Saturday, September 17, 2022

Wake Me Up, When September Ends

 Setiap akhir bulan Agustus biasanya sudah muncul meme-meme yang memuat tulisan “Wake Me Up When September Ends”. Sebuah judul lagu dari grup band asal Amerika Serikat Green Day. Lagu ini sangat populer di era tahun 2000an awal.

Lagu ini ditulis oleh sang vokalis Billie Joe Armstrong. Dia menuliskan lagi ini untuk mengenang Ayahnya yang meninggal akibat penyakit kanker yang dideritanya pada 1 September 1982. Saat pemakaman, Billie menangis dan ia berlari pulang mengunci diri di kamarnya. Ketika ibunya tiba di rumah dan mengetuk pintu kamar Billie, Billie hanya berkata, “Wake me up when September ends”. Kalimat itulah yang menjadi judul lagunya, dikutip dari Song Fact.

Tidak sedikit orang-orang memposting judul lagu tersebut saat bulan September datang. Ada yang tujuannya hanya untuk meramaikan trafik sosmed, ada juga yang memang mempunyai kenangan atau peristiwa yang telah terjadi saat bulan September tahun-tahun yang lalu.

Akupun merasakan hal tersebut. Saat bulan Agustus ada beberapa planning besar yang disusun. Bahkan jauh sebelum Agustus pun rencana itu sudah saya gagas. Akan tetapi belum sempat memasuki bulan September, planning tersebut sudah saya pastikan gagal atau bisa dibilang tidak akan saya realisasikan karena ditampar oleh sebuah kenyataan yang diluar ekspektasi. Sedih, kecewa, menyesal, nyesek dan semua kawan-kawannya berkumpul jadi satu. Padahal ingin sekali rasanya planning tersebut saya eksekusi tapi tidak bisa.

September pun masuk. Sebelumnya berharap September tahun ini bisa seperti lagu September Cerianya Vina Panduwinata tapi sepertinya lebih condong ke Wake me up when September endsnya Greend Day. Yah, ingin rasanya cepat-cepat melangkah ke Bulan selanjutnya atau kalau bisa tidak usah deh saya ada di September.

September berjalan, ada juga beberapa momen yang membuat kuat bertahan di September ini. Momen yang bisa membuat bangkit, semangat kembali. Namun disela-sela itu, momen nyesek tak terduga juga muncul. Bahkan disela-sela momen yang harusnya saya Bahagia terselip momen nyesek itu.

Baru-baru ini pun, mucul lagi sesuatu yang membuat aku ingin menyanyi lagi Wake Me Up When September Ends sekencang-kencangnya. Sedih, kecewa bercampur aduk. Sampai menulis tulisan ini pun masih dalam keadaan nyesek tak terhingga, hehehe.

Itulah hidup. Allah Maha baik. Allah mengirimkan rentetan peristiwa-peristiwa ini untuk aku belajar. Mungkin saya luput untuk melibatkan Allah dalam segala rencana yang saya buat. Mungkin banyaknya dosa yang telah saya perbuat mengakibatkan segala rencana yang telah disusun batal dan peristiwa-peristiwa mengecewakan muncul.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (Q.S Al-Baqarah 216)

Allah sebaik-baik sebaik-baik perencana. Maka yakinilah bahwa apa pun itu, selalu ada hikmah di balik rencana-Nya. Semoga Allah senantia menguatkan hamba-hambanya.

 

Makassar, 17 Sept 2022

0 komentar:

Post a Comment