Beberapa hari yang lalu, aku melihat sebuah postingan di applikasi threads. Isinya menuliskan :
"Umur udah beranjak dewasa, orang tua semakin menua dan aku belum bisa menjadi apa-apa"
Melihat postingan tersebut, aku seperti ditampar kenyataan. Postingan itu sangat relate dengan kondisiku saat ini. Aku belum bisa membahagiakan orang tuaku di saat usiaku sudah menginjak kepala tiga.
Tepat hari ini menunjukkan pertengahan tahun 2023. Menatap 2023 dulu dengan optimis. Bisa lebih produktif, bahagia, dan semua yang baik-baik bisa didapatkan di tahun shio monyet ini. Masih banyak resolusi atau keinginan-keinginan dari tahun-tahun sebelumnya yang belum bisa diwujudkan berharap di tahun ini beberapa keinginan tersebut bisa direalisasikan.
Awal tahun lumayan optimis, bertemu dengan beberapa kawan untuk membahas masa depan. Setidaknya bisa lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya.
Tapi tidak segampang yang dikira. Kita sebagai manusia bisa berencana tapi Allah yang menentukan. Allah tahu yang mana yang lebih baik untuk hamba-Nya. Tahun ini berat. Bulan ketiga tahun ini, aku harus kehilangan nenek untuk selama-lamanya. Nenek yang aku rawat bersama dengan saudara di rumah ternyata harus pergi menghadap Allah lebih cepat. Yaa, itu salah satu pukulan terberat yang harus aku jalani dengan keluarga.
Nenek tutup usia dua pekan sebelum bulan Ramadhan, membuat Ramadhan tahun ini begitu berbeda tanpa kehadiran mendiang nenek. Paling merasakan kehilangan pasti adalah mama. Butuh waktu lama untuk bisa menghilangkan lukanya. Bahkan, sampai saat ini, efek meninggalnya nenek berpengaruh ke kesehatannya
Pukulan berat pun kembali muncul tiga bulan berselang. Paman yang juga sepupu satu kali mama meninggal dunia. Kepergiannya pun tidak terduga oleh semua keluarga karena beliau tidak sedang sakit dan rajin berolahraga. Beliau salah satu sepupu mama yang paling peduli dengan keluaga mama, terutama nenek. Beliau juga yang berjasa membuat aku bisa kuliah. Jadi pada saat mendengar kabar meninggalnya, betul-betul sangat merasa kehilangan. Enam bulan yang tidak mudah.
Entah kedepan bakal seperti apa kejutan-kejutan hidup menanti. Apapun itu, harapku yang paling besar adalah semoga Aku bisa membahagiakan kedua orang tuaku di sisa umurnya. Aamiin Yaa Rabbal Aalamin.
Day 19th
0 komentar:
Post a Comment