Friday, July 21, 2023

Cita-Cita Alif

Sejak kecil, mungkin kita sudah mempunyai cita-cita. Yaa, waktu sekolah dulu pasti kita sering ditanya oleh guru ataupun orang tua atu kerabat yang lebih tua tentang cita-cita. 

"Nak, kamu kalau besar mau jadi apa ?"
"Apa cita-citamu?"

Kadang juga di isan formulir-formulir terdapat pertanyaan seputar cita-cita. Begitu pun dengan Alif yang saat ini berprofesi sebagai seorang tenaga pendidikan. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya, tidak pernah terlintas dipikirannya kalau dirinya akan menjadi seorang guru.

Saat SD ketika ditanya tentang cita-cita Alif selalu menjawab ingin menjadi pilot. Seorang pilot menurutnya profesi yang sangat keren, bisa menerbnagkan pesawat, bisa berkeliling di kota-kota di Indonesia dan lain-lain. Semakin dia tumbuh dia pun menyadari kalau dirinya takut akan ketinggian. Bagaimana mau menerbangkan pesawat yang tingginya jauh sedangkan naik ke lantai 5 sebuah gedung saja jika melihat ke bawah kepalanya sudah pusing. Akhirnya dia tidak mau membahas tentang pilot setelahnya.

Hobynya dari kecil adalah bermain sepak bola. Karena hobynya inilah dia ingin menjadi seorang pemain sepaok bola profesional. Saking besarnya kemauan untuk menjadi pemain sepak bola profesiona, SMP Alif masuk di SSB (Sekolah Sepak Bola). Kurang lebih hampir satu tahun Alif bermain sepak bola, Alif sempat berhenti beberapa bulan karena kakinya sempat mengalami cedera. Beberapa bulan tidak masuk latihan, Alif pun memutuskan untuk berhenti dan menguburkan impiannya untuk menjadi seorang pemain sepak bola profesional

Masuk jenjang selanjutnya, Alif memtuskan untuk memasuki Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Saat itu dia mengambil jurusan TKJ (Teknik Komputer Jaringan). Bukan tanpa alasan dia mengambil jurusan itu. Yaa, lagi-lagi soal cita-cita. Kali ini dia bercita-cita menjadi seorang ahli di bidang IT. Mungkin cita-cita kali ini ada secercah harapan sebab Alfi sangat menyukai dunia IT ini sampai melanjutkan ke perguruan tinggi, Alif tetap mengambil jurusan yang linear dengan jursannya di SMK, yaitu Informatika

Sayangnya Alfi tidak lulus di jurusan tersebut. Alif justru lulus di jurusan Elektro dan lebih parahnya lagi Alif tidak tahu bahwa dia lulus di jurusan yang diproyeksikan untuk menjadi seorang guru nantinya.

Awalnya Alif ingin pindah, dia sudah berencana untuk tes ulang di universitas lain tahun depan supaya terhindar dari kampusnya sekarang yang dididik menjadi calon guru. Tapi ternyata Alif berubah fikiran. Alif flashback ke masa lalu saat dia mempunyai cita-cita yang ternyata tidak bisa dia wujudkan. Alif pun teringat tentang pesan dari guru ngajinya kalau kita harus percaya apa yang Allah telah berikan kepada kita. Memang kita punya rencana tapi ingat Allah yang tau apa rencana kita baik untuk kita. Kalaupun rencana kita tidak tercapai percayalah, Allah sudah siapkan sesuatu yang Indah untuk kita.

Sejak saat itu, Alif mulai berpositif thinking dengan apa yang dijalaninya. Alif mulai berprinsip 'jalanin aja dulu'. Toh kalau memang akhirnya tidak sesuai rencana setidaknya dia sudah berusaha semaksimal mungkin. Kalau berhasil sesuai rencana Alhamdulillah, kalau tidak yaa tidak masalah. Alif pun berprinsip apa yang sedang dia jalani saat ini, itulah yang terbaik. Maka maksimalkan effort di setiap hal tersebut.

0 komentar:

Post a Comment