifikasi telepon selulerku berdering beberapa kali. Ku cek ternyata ada beberapa obrolan di grup WhatsApp perihal ajakan nongkrong bersama teman-teman kelas kampus. Mungkin sekitar tiga tahun lebih setelah lulus waktu itu. Sudah sangat lama bisa berkumpul bersama-sama lagi. Biasanya waktu kuliah hampir setiap hari berkumpul dengan teman-temanku ini. Karena kesubikan masing-masing akhirnya kami sudah jarang berkumpul.

Kami pun membuat janji, selepas waktu maghrib berkumpul di kafe salah satu teman kampus kita. Semua memberikan jemotion jempol kuning, pertanda orang-orang sudah cocok dan setuju dengan waktu dan tempatnya. Lepas pulang kerja pulang dulu ke rumah untuk ganti pakaian karena tempat kerja dan lokasi nongkrong lumayan dekat. 

Sebelum magrib akupun bertolak ke lokasi, berencana untuk shalat magrib di masjid dekat sana. Setelah shalat aku langsung ke kafe teman yang sudah dijadikan berkumpul. Terlihat teman yang punya kafe sedang berada di belakang meha barnya membuat pesanan minuman untuk pelanggannya. Dia melihatku dan mempersilahkan tempat yang sudah dia atur. 

Sepuluh menit berselang datang teman yang lain, menyusul yang lainnya. Kami pun terlibat percakapan kecil sembari menunggu teman-teman yang lain. Seperti biasa, ketika teman lama berkumpul topik yang selalu dibahas tentang masa lalu. Masa-masa kuliah kemarin, kejadian-kejadian lucu, hubungan asmara dan lain-lain. Setelah itu baru membahas tentang kesibukan masing-masing, bahas masa depan.

Personil sudah lengkap. Tak terasa sudah banyak pembahasan yang kami lalui. Tiba-tiba waktu Adzan Isya berkumandang. Salah satu teman pun langsung menskorsing forum kita. 

Sudah Adzan, ke masjid yuk shalat, ungkapnya

Kami yang lain agak heran, wah ini orang sudah berubah sepertinya. Belakangan memang updatetan status-statusnya di media sosial lebih banyak muatan tentang kajian ustdaz-ustadz kondang, quote-quote religi dan sebagainya. Selanjuta kami pun bertolak ke masjid, tapi ada juga yang masih tinggal di kafe, katanya nanti di rumah baru shalat Isyanya.

Singkat cerita setelah balik shalat berjamaah di masjid, teman yang mengajak shalat ini pun mengangkat topik tentang kehidupan, utamanya tentang kita sebagai manusia sebagai hamba Allah, wah menarik. Teman aku satu ini memang alumni pesantren dulunya, Tahun terakhirnya di SMA dia melanjutkan di sekolah negeri. Masuk kuliah dia dikenal dengan julukan Ustadz saat maba, tapi itu hanya periode maba saja. Sisanya sampai selesai kuliah, kehidupannya sama seperti pemuda lain. Sampai akhirnya dia kembali seperti anak pesantren lagi tapi mengemas dirinya lebih santai, tak kaku seperti seorang ustadz

Dari obrolan kami malam itu aku banyak belajar dari teman-teman yang lain. Banyak hikmah yang bisa diambil dari masing-masing cerita kehidupannya setelah berkaring masing-masing. Mungkin sudah tujuh tahun sejak pertemuan di kafe itu. Ada beberapa hal yang bisa kupetik, terutama tentang ibadah. 

Semoga di lain waktu, bisa kembali bersua dengan teman-teman seperjuangan lagi, bercerita tentang kerasnya dunia dan lain-lain.

Continue reading Obrolan Kawan Lama

Tuesday, July 25, 2023

Like Tahu

Tahu atau tofu, salah satu lauk favorit. Sejak kecil tahu ini sudah jadi kesukaan. Tahu ini sering menjadi hidangan pelengkap di meja makan bahkan sebagai lauk utama.  Tahu ini Kaya akan gizi, tahu menjadi bahan makanan yang menarik perhatian para vegetarian dan vegan karena kandungan protein nabati yang tinggi. Selain itu, tahu juga merupakan sumber kalsium, zat besi, dan serat, sehingga sangat baik untuk mendukung pertumbuhan tulang dan menjaga kesehatan pencernaan. Bukan hanya itu, tahu juga rendah lemak dan kalori, menjadikannya makanan yang cocok bagi mereka yang ingin menjaga berat badan, katanya orang-oranag.


Namun, kemurnian tahu tidaklah lengkap tanpa sentuhan kreatif para pengolahnya. Beragam olahan tahu telah lahir dari tangan-tangan kreatif di dapur-dapur Indonesia, menghadirkan sensasi berbeda bagi para penikmatnya Begitupun masakan-masakan tahu yang lahir dari dapur rumahku Berbagai macam olahan tahu juga sangat aku sukai. Perkedel tahu, tahu isi, tahu pedas, tahu crispy, semur tahu, tahu walik dan apapun itu yang penting olahan dari tahu suka semuanya. Masakan mama dengan bahan utama Tahu tidak pernah gagal. Segala masakan tahunya sangat enak, mungkin hal itulah yang membuat aku sangat menyukai tahu. Tahu walik salah satu variasi teranyar yang aku suka. 


Selain olahan makanan, ada juga minumannya. Orang disini menyebutnya air tahu tapi bukan dari tahu yang hancurkan, tapi dari kedelai. Pertama minum itu saat masih SD. Awalnya penasaran untuk coba, tapi setelah mencobanya waw, ini kok enak sekali. Sangat cocok diminum jika cuaca sedang terik dan keadaan haus.


Ya, begitulah makanan dan minuman serba tahu, dan memang seenak itu rasanya.

Continue reading Like Tahu

Monday, July 24, 2023

Artis Firmansyah

Cerita ini saat aku masih duduk di bangku SMP, tepatnya kelas III. Kelasku berada di lantai dua tidak jauh dari pintu gerbang utama. Jika masuk pintu utama langsung naik tangga di sebelah kanan dan menyusuri 2 koridor untuk sampai ke kelas. Saat SMP banyak sekali permainan yang aku mulai dengan teman-teman di kelas salah satunya adalah permainan Pancasila Lima Dasar. Permainan tebak-tebakan yang dimulai dari huruf pertama sesuai dengan posisi jari-jari yang dikeluarkan oleh masing-masing pemainnya.

Saat itu guru di jam pertama cepat keluar. Setelah memberikan materi dan tugas, beliau mengakhiri kelasnya karena ada rapat di ruang guru. Otomatis ada beberapa menit sebelum jam istirahat kosong. Aku dan teman sebangku memang sering main. Aku mengaja teman sebangku dan dua orang teman di depanku untuk bermain pancasila lima dasar untuk mengisi waktu sambil menunggu jam istirahat pertama

Tema tebak-tebakannya saat itu pertama nama-nama negara.

"Pancasila lima daaaasar ! A, B, C, D, E,... E negara E hayo hayo !!

Kaena kami bermain sangat heboh, teman-teman yang lain dari belakang pun ikut bergabung.

"ikutka.. ikutka"

"saya juga, ikutka. Nama-Nama apa ini ?" Tanya temanku yang lain


Ayo ganti topiknya, hmmm bagaimana kalau nama-nama Artis ? Usul salah satu teman

Kami pun bermain dengan tema nama Artis


Awalnya permainan berjalan dengan lancar, seperti biasa. Kami saling melempar jawaban. Pada akhirnya kejadian lucu pun terjadi.

"Pancasila lima daaasar !"

"A,B,C,D,E,F.... F artis F


Febi Febiola ! Ferdi Hasan ! Farhan ! Fahri Albar !

Beberapa teman sudah menyebutkan jawabannya termasuk aku, tinggal dua orang yang belum. Pertaturannya kalau jadi orang terakhir yang tidak bisa menjawab, maka dia yang akan disentil oleh masing-masing pemain yang sBudah menjawab.


TIba-tiba salah satunya menjawab dengan suara lantang saat suasana lagi hening.

"FIRMANSYAH !!!" Teriaknya


Kami pun bingung, teman-teman perempuan yang menyimak juga bingung. Emang ada artis namanya Firmansyah ? Tanya teman

"Lah ada... penyani itu. Lagi hits sekarang"


Kami masih bingung, kok ada penyanyi namanya Firmansyah. "Firmansyah itu bukan tukang galon depan rumahmu kah ? Celoteh aku. "bukan... ada penyanyi Firmansyah namanya yang sama ceweknya menyanyi" berusaha membela jawaban


Memang yang bagaimana lagunya itu Firmansyah ? Tanya salah satu teman perempuan juga penasaran dengan Firmansyah

"ituee... yang lagunya pecinta wanita. Aku memang pecinta wanitaaaa namun ku bukan buayaa"


Sontak suasana pun berubah. Kami semua ngakak berjamaah gara-gara jawaban Firmansyah ini. Ternyata yang dimaksud adalah Irwansyah. Kami pun jeda bermain karena beberapa teman tidak mampu menahan tawa. Setiap mendengar kata Firmansyah pasti ngakak. dan pastinya jadi bahan nostalgia kalau sefan berkumpul bersama.

Continue reading Artis Firmansyah

My Yamaha F310

Gitar adalah salah satu alat musik yang bisa kumainkan. Gitar yang dulunya aku anggap sebagai alat musik yang rumit untuk dimainkan ternyata tak serumit yang aku bayangkan sebelumnya., minimal bisa memainkan semua nada dan mengerti penempatan nadanya. Memang ketika posisi kita belum bisa memainkannya, akan terlihat sangat sulit, bahkan saat itu aku saat kecil melihat orang main gitar sudah berfikir aku tak akan mampu memainkan gitar, ribet hars menghafal ini itu dan lain-lain

Ternyata saat duduk SMK, aku termotivasi untuk bisa bermain gitar. Akhirnya selepas sekolah sering-sering aku mampir ke rumah teman yang punya gitar untuk belajar. Awalnya memang susah, susah sekali. Punggung terasa sakit, jari-jari merah, pegal akibat senar gitar.

Ketika sudah agak mengerti dengan gitar, akhirnya kuputuskan untuk membeli gitar senidiri untuk dipelajari di rumah. Aku patungan dengan teman untuk membeli gitar pertamaku itu. Gitarnya bertahan sampai selesi sekolah, kira-kira satu tahun lebih gitarnya bertahan sampai akhirnya saat mahasiswa baru, gitarnya patah.

Karena gitarnya sudah rusak aku pun memak
Continue reading My Yamaha F310

Saturday, July 22, 2023

Stronghold Crusaider

 

Sejak SMP, aku suda bermain game di komputer. Ada beberapa game yang sudah aku mainkan, kebetulan kakak aku pun juga sangat suka bermain game. Kakak dulu sering ke rumah paman untuk mengerjakan tugas dari sekolahnya, kebetulan dia anak SMK jurusan TKJ (Teknik Komputer Jaringan) karena di rumah paman ada komputer.

Tapi memang otak kakak yang selalu mau main game, sesi mengerjakan tugasnya itu hanya sebentar. Kira-kira perbandingannya 30 persen tugas dan 70 persen itu main game. Game yang sering dia mainkan adalah permainan yang berjenis strategi. Contoh game yang sering dia mainkan alah Age of Empire. Ada beberapa versi dari Age of Empire itu sendiri. 

Selain Age of Empire, ada juga game Battle Realms. Game strategi ini juga sering dimainkan kakak. Aku hanya jadi penonton setia waktu itu. Kalau ingin dicoba, diajari sedikit demi sedikit, tapi kalau ada salah biasa auto dimarahi, soalnya kakak biasanya tidak sabaran. hehehe

Aku pun belajar sedikit demi sedikit. Setelah sudah tahu permainan dasar dari game Age of Empire, sepertinya game-game strategi yang lain sudah bisa aku mainkan dan benar saja Age of Empire beberapa vers juga game battle realms pun juga menyusul aku kuasai.

Setelah selalu memainkan kedua game tersebut, muncul lagi game strategi lain. Namanya Stronghold Crusader. Game ini dasarnya hampir sama dengan Age of Empire dan Battle Realms.Tapi, dari ketiga game tersebut Stronghold Crusader yang paling aku sukai. 

Game ini bersetting perang zaman dulu dimana pasukan salib dan pasukan muslim, seperti peperangan salib zaman dulu. Pada game ini juga terdapat misi yang bisa dimainkan sendiri dimana misinya sama dengan sejarah-sejarah peperangan zaman dahulu.

Itulah yang membuat sampai saat ini aku masih sangat suka memainkan game ini.

Ada yang mau mengajak main bersama ? Hehehe

Continue reading Stronghold Crusaider

Friday, July 21, 2023

Cita-Cita Alif

Sejak kecil, mungkin kita sudah mempunyai cita-cita. Yaa, waktu sekolah dulu pasti kita sering ditanya oleh guru ataupun orang tua atu kerabat yang lebih tua tentang cita-cita. 

"Nak, kamu kalau besar mau jadi apa ?"
"Apa cita-citamu?"

Kadang juga di isan formulir-formulir terdapat pertanyaan seputar cita-cita. Begitu pun dengan Alif yang saat ini berprofesi sebagai seorang tenaga pendidikan. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya, tidak pernah terlintas dipikirannya kalau dirinya akan menjadi seorang guru.

Saat SD ketika ditanya tentang cita-cita Alif selalu menjawab ingin menjadi pilot. Seorang pilot menurutnya profesi yang sangat keren, bisa menerbnagkan pesawat, bisa berkeliling di kota-kota di Indonesia dan lain-lain. Semakin dia tumbuh dia pun menyadari kalau dirinya takut akan ketinggian. Bagaimana mau menerbangkan pesawat yang tingginya jauh sedangkan naik ke lantai 5 sebuah gedung saja jika melihat ke bawah kepalanya sudah pusing. Akhirnya dia tidak mau membahas tentang pilot setelahnya.

Hobynya dari kecil adalah bermain sepak bola. Karena hobynya inilah dia ingin menjadi seorang pemain sepaok bola profesional. Saking besarnya kemauan untuk menjadi pemain sepak bola profesiona, SMP Alif masuk di SSB (Sekolah Sepak Bola). Kurang lebih hampir satu tahun Alif bermain sepak bola, Alif sempat berhenti beberapa bulan karena kakinya sempat mengalami cedera. Beberapa bulan tidak masuk latihan, Alif pun memutuskan untuk berhenti dan menguburkan impiannya untuk menjadi seorang pemain sepak bola profesional

Masuk jenjang selanjutnya, Alif memtuskan untuk memasuki Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Saat itu dia mengambil jurusan TKJ (Teknik Komputer Jaringan). Bukan tanpa alasan dia mengambil jurusan itu. Yaa, lagi-lagi soal cita-cita. Kali ini dia bercita-cita menjadi seorang ahli di bidang IT. Mungkin cita-cita kali ini ada secercah harapan sebab Alfi sangat menyukai dunia IT ini sampai melanjutkan ke perguruan tinggi, Alif tetap mengambil jurusan yang linear dengan jursannya di SMK, yaitu Informatika

Sayangnya Alfi tidak lulus di jurusan tersebut. Alif justru lulus di jurusan Elektro dan lebih parahnya lagi Alif tidak tahu bahwa dia lulus di jurusan yang diproyeksikan untuk menjadi seorang guru nantinya.

Awalnya Alif ingin pindah, dia sudah berencana untuk tes ulang di universitas lain tahun depan supaya terhindar dari kampusnya sekarang yang dididik menjadi calon guru. Tapi ternyata Alif berubah fikiran. Alif flashback ke masa lalu saat dia mempunyai cita-cita yang ternyata tidak bisa dia wujudkan. Alif pun teringat tentang pesan dari guru ngajinya kalau kita harus percaya apa yang Allah telah berikan kepada kita. Memang kita punya rencana tapi ingat Allah yang tau apa rencana kita baik untuk kita. Kalaupun rencana kita tidak tercapai percayalah, Allah sudah siapkan sesuatu yang Indah untuk kita.

Sejak saat itu, Alif mulai berpositif thinking dengan apa yang dijalaninya. Alif mulai berprinsip 'jalanin aja dulu'. Toh kalau memang akhirnya tidak sesuai rencana setidaknya dia sudah berusaha semaksimal mungkin. Kalau berhasil sesuai rencana Alhamdulillah, kalau tidak yaa tidak masalah. Alif pun berprinsip apa yang sedang dia jalani saat ini, itulah yang terbaik. Maka maksimalkan effort di setiap hal tersebut.

Continue reading Cita-Cita Alif

Thursday, July 20, 2023

Lagu Kesukaan

 Mengenai lagu kesukaan, semua orang mungkin punya dengan pilihannya masing-masing. Ada yang suka lagunya karena dari artis atau penyanyinya, ada yang suka dari segi musiknya, ada yang dari makna lagunya dan ada pula yang karena momen tertentu sehingga bisa menyukai lagi tersebut.

Sebagai orang yang sangat suka dengan musik, aku juga punya lagu kesukaan. Sejak kecil sering sekali mendengar musik-musik classic rock. Kakak dan paman sering memainkan lagu-lagu classic rock di rumah. Kadang juga kalau main di rumah tetangga, seorang remaja laki-laki tetanggaku juga sering menyetel lagu-lagu classic rock.

Lagu-lagu classic rock menurutku sangat enak untuk didengar, tidak bosan untuk diputar ulang kembali. Sampai sekarang pun, tahun 2023 lagu-lagu classic rock tidak mati dimakan zaman.

Tentang lagu favorit ? Sebuah lagu dari band Aerosmith untuk original soundtrack film Armageddon yang berjudul I Don't Want to Miss A Thing. Yap, menurutku lagu itu benar-benar sebuah masterpiece. Sebuah karya yang 'Immortal' untuk sebuah lagu.

Aku hanya suka mendengarkannya, tidak ada rasa bosan sama sekali setiap kali mendengar lagu itu terputar di radio, televisi dan bahkan sekarang di Handphone dan gadget sudah bisa dipytar berulang kali.

Lagu ini semakin spesial, kenapa ? Aku menemukan siswaku, yang usianya terpaut jauh dariku tapi dia menyukai lagu ini. Yaaa, betul sekali. saat remaja seusianya menikmati lagu-lagu galau masa kini tapi berbeda dengan dia. Justru selera musiknya bisa dikatakan hampir sama dengan lagu-lagu yang juga aku sukai, termasuk lagu kesukaanku ini "I Don't Want to Miss A Thing"

Pernah suatu hari saat jam pulang sekolah, ada beberapa siswa yang masih belum pulang. Ada yang menunggu jemputan dan ada juga yang tinggal mengerjakan sesuatu. Kebetulan siswa ini tinggal bersama temannya menggarap karya tulis yang telah diamanahkan oleh kepala sekolah. Saat itu lagi senggang, aku pun berinisiatif meminjam speaker bluetooth yang lengkap dengan microphonenya untuk berkaroke sejenak mengisi waktu kosong. Waktu itu langsung kuputar lagu kesukaanku, I Don't Wanna Miss a Thing.

Saat menyanyikan lagu itu, sepertinya dia mendengarnya. Ketika masuk Reff dia langsung menanyakan seperti memastikan bahwa yang dia dengar adalah lagu itu. "Pak.. itu lagu Aerosmith toh ? I Don't Want to Miss a Thing bukan sih ?" Sambil bernyanyi dengan suara sumbang aku mengiyakan. Lagunya tidak kuselesaikan, selanjutnya aku menanyakan ke dia "Tau lagu itu ? Suka yah ?" Dia langsung menjawab "Iya Pak, lagu andalanku itu" Wah, sama dong lagu kesukaan kita ? sambungku

Siswaku  ini benar-benar membuatku surprise. Aku memang mengagumimya karena memang dia sangat unik dan memang se keren itu. Mungkin, karena lagu ini pula aku makin akrab dan dekat dengannya.


Continue reading Lagu Kesukaan

Wednesday, July 19, 2023

Gadis Ajaib !

Selama berkarir sebagai pendidik, sudah banyak jenis-jenis siswa yang pernah kutemui saat belajar. Berbeda-beda watak, tingkat kecerdasan, perbedaan akhlak dan masih banyak lagi. Mereka semua unik, mempunyai ciri khasnya masing-masing.

Aku pun menemukan satu siswa yang menurutku sangat unik. Bukan unik lagi, dia kusebut siswa ajaib. Siswa ini istimewa menurutku. Kecerdasannya diatas rata-rata. Kalau terlihat sekilas memang siswa ini keliahatan cerdas bin pintar. Terlihat sedikit ambis kalau kata anak jaman sekarang.

Dia terpilih sebagai ketua kelas. Walaupun dia seorang perempuan, dia mampu untuk memimpin teman-temannya. Selain kecerdasannya di atas rata-rata, tutur katanya juga sangat baik kepada orang yang lebih tua darinya, khususnya kepada gurunya. Disiplin, sopan, santun, ramah juga dia miliki.

Suatu saat pada kegiatan semarak kemerdekaan di sekolah, dia ikut di dua lomba berbeda. Menceritakan biografi tokoh dan lomba ranking 1. Pada lomba ranking 1, dia berhasil menembus putaran terakhir dan berhasil mendapatkan juara ke dua waktu itu. Prestasi yang menankjubkan menurutku karena dia berhasil menyingkirkan kakak-kakak kelasnya di babak-babak sebelumnya.

Takjubku pun kian bertambah setelah pada lomba menceritakan biografi tokoh. Dia sangat fasih dan lugas membawakan hasil dari riset yang dia telah susun sebelumnya. Membuatku takjub lagi ternyata teks yang dia hafalkan itu ada banyak lembar, aku lupa ada berapa yang pasti menurutku itu banyak. Aku pun memberi dia gelar gadis ajaib.

Rasa takjub ku makin hari makin besar pada anak ini. Pada mata pelajaranku, dia tak pernah absen, tugasnya lengkap dan dikumpul tepat waktunya. Belum lagi hasil-hasil ujiannya nyaris sempurna, amazing. Dia termasuk siswa andalanku. Aku pun banyak belajar dari si gadis ajaib ini. Sayangnya di kelas selanjutnya dia tidak lagi ku ajar secara langsung di kelas karena mata pelajaran yang kuampu hanya ada di satu tingkatan kelas saja.

Walau sudah tidak mengajarnya lagi di kelasnya berharap masih bisa terus membersamainya sampai lulus nanti. Melihatnya terpilih sebagai Best Graduation, pasti rasanya sangat bangga pernah mengajar si gadis ajaib ini.

Sehat-sehat si gadis ajaib !


Day 9

Continue reading Gadis Ajaib !

Tuesday, July 18, 2023

Tukang Dokumentasi

Menurutku, dokumentasi itu sangatlah penting. Apapun bentuknya. Gambar, video, tulisan, apapun. Dokumentasi bisa menjadi saksi bisu sejarah. Dokumentasi juga dapat menjadi bukti yang nyata sebuah peristiwa atau kejadian itu pernah terjadi. Dokumentasi juga bisa menjadi bahan refleksi diri sebagai media pembelejaran dan masih banyak lagi.

Pekerjaanku sekarang selain mengajar, juga diamanahkan sebagai pendokumentasian kegiatan-kegiatan yang ada di sekolah, khususnya untuk gambar dan video. Sejak kecil sudah sangat penasaran dengan alat yang dinamakan kamera. Setiap malam setelah pulang mengaji dari masjid biasanya bapak selalu memutar acara tv aneka satwa. Kalau menonton itu sering kepikiran, yang ambil gambar itu orangnya dimana yah ? Pasti peralatan yang dipakai itu canggih dan sebagainya dan sebagainya

Dulu bapak punya sebuah kamera analog, tapi kameranya hanya boleh digunakan pada saat-saat tertentu karena kameranya menggunakan film yang terbatas, jadi tidak boleh asal jepret. Masuk SMP Hanphone-hanphone saat itu sudah lumayan canggi. Beberapa handphone sudah dibelaki dengan sebuah kamera di belakang handphone. Kebetulan, beberapa teman-teman kelas saat itu sudah punya handpone berkamera. Aku pun mencoba dan disitulah awal mula aku sangat suka dengan kegiatan dokumentasi.

Berawal dari rasa penasaran bagaimana cara mengambil gambar atau video dari handpone sampai sekarang sudah bisa menggunakan media yang sudah jauh lebih canggih, walaupun yaa belum canggih-canggih amat. Berharap kedepannya juga bisa punya 'gear' sendiri untuk keperluan dokumentasi pribadi :)

Day 8

Continue reading Tukang Dokumentasi

Sunday, July 16, 2023

Alif, si Guru Introvret

Alif, seorang guru baru di sebuah sekolah kejuruan swasta yang terletak pada pusat kota. Dia baru saja di hire oleh rekomndasi dari teman salah satu guru senior di sana. Background Alif adalah seorang Sarjana Pendidikan Elektro, dia pernah mengajar di sebuah sekolah teknik yang ada di kampungnya selama tiga semester sampai akhirnya menerima pinangan dari guru kenalannya yang ada di kota.

Sekolah yang ditempai kali ini berbeda. Alif yang dulunya mengajar di sekolah teknik sekarang harus berhadapan dengan sekolah dengan genre bisnis dan manajemen dimana siswanya 80% adalah perempuan, sebuah hal baru bagi Alif sendiri.

Pak Arman, seorang guru olahraga senior yang sudah 23 tahun mengajar di sekolah itu. Pak Armanlah yang meminta Alif untuk mengisi kekosongan guru di sekolah tempatnya mengajar. Karena rekomendasi dari Pak Arman inilah sehingga Alif mulus masuk untuk bergabung.

Ini adalah sekolah ketiga Alif dalam karirnya sebagai Guru. Pertama saat KKN dimana itu adalah pengalaman pertama Alif dalam mengajar, dan yang kedua mengajar sekolah teknik yang berada di kampung halamannya. 

Sejatinya Alif ini adalah seorang yang introvert, lebih suka menyendiri daripada harus berinteraksi dengan orang lain. Tapi, karena jurusan kuliahnya menuntut dia harus berinteraksi dengan orang lain, khususnya siswa maka dia harus belajar step by step bagaimana membawa sifat introvertnya tersebut saat berada di sekolah.

Pada dua sekolah sebelumnya, Alif sebenarnya cukup sukses dalam menjalankan perannya sebagai Guru, terlebih saat KKN dulu yang membuatnya jatuh cinta pada dunia pendidikan. Tapi karena ingin mengupgrade diri dan ingin terus belajar, akhirnya dia memutuskan untuk mengadu nasib ke kota untuk mengajar di sana.

Bagaimana kisah Alif di sekolah barunya ?
Tantangan apa yang akan dihadapi Alif nantinya ?


bersambung

Day 7


Continue reading Alif, si Guru Introvret

Asal Berusaha Pasti Bisa

Flashback jaman sekolah dulu, ingin punya band bersama teman-teman. Drummer menjadi posisi idamakanku saat itu. Terlihat keren, punya peran vital, tidak terlalu terlalu terekspose jadi alasan mengapa ingin menjadi seorang drummer, sangat cocok sepertinya untuk orang yang introvert seperti diriku ini.

Masuk jenjang SMK, keinginan ngeband itu pun makin besar. Seorang teman mengajak untuk main ke studio musik, mencoba memainkan alat-alat musik disana. Wah, menarik ! Saya sangat penasaran untuk mencoba instrument drum, cita-citaku jika mempunyai band. 

Kami pun bertolak menuju studio musik, tidak jauh dari sekolah. Masuk dalam studio musik tanpa pikir panjang aku langsung mencoba instrumen impianku, kumainkan perlahan, perlahan. Kami masih main serabutan saat itu. Maklum, masih mencoba. Hanya dua orang yang mampu memainkan alat musik dengan baik dan dua-duanya alat musik gitar. Bass dan drum masih belum ada yang mahir. Akupun hanya bermodal 'sotta' saat itu yang melihat cara memainkan drum di video youtube hasil download di warnet dekat rumah.

Ternyata, aku tidak sanggup memainkan drum. Memainkan drum harus mempunyai kaki yang kuat untuk menabuh pedal bass drum, dan kakiku tidak sekuat itu walaupun aku mampu memainkan tempo musik.

 Aku pun memutuskan untuk mempelajari instrumen lain, yaitu gitar. Sebenarnya gitar adalah alat musik yang aku anggap alat musik yang sangat susah untuk dimainkan. Membayangkannya saja saat itu sudah membuat pusing, kunci ini kunci itu, palang ini palang itu, minor dan mayor behh.. ribet

Tapi ternyata aku jatuh hati dengan gitar. Setelah salah satu temanku mengajak ke rumahnya untuk belajar memainkan gitar, kebetulan dia punya gitar akustik dan bersedia mengajari. Sehabis pulang sekolah pasti singgah untuk sekedar memainkan sebuah lagu. Lagu Band Ungu, Demi Waktu saat itu menjadi lagu pertamaku untuk belajar. Entah berapa hari aku bisa memainkan lagu itu dengan baik, mungkin temanku bosan mendengar kalau aku memainkan lagu itu lagi itu lagi untuk belajar.

Kerena rutin dan serius untuk belajar memainkan gitar yang awalnya aku anggap sangat sulit, ternyata aku bisa memainkannya. Karena merasa sudah bisa memainkannya sendiri, akhirnya aku pun memakai tabungan untuk membeli gitar sendiri untuk kupelakari di rumah.

Dibalik perjalananku belajar memainkan gitar, aku pun belajar bahwa dengan usaha keras dan keseriusan dalam suatu hal, bukan tidak mungkin hal yang dianggap sulit awalnya akan menjadi menyenangkan setelahnya.


Day 6

 

Continue reading Asal Berusaha Pasti Bisa

Friday, July 14, 2023

Ikan Sarden Manis

 Sweet Sarden


Saat itu usiaku sekitar 15 tahun, kelas 3 SMP sepertinya. Mama dan adik perempuanku pergi ke daerah selama dua hari untuk menghadiri acara keluarga. TInggallah saya bersama Bapak, kakak laki-lakiku, three musketeers hehehe.

Kebetulan malam itu aku terlambat pulang ke rumah, berhubung saat itu masih aktif sebagai remaja masjid di TPA tempatku belajar mengaji. Kira-kira hampir jam sembilan malam baru meninggalkan masjid menuju ke rumah. Jarak rumah dan masjid juga tidak terlalu jauh, sekitar tiga ratusan meter saja. 

Lima menit berjalan kaki, akhirnya sampai di rumah.. Aku langsung bergegas mengganti pakaian. Menggunakan celana pendek bola dan jersey Inter Milan andalan. Bapak menonton berita di ruang tamu sedangkan kakakku sedang bermain game di komputernya. Karena lapar, aku langsung masuk ke dapur mencari makanan. Terlihat dua panci masih bertengger di atas kompor gas Rinnai hitam yang kotor dengan noda masakan, maklum karena mama tidak di rumah makanya kompornya kotor.

Salah satu panci aku melihat ada masakan ikan sarden. Pancinya masih terlihat penuh, seperti masih utuh setelah dimasak. Sepertinya bapak dan kakakku belum makan tapi, biasanya jam segini orang-orang sudah makan malam. Hmmm... kok tumben dalam hatiku. Kalau dari bentuk masakannya sepertinya Bapak yang masak. Ikan sarden dipadukan dengan mie instan kuah. Memang dahsyat gabungan keduanya. Ikan sarden juga salah satu makanan kesukaanku.

Aku langsung mengambil piring, sendok,dan mengambil 2 sendok nasi. Setelah itu mengambil ikan sarden di panci, 2 potong sudah cukup, karena aku suka sekali dengan kuah ikan sarden jadi ambil kuahnya agak banyak. Duduk manis di meja makan langsung makan. Suapan pertama kok aneh ? Terus ambil icip kuahnya saja lah kok manis ? Terus aku tanya ke bapak yang ada di ruang tamu,

"Paak, ini ikan sarden masih bagus kah ? Kok rasanya manis ?" tanyaku

"Anu,,, Bapak toh tadi salah liat bumbu, itu ada sari manis bapak kira micin. Mana agak banyak lagi yang dituang ke panci" sahut Kakak yang mendengar pertanyaanku

Astaga, ikan sardennya masih utuh di panci. Ternyata rasanya jadi lucu-lucu karena sudah diberikan bumbu sari manis. hahaha

Setelah peristiwa itu agak lama gagal move on dengan ikan sarden. Kalau liat ikan sarden langsung ingat rasa manis masakan ikan sarden ala bapak :) 


Day 5 

Continue reading Ikan Sarden Manis

Thursday, July 13, 2023

Gadis Berkacamata

Gadis berkacamata. Entah kenapa setiap melihat perempuan memakai kacamata itu damagenya luar biasa. Sejak kecil memang sudah senang melihat cewek-cewek yang memakai kacamata. Kalau menonton acara televisi entah itu kartun, sinetron, film, kalau memilih karakter yang disuka pasti aku memilih yang berkacamata.

Menurutku, wanita berkacamata itu unik. Mempunyai ciri khas tersendiri. Wanita yang berkacamata itu looknya terlihat cerdas, berwawasan luas, pintar. Aku menganggap perempuan berkacamata itu tahu banyak hal sehingga ketika ngobrol dengan mereka pasti ada keseruan sendiri dalam membahas sebuah topik.

Selain terlihat cerdas, kacamata juga membuat seorang perempuan itu lebih menarik penampilannya. Seperti yang dibilang tadi, damagenya luar biasa jika perempuan memakai kacamata, hhhee. Biasanya wajah perempuan-perempuan yang memakai kacamata itu lebih simetris, tidak ribet gonta-ganti gaya untuk mengambil angel foto yang bagus

Biasanya, perempuan berkacamata itu terlihat sangat serius, kalem, tenang. Mereka juga memiliki tatapan maut menurutku. Tatapannya lebih mematikan daripada perempuan yang tidak memakai kacamata. Tapi, jika kita sudah kenal baik dengan dia bukan tidak mungkin ternyata kepribadiannya gokil tidak seperti yang kita bayangkan. 

Kalau dibilang calon pendamping ideal ? Hmm.. mungkin saja. Wanita berkacamata katanya merupakan sosok pribadi yang lembut, tenang  dalam menghadapi berbagai hal atau kejadian bahkan sampai masalah sekalipun. Ketenangan dan kelembutannya itulah pasti banyak orang yang merasa nyaman ketika berada disekitarnya.

 

Continue reading Gadis Berkacamata

Wednesday, July 12, 2023

Kabar yang Tak dirindukan (2)

Dalam perjalanan menuju ke rumah, pikiranku kosong, hanya terngiang suara telepon yang baru aku dengar. Motor kupacu diantara 50-60 kilometer/jam berharap secepatnya sampai ke rumah. Panas terik seperti tidak terasa lagi saat berkendara waktu itu, padahal cuaca lagi panas-panasnya.

Tiba di rumah, motor kuparkir. Membuka helm perlahan sambil melihat keadaan rumah dari luar. Terdengar suara tangis adik perempuanku yang selama ini menjadi partner menjaga nenek saat sakit. Masuk ke rumah terlihat juga kakak menatapku dengan mata yang merah dan berkata "tidak adami indo"

Aku segera bergegas ke kamar tempat nenek dirawat, Dalam kamar suasana begitu haru. Ada Mama, adik perempuanku dan juga tetangga samping rumah yang berusaha menenangkan Mama. Melihat aku datang Mama juga berkata "Nak, tidak adami Indo'mu".

Tangisku pecah. Hatiku hancur berkeping-keping, Langsung kupeluk jasad nenekku. Aku pun menangis sekencang kencangnya. Jasadnya terus kupeluk, tak mau kulepas. Aku hanya bisa menangis sambil memanggilnya. 

"Indo.... Indo.... Pulangma'... mau kubersihkan lukata" 
"Indo....kenapa tidak tungguka dulu"

Mama menepuk punggungku berusaha menenangkan. "Ikhlas ki nak, ikhlaski, tadi nenekmu pergi dengan tenang sekali. Tidak tersiksa sama sekali waktu pergi. Bagus perginya nenekmu nak"

Aku terus saja menangis, kupandangi wajah nenek semakin tangisku pecah. 
Aku seperti hilang kontrol, sampai kepalaku terasa sakit karena tidak berhenti menangis. Seakan tidak percaya kalau hari itu adalah hari terakhir aku melihat nenek.

Keluarga dan kerabat pun bergantian datang memberikan ucapan belasungkawa. Aku masih belum beranjak dari tempat dudukku, masih belum percaya kalau nenek benar-benar meninggalkan kita.

Lama baru bisa kutenangkan diriku. Setelah tenang, aku pun mengabari beberapa teman dekat, terutama teman-teman yang juga sudah menengal nenek. 

Ketika keluarga dekat sudah berkumpul, dan menelpon ke keluarga yang ada di kampung akhirnya kami sepakat untuk membawa jasad nenek ke kampung untuk dikebumikan. Ambulance akan datang menjemput setelah shalat Magrib dan langsung bertolak ke kampung.

Aku memutuskan untuk tinggal di rumah menjaga Bapak yang juga sedang sakit. Sebenarnya aku juga ingin ikut membawa jasad nenek ke kampung dan mengantarnya ke tempat peristirahatan terakhirnya, Tapi, selain tidak ada yang menjada Bapak di rumah, aku pun tak yakin akan kuat melihat prosesi pemakamannya nanti.

Sampai sekarang, aku pun belum pernah berkunjung ke kampung untuk berziarah ke kubur nenek. Berharap nanti bisa mengunjungi kuburnya.

Nenek, orang yang sangat sabar. Sangat baik ke cucu dan cicitnya. 
Neneklah yang mengajari aku bisa lancar mengaji. Dia bisa khatam 8 sampai 10 kali bacaan Al-Qur'an kalau bulan Ramadhan.
Nenek menjadi teladan kami dalam melaksanakan ibadah-ibadah.
Neneklah yang mengajari kesabaran, kelembutan. Tutur katanya sangan santun, tak pernah membentak.

Sebagai cucunya, aku sangat bersyukur bisa berbakti untuk menemaninya di saat-saat terakhirnya.
Berkesempatan merawatnya saat sakit sampai maut menjemputnya


Selamat Jalan Nenek
Semoga Amal Ibadahmu diterima di sisi Allah
Terima kasih untuk semua yang telah kau berikan
Terima kasih untuk semua pelajaran dan teladan yang kau ajarkan
Maafkan cucumu yang sampai saat ini belum berkunjung ke kuburmu :'(

allahummaghfirlaha warhamha wa'afiha wa'fuanha
Continue reading Kabar yang Tak dirindukan (2)

Tuesday, July 11, 2023

Kabar yang Tak dirindukan (1)

Senin, 13 Maret 2023. Waktu jam istirahat di sekolah. Saya duduk di bangku bangku panjang yang ada di hall. Bersantai sejenak Sambil scrolling media sosial untuk melepas penat. Siswa lalu lalang lewat sambil membawa beragam makanan dan minuman yang akan disantap siang. Saya pun berbincang dengan salah satu siswa yang sedang duduk di bangku panjang. 

Kemudian bell pun berbunyi, pertanda jam istirahat telah usai. Para siswa pun bergegas untuk masuk ke kelas masing, saya masih belum beranjak dari tempat duduk karena masih asyik dengan scrolling media sosial. Hari itu memang agak sepi, beberapa teman guru keluar untuk membeli bahan-bahan praktek persiapan ujian dan yang lain tengah sibuk di ruangan masing-masing.

Sedang asyik menonton video tiba tiba handphone berdering, panggilan dari orang rumah, tidak biasanya. Sebenarnya saya sangat takut untuk menerima pesan ataupun telepon langsung dari rumah saat itu karena nenek di rumah sedang terbaring sakit tak berdaya. Selama kurang lebih 2 bulan nenek hanya bisa berbaring ditambah dengan banyaknya luka tekan pada punggung dan sekitaran bokongnya.

Selama dua bulan itu pun saya bersama saudara di rumah intens merawat nenek. Mengganti popok, merawat luka, memberi makan dan memberikan obat. Beruntung saya bekerja di sekolah kesehatan, jadi bisa konsultasi merawat luka yang dialami nenek.

Sebelumnya pernah menerima telepon dari rumah, biasanya adik menyuruh untuk membeli obat atau perlengkapan perawatan luka untuk nenek. Tapi kembali lagi, ketika posisi sedang tidak di rumah dan ada telepon masuk, pasti perasaan panik mengawali percakapan telepon.

Hari itu, kembali hanphone bergetar dan panggiln orang dari rumah terlihat di layar. Saat itu deringnya kubiarkan agak lama, entah kenapa perasaan tidak enak muncul. Perasaan tidak enak ini berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Akhirnya kuberanikan diri untuk menjawab, terdengar suara dari adik ipar, dengan suara agak lirih diapun membuka percakapan

 "Halo, bisa pulang ke rumah sekarang ?"

 "Indo, lagi gawat, seperti tak sadarkan diri" cakapnya

Saya pun hanya menjawab dengan singkat "tunggu, saya pulang sekarang" dilanjutkan menutup telepon. Saya pun duduk termenung, syok mendengar kabar ini. Inilah yang saya takutkan kalau menerima telepon dari rumah.

Saya mencoba untuk menenangkan diri saat merapikan barang-barang di tas, tapi air mata tak bisa kubendung. Sambil berkemas aku menangis lirih membayangkan seperti apa nanti aku saat sampai di rumah. Suasana seperti apa yang akan saya hadapi saat tiba di rumah nanti ? Seperti apa keadaan mama melihat ibunya yang sudah tidak ada ?

Aku pun bergegas tanpa berpamitan dengan siapapun di sekolah karena kebetulan tidak melihat siapapun karena waktu belajar telah mulai dan semua sudah kembali ke aktifitas masing-masing. 


Bersambung...

Continue reading Kabar yang Tak dirindukan (1)

Healing After Pusing

 Setelah melewati semester yang padat merayap akhirnya tiba waktunya untuk liburan. Mulai dari awal tahun 2023 sampai pertengan tahun ini, setumpuk pekerjaan lumayan membuat fikiran dan raga ini membutuhkan sesuatu yang dapat merefreshnya. Healing menjadi salah satu caranya.

Healing sendiri sekarang sudah sangat populer di kalangan anak muda sampai dewasa. Istilah healing ini sangat populer di pengguna sosial media. Arti kata healing itu sendiri dalam bahasa gaul masa kini merujuk kepada penyembuhan diri atau pengobatan. Arti tersebut berkaitan dengan banyak hal, terutama tentang kesehatan mental seseorang. Healing juga kadang dipakai  sebagai proses penyembuhan diri untuk mendapatkan ketenangan batin dan biasanya healing ini diaplikasikan  dengan pergi ke suatu tempat yang baru yang menyenangkan.

Setelah berpusing-pusing ria selama satu semester, akhirnya healing kali ini memilih berkunjung ke salah satu pulau di dekat pusat kota. Dermaga penyebrangan juga berada di dekat pusat kota jadi gampang untuk dijangkau. Sekitar 10 menit naik perahu kecil dari dermaga menuju pulau. Pada perjalanan menuju pulau kita disuguhkan dengan dengan pemandangan laut biru yang mempesona. Kita juga bisa melihat pemandangan kota di tengah perjalanan. Dokumentasi menjadi hal wajib pada perjalanan ini, jarang-jarang kan menyebrang pulau ? hehehe

Tiba di pulau disambut dengan teriknya sinar matahari. Kami pun bergegas untuk mencari tempat yang bisa digunakan untuk berteduh dan menyimpan barang. Setelah mendapat tempat, peralatan alat dan bahan untuk masak pun digelar dan langusung bergerak untuk menyiapkan makan siang.

Healing kali berlangsung sampai dengan terbenamnya matahari. Sayang, cuaca lagi tidak bersahabat hari itu. Awan hitam menutupi keindahan sunset di pulau. Kami pun bergegas pulang menuju kapal yang sudah menunggu di ujung pantai. Healing kali ini terasa spesial karena bersama dengan orang spesial. Berharap di lain kesempatan bisa kembali healing bersama orang spesial.


   


Continue reading Healing After Pusing

Tuesday, July 4, 2023

Scroll-Scroll eh sudah setengahnya Tahun 2023

 Scroll-Scroll eh sudah setengahnya 2023

Apa kabar resolusi, rencana, planning, target apalah namanya itu semua ?
Alhamdulillah beberapa sudah terlaksana, tapi lebih banyak yang tidak terlaksana.

Setumpuk resolusi dari tahun-tahun sebelumnya pun masih belum bisa direalisasikan. 
Setumpuk target dari tahun-tahun sebelunya pun masih belum diwujudkan.
Begitu juga dengan tulisan ini, awal tahun ingin konsisten untuk terus menulis nyatanya kesibukan dan urusan lainnya menghambat.
Tak apa, tuliskan saja. Sebagai manusia, kita hanya bisa berencana. Sisanya Allah yang akan menentukan.

Semangat mengarungi sisa tahun 2023
Semoga yang sudah direncanakan bisa diwujudkan.

Continue reading Scroll-Scroll eh sudah setengahnya Tahun 2023

Friday, February 24, 2023

Tahun Baru, Semangat baru lagi ?

 Halloooo 2023

Sepertinya sudah lama sekali tidak mampir dan menulis lagi. Kesibukan dan beberapa masalah menjadi kendala utama untuk terus menulis di sini. Pernah tahun lalu berkomitmen untuk menulis, bahkan dibarengi dengan orang dekat untuk menjadi pemantik semangat menulis. Tapii apalah daya, memang konsisten itu sangat mahal dan sangat sulit untuk dilaksanakan.

Kembali lagi, di awal tahun selalu saya menulis harapan agar bisa produktif menulis. Semoga benar di tahun ini benar-benar bisa produktif untuk menulis. Aaamiin Yaa Allah



Continue reading Tahun Baru, Semangat baru lagi ?