Pengumuman
Pengumuman hasil tes masuk perguruan tinggi negeri pun telah terbit. Kevin menerima pesan singkat melalui SMS di telepon genggamnya. Dia pun bergegas untuk pergi ke warung internet seberang rumahnya. Kebetulan pengumumannya via daring. tinggal memasukkan nomor tes yang di kolom yang telah disiapkan.
Kevin sedikit percaya diri dengan hasil ujian tesnya kemarin dan memprediksi kalau dirinya bakal lolos di perguruan tinggi tersebut. Kevin telah sampai, ia memasuki bilik nomor 4 sebelah kanannya. Mengetikkan user login yang diberikan oleh operator di layar billing lumba-lumba.
Google Chrome aplikasi yang pertama dibuka. Bukan mengunjungi situs pengumuman terlebih dahulu, Kevin malah membuka sosial medianya. Dia ingin mencari tau tentang kabar-kabari dari teman-temannya yang telah mengikuti tes kemarin.
Beberapa status kelulusan pun berseliweran di beranda sosial medianya. Kevin pun memberikan selamat kepada teman-temannya di sekolah. Mulai teman SD hingga SMK. Tidak lupa juga kevin memberikan semanget kepada teman-temannya yang pada ujian kali ini tidak lolos ujian.
Kini saatnya membuka situs pengumuman. Walau sedikit percaya diri, Kevin juga merasa sedikit cemas. Tiba-tiba dia berpikir bagaimana yah kalau seumpama aku ternyata tidak lulus ? Kampus mana yang akan saya tuju kalau benar saya tidak lulus.
Website pun terbuka. Terdapat kotan persegi panjang untuk memasukkan nomor tes untuk mengecek hasil ujian. Tiba-tibasaya Kevin gugup saat ingin menekan tombol enter. Setelah mengambil jeda, Kevin pun menekan tombol enter. Matanya ditutup memakai tangan kirinya dan membuka matanya perlahan.
Tulisan yang pertama dilihat adalam "Selamat Kamu Lulus". Sedikit lega, gugupnya berkurang.
Tangan kirinya diturunkan, sehingga melihat semua tulisan yang ada di layar. Disnilah kejutan itu bermula. Kevin kaget ternyata dia lulus bukan di Jurusan yang dia inginkan melainkan lulus di pilihan keduanya yaitu Teknik Informatika Komputer.
Kevin syok. Bagaimana tidak, dia lulus di jurusan yang sama sekali dia tidak mengerti. Kevin memasukkan pilihan jurusan tersebut cuman karena iseng dan ikut-ikutan dengan teman-temannya. Kevin memang pandai di bidang otomotifnya. Sedangkan di mata pelajaran komputer di sekolahnya, dia berada di kelompok yang lamban alias gaptek. Saat pelajaran komputer saja saya lemot, apalagi harus belajar komputer secara mendalam, bisa-bisa saya bakalan Drop Out dini di kampus pikirnya.
Kevin pun keluar dari warnet dengan perasaan campur aduk. Di kamarnya, dia overthinking selama dua hari berturut-turu. Kevin memberikan kepada kawanya bahwa dia lulus tapi bukan di otomotif. Teman-temannya serasa mendapatkan kejutan besar dengan informasi ini.
bersambung...
0 komentar:
Post a Comment