Hari itu suasana lumayan terik. Menuju pukul sepuluh ruangan kerja mulai terasa agak panas, maklum karena ruangan kerjanya agak luas dan hanya memakai satu Air Conditioner 1 pk dan sepertinya sudah lama belum dicuci kembali makanya suhunya tidak terlalu dingin.
Seperti hari-hari sebelumnya saya dan tiga orang teman kerja lainnya tengah sibuk mengerjakan jodesk masing-masing. Segelas kopi susu hangat dan makanan ringan menemani deadline-deadline yang bertaburan di lembar kerja Microsoft Excel.
Tiba-tiba notifikasi WhatsApp grup berdering, menandakan ada sesuatu yang dikirim di grup tersebut. Saya membukanya melalui web browser karena WhatsAppnya telah sinkron di laptop. Ternyata ada pesan untuk meeting tim siang nanti dengan manager setelah makan siang. Salah satu teman langsung merespon "Duh, sepertinya bakal ada evaluasi pekanan nih bro bro".
Kami pun langsung bergegas menyiapkan segala sesuatu yang kemungkinan besar akan naik pada pembahasan rapat nanti. Dokumen, hasil pencapaian selama satu pekan dan lainnya dikemas dan dipelajari sebelum rapat.
Istirahat dan makan siang pun usai, artinya sebentar lagi rapat akan dimulai. Lima belas menit kemudian terlihat mobil hitam glossy telah tiba, pak manager pun langsung bergegas masuk keruangan dimana kami semua sudah menunggu. Tanpa banyak basa-basi rapat pun dimulai.
Suasana rapat kali ini sepertinya agak serius. Pak manager saat itu sangat detail dengan hasil capaian tim kami satu pekan ini. Semua item ditanyakan dan sepertinya beliau agak kurang puas dengan hasil capaian tim kami.
Saat bercerita, ternyata pak manager juga kesal dengan seseorang yang dia telah berikan amanah tapi ternyata orang tersebut lalai dalam tugasnya. Sampai pada satu momen ketika beliau marah dan bicara dengan nada agak tinggi "Saya tuh kayak pengen marah-marah aja hari ini !" tiba-tiba handphone saya berbunyi dengan nada notifikasi Google Assistant
"Tiditt" langsung berlanjut suara khas google mengatakan "Sabar, sabar jangan marah-marah" denga volume yang lumayan besar, duh.
Sontak saya sebagai yang punya handphone kaget dan langsung menekan tombol power. Sepertinya beberapa peserta rapat juga mendengar celoteh si google assistant tadi. Dalam hati saya berkata semoga pak manager tidak dengar yang tadi.
Setelah rapat pak manager telah meninggalkan ruangan saya langsung mengkonformasi kepada teman-teman yang lain dan benar saja mereka semua mendengar si google assistant tadi dan berusaha menahan tawa saat kejadian itu. Sungguh kejadian yang luar biasa
Esok hari saat pak manager kembali berkunjung ke ruangan kami dan ngobrol santai kami pun menceritakan kejadian kemarin dan syukurnya ternyata pak manager tidak mendengar celoteh si google assistant kemarin.
"Emang iya HP mu ngomong kayak gitu kemarin waktu saya marah-marah ?"
"Untung aja saya tidak dengar jelas, bisa jadi kalau saya dengar saya langsung tidak jadi marah, hhha "
Sejak saat itu saya langsung menonaktifkan fitur Google Assistant di HP saya, takut kebablasan lagi. Hahaha
0 komentar:
Post a Comment