Friday, July 28, 2023

Obrolan Kawan Lama

Rabu pagi pertengahan bulan Oktober, notifikasi telepon selulerku berdering beberapa kali. Ku cek ternyata ada beberapa obrolan di grup WhatsApp perihal ajakan nongkrong bersama teman-teman kelas kampus. Mungkin sekitar tiga tahun lebih setelah lulus waktu itu. Sudah sangat lama bisa berkumpul bersama-sama lagi. Biasanya waktu kuliah hampir setiap hari berkumpul dengan teman-temanku ini. Karena kesubikan masing-masing akhirnya kami sudah jarang berkumpul.

Kami pun membuat janji, selepas waktu maghrib berkumpul di kafe salah satu teman kampus kita. Semua memberikan jemotion jempol kuning, pertanda orang-orang sudah cocok dan setuju dengan waktu dan tempatnya. Lepas pulang kerja pulang dulu ke rumah untuk ganti pakaian karena tempat kerja dan lokasi nongkrong lumayan dekat. 

Sebelum magrib akupun bertolak ke lokasi, berencana untuk shalat magrib di masjid dekat sana. Setelah shalat aku langsung ke kafe teman yang sudah dijadikan berkumpul. Terlihat teman yang punya kafe sedang berada di belakang meha barnya membuat pesanan minuman untuk pelanggannya. Dia melihatku dan mempersilahkan tempat yang sudah dia atur. 

Sepuluh menit berselang datang teman yang lain, menyusul yang lainnya. Kami pun terlibat percakapan kecil sembari menunggu teman-teman yang lain. Seperti biasa, ketika teman lama berkumpul topik yang selalu dibahas tentang masa lalu. Masa-masa kuliah kemarin, kejadian-kejadian lucu, hubungan asmara dan lain-lain. Setelah itu baru membahas tentang kesibukan masing-masing, bahas masa depan.

Personil sudah lengkap. Tak terasa sudah banyak pembahasan yang kami lalui. Tiba-tiba waktu Adzan Isya berkumandang. Salah satu teman pun langsung menskorsing forum kita. 

Sudah Adzan, ke masjid yuk shalat, ungkapnya

Kami yang lain agak heran, wah ini orang sudah berubah sepertinya. Belakangan memang updatetan status-statusnya di media sosial lebih banyak muatan tentang kajian ustdaz-ustadz kondang, quote-quote religi dan sebagainya. Selanjuta kami pun bertolak ke masjid, tapi ada juga yang masih tinggal di kafe, katanya nanti di rumah baru shalat Isyanya.

Singkat cerita setelah balik shalat berjamaah di masjid, teman yang mengajak shalat ini pun mengangkat topik tentang kehidupan, utamanya tentang kita sebagai manusia sebagai hamba Allah, wah menarik. Teman aku satu ini memang alumni pesantren dulunya, Tahun terakhirnya di SMA dia melanjutkan di sekolah negeri. Masuk kuliah dia dikenal dengan julukan Ustadz saat maba, tapi itu hanya periode maba saja. Sisanya sampai selesai kuliah, kehidupannya sama seperti pemuda lain. Sampai akhirnya dia kembali seperti anak pesantren lagi tapi mengemas dirinya lebih santai, tak kaku seperti seorang ustadz

Dari obrolan kami malam itu aku banyak belajar dari teman-teman yang lain. Banyak hikmah yang bisa diambil dari masing-masing cerita kehidupannya setelah berkaring masing-masing. Mungkin sudah tujuh tahun sejak pertemuan di kafe itu. Ada beberapa hal yang bisa kupetik, terutama tentang ibadah. 

Semoga di lain waktu, bisa kembali bersua dengan teman-teman seperjuangan lagi, bercerita tentang kerasnya dunia dan lain-lain.

0 komentar:

Post a Comment