Sweet Sarden
Saat itu usiaku sekitar 15 tahun, kelas 3 SMP sepertinya. Mama dan adik perempuanku pergi ke daerah selama dua hari untuk menghadiri acara keluarga. TInggallah saya bersama Bapak, kakak laki-lakiku, three musketeers hehehe.
Kebetulan malam itu aku terlambat pulang ke rumah, berhubung saat itu masih aktif sebagai remaja masjid di TPA tempatku belajar mengaji. Kira-kira hampir jam sembilan malam baru meninggalkan masjid menuju ke rumah. Jarak rumah dan masjid juga tidak terlalu jauh, sekitar tiga ratusan meter saja.
Lima menit berjalan kaki, akhirnya sampai di rumah.. Aku langsung bergegas mengganti pakaian. Menggunakan celana pendek bola dan jersey Inter Milan andalan. Bapak menonton berita di ruang tamu sedangkan kakakku sedang bermain game di komputernya. Karena lapar, aku langsung masuk ke dapur mencari makanan. Terlihat dua panci masih bertengger di atas kompor gas Rinnai hitam yang kotor dengan noda masakan, maklum karena mama tidak di rumah makanya kompornya kotor.
Salah satu panci aku melihat ada masakan ikan sarden. Pancinya masih terlihat penuh, seperti masih utuh setelah dimasak. Sepertinya bapak dan kakakku belum makan tapi, biasanya jam segini orang-orang sudah makan malam. Hmmm... kok tumben dalam hatiku. Kalau dari bentuk masakannya sepertinya Bapak yang masak. Ikan sarden dipadukan dengan mie instan kuah. Memang dahsyat gabungan keduanya. Ikan sarden juga salah satu makanan kesukaanku.
Aku langsung mengambil piring, sendok,dan mengambil 2 sendok nasi. Setelah itu mengambil ikan sarden di panci, 2 potong sudah cukup, karena aku suka sekali dengan kuah ikan sarden jadi ambil kuahnya agak banyak. Duduk manis di meja makan langsung makan. Suapan pertama kok aneh ? Terus ambil icip kuahnya saja lah kok manis ? Terus aku tanya ke bapak yang ada di ruang tamu,
"Paak, ini ikan sarden masih bagus kah ? Kok rasanya manis ?" tanyaku
"Anu,,, Bapak toh tadi salah liat bumbu, itu ada sari manis bapak kira micin. Mana agak banyak lagi yang dituang ke panci" sahut Kakak yang mendengar pertanyaanku
Astaga, ikan sardennya masih utuh di panci. Ternyata rasanya jadi lucu-lucu karena sudah diberikan bumbu sari manis. hahaha
Setelah peristiwa itu agak lama gagal move on dengan ikan sarden. Kalau liat ikan sarden langsung ingat rasa manis masakan ikan sarden ala bapak :)
Day 5
0 komentar:
Post a Comment