Mau cerita sedikit kejadian luar biasa bikin ngakak sampai terekam jelas di memori. Kejadiannya saat masih duduk di bangku SMA. Saat itu tengah libur semester ganjil. Biasanya kalau libur itu suka nginap di rumah teman. Nah kebetulan temanku satu ini memang paling sering ngajak nginap di rumahnya kalau waktu libur sekolah kebetulan kami teman SMP namun saat SMA berbeda sekolah tapi selalu sama-sama.
Hari itu hari Jum'at, cahaya matahari sudah menembus jendela dan gorden warna biru muda Lazio di kamarnya. Ternyata sudah hampir pukul setengah sebelas pagi kami masih tidur, karena lepas shalat subuh tadi lanjut tidurnya. Saya pun bergegas ke toilet untuk cuci-cuci dan buang air dan kembali ke kamar untuk membangunkan teman.
Sisa-sisa cemilan dan makanan malam tadi dijadikan santapan sarapan pagi yang sudah menjelang siang. Kami pun bergantian untuk mandi persiapan shalat Jum'at. Waktu menunjukkan pukul 11.45, suara pelantang masjid dari segala penjuru pun sudah berkumandang.
Jarak dari rumah ke masjid agak lumayan jauh kalau ditempuh dengan jalan kaki, jadi kam memutuskan untuk naik motor supaya tidak telat menyimak khutbah Jum'at. Karena sudah berwudhu kami pun langsung mengambil shaf agak di tengah-tengah karena di shaf depan sudah agak penuh.
Jum'atan pun berjalan seperti biasa, setelah dua kali khutbah dilanjutkan dengan shalat berjama'ah. Takbir rakaat pertama pun dilakukan. "Allahu Akbar". Sebelum shalat, banyak suara anak-anak yang ribut di barisan belakang sampai di luar masjid dan terus begitu sampai rakaat pertama.
Ada suara anak yang khas sekali saat itu berbicara, pokoknya suaranya itu mendominasi dari teman-temannya padahal jama'ah lagi hening-heningnya mendengar lantunan bacaan Imam. Kejadian tak terduga pun muncul sebelum Imam mengakhiri surah Al-Fatihah. Pada akhir ayat terakhir bacaan, si bocah yang tadi paling vokal tiba-tiba berteriak "semuaaaaaaaaa.... !!"
Otomatis dong semua jema'ah berteriak "Aaaaamiiiiinn". Saat itu konstrasi pecah, auto tidak khusu' shalat. Sepanjang rakaat pertama saya menahan tawa sampir memencet hidung. Belum lagi teman di samping juga menahan tawa, saya tidak tahu bagaimana dengan jama'ah yang lain saat itu apakah juga menahan tawa atau memang sudah biasa. Duh betul-betul bocah itu.
Untungnya saat rakaat kedua bocah itu sudah tidak melakukannya kembali. Tapi dalam pikiranku, teriakan "semuaaa"nya itu sudah melekat dan saya pun memprediksi dia akan melakukannya lagi di rakaat kedua.
Selepas shalat jama'ah di shaf belakang heboh dan mencari anak itu. Ternyata dia sudah pulang duluan dan sepertinya dia tidak ikut shalat, cuman mau iseng aja di masjid.
Sampai sekarang kalau saya ceritakan ke teman-teman baru semuanya tertawa ngakak dan tidak menyangka kok bisa yah itu bocah melakakuan teriakan ala konser di masjid.
Hahahaha, ada-ada saja.
0 komentar:
Post a Comment