Saturday, August 5, 2023

Listening adalah Kunci

Metode listening adalah metode yang paling bagus dalam belajar bahasa. Bahasa apapun itu karena dengan listening melatih pendengaran kita supaya familiar dengan bahasa-bahasa yang asing. Aku sendiri adalah orang Bugis. Bahasa sehari-hari di rumah 98 persen memaki bahasa bugis. Otomatis aku tahu bahasa bugis, walaupun aku belum mampu berbicara langsung memakai bahasa bugis, tapi jika ada yang mengobrol menggunakan bahasa bugis aku tahu artinya, karena sudah terbiasa mendengarkan percakapan orang-orang di rumah menggunakan bahasa bugis.

Begitu pun Bahasa Inggris. Flashback ketika kursus bahasa Inggirs di Kampung Inggris, Pare-Kediri. Tentor di tempat aku belajar memberikan sebuah wejangan yang sampai hari ini aku ingat. Beliau masih muda, aku taksir umurnya sekitar  35 tahunan waktu itu. Dia bisa berbicara dengan menggunakan beberapa Aksen seperti American Accent, British Accent, Scottish Accent, Irish Accent, Aussie Accent dan lainnya. Kemampuannya itu dia dapatkan dari listening. Ya, karena dengan banyak mendengarkan percakapan-percakapan Bahasa Inggris beliau mampu seperi itu.

Kata beliau biasakan telingamu mendengarkan percakapan-percakapan Bahasa Inggris. Entah itu melalui sebuah lagu, film, reality show yang berhasa Inggris. Yakin dan percapa metode itu lebih ampuh kau pelajari daripada harus menghafalkan 10, 20, 50, 100, 1000 vocab setiap hari, mempelajari tenses-tenses yang memusingkan, atau latihan tounge twister untuk pronounciation. 

Kunci dari belajar sebuah bahasa adalah mendengarkan, itu intinya. Dia lalu menganalogikan lagi jika kamu sebulan saja tinggal di rumah mbak-mba pedagang disana yang kesehariannya full berbahasa Jawa, percayalah kamu akan tahu banyak tentang Bahasa Jawa itu sendiri tanpa menghafalkan vocabnya, tanpa mempelajari tensesnya. 

Sontak kami semua mengangguk. Benar juga yah, selama ini metode belajar bahasa Inggrisku salah. Itulah mengapa sangat sedikit orang yang paham tentang bahasa Inggris padahal mereka belajar dari SD sampai SMA ! Kenapa ? itu karena pembelajaran kita di sekolah terlalu berfokus dengan metode-metode kuno tersebut. Terlalu sering mempelajari structure Bahasa Inggris dalam hal ini Grammar, padahal orang bule saja bingung dengan semua tenses tersebut.Kesimpulannya adalah untuk mempelajari Bahasa Asing, biasakan dulu telinga kita dengan bahasa yang kita ingin pelajari dulu. Kenalkan dulu bagimana bunyi-bunyi kalimatnya. 

Beliau meninggal dunia tahun 2021 karena sakit. Sebagai orang yang pernah belajar dengannya sangat berterima kasih atas ilmu luar biasa yang telah dia ajarkan. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah Azza Wajalla.

0 komentar:

Post a Comment