Thursday, August 3, 2023

Wali Kelas

Sejak menjadi seorang guru tahun 2014, belum sekali pun aku menjabat sebagai wai kelas. Tahun 204 dulu, aku hanya guru mata pelajaran produktif di salah satu sekolah swasta dimana aku hanya datang di sekolah ketika ketika punya jam pelajaran. Tiga tahun berselang, aku diterima di sekolah yang baru. Saat itu diamanahkan sebagai shadow teacher meranngkap sebagai partner wali kelas.


Aku baru mendapatkan istilah seperti itu, karena selama sekolah belum pernah mendapatkan istilah partner wali kelas atau wakil wali kelas, apalagi partner wali kelas. Aku diamanhkan untuk mengajari di kelas 5 SD. Sebagai shadow aku bertanggung jawab kepada salah satu siswa yang spesial. Dia harus didampingi dalam pembelajaran. Tugas selanjutnya adalah sebagai partner wali kelas. Saya ditugaskan langsung oleh wali kelasnya sendiri. 


Tidak terlalu banyak tugas wakil wali kelas ini. Memang kebetulan yang banyak tugasnya adalah wali kelas. Aku hanya mendukung wali kelas dalam pelaksanaan tugas-tugasnya. Jika wali kelas tidak ada, disitu aku baru menggantikan perannya dan melaporkan segala perkembangan dan aktifitas siswa. Sekitar satu semester lebih amanah itu aku emban, selanjutnya aku ditugaskan di bagian media dan publikasi sekolah selama kurang lebih empat tahun


Setelah sekitar empat tahun lebih berkarir di sana, aku pun memutuskan untuk hengkang. Aku pun menemukan sekolah yang baru lagi. Kali ini aku di amanahkan untuk mengajar, aktifitas yang empat tahun belakangan tidak ku kerjakan. Selama satu semester berjalan baik, Masuk di semester berikutnya aku pun diamanahkan memegang kelas. Amanahnya menjadi Wakil Wali kelas dan disiapkan untuk menjadi wali kelas sementara karena Wali kelas sebenarnya akan cuti untuk melahirkan.


Saat inilah aku merasakan bagaimana menjadi seorang wali kelas sebenarnya karena sebelumnya aku hanya menjadi pendamping dari wali kelasnya. Tugas dari wali kelas ini lumanyan kompleks, Mulai dari mendampingi dan mengawasi kegiatan siswa baik itu dari sisi akademik dan non akademiknya, memantau kehadiran, menjalin komunikasi dengan orang tua/wali murid, monoitoring perkembangan siswa, membina karakter dan etika, dan menangani masalah-masalah yang terjadi di kelas.


Selama partner wali kelasku cuti, aku mengambil peran itu sampai dia masuk kembali. Pada tahun ajaran baru ini, ternyata diberikan amanah menjadi wali kelas. Yak, kali ini bukan lagi menjadi sebagai wakil atau partner yang mendampingi wali kelas.

Sebuah pengalaman baru. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan baik.

0 komentar:

Post a Comment