Rencana telah disusun. Kami memutuskan untuk pergi berpetualang di lokasi yang agak jauh dari rumah kami masing-masing. Titik kumpul berada di rumah salah satu teman yang jaraknya dekat dengan sekolah. Kami janjian sebelum waktu Ashar kita sudah berkumpul. Formasi boncengan sepeda juga sudah dibagi.
Waktunya telah tiba. Sepeda Tiger dengan per ditengah ku kayuh untuk menjemput teman dan menuju ke titik kumpul. Tiba di sana ternyata semua sudah siap. Sebelum berangkat kita ngemil sedikit sebagai bekal perjalanan ke tujuan.
Lepas ngemil kami pun berangkat. Ada sekitar lima atau enam sepeda dengan dua orang masing-masing sepeda saat itu, lumayan ramai petualangan kali ini. Kami pun sampai di lokasi dengan menempuh waktu sekitar 20 menit dari titik kumpul.
Lokasinya itu sebuah pintu air yang di belakang pintu air tersebut ada seperti danau kecil untuk bisa mandi dan kita juga bisa memancing. Sepeda kami parkir dan langsung terjun ke danau kecil tersebut.
Kebanyakan teman memilih untuk mencari ikan di pinggir-pinggir danau dan menyisir danau tersebut. Sisanya mandi-mandi termasuk saya.
Cuaca saat itu mendung dan gerimis hujan. Ketika mulai agak deras kami pun bergegas untuk pulang. Ketika dalam perjalan pulang melewati pintu air, disitu ada beberapa anak-anak dan orang dewasa mandi. Mereka pun mengajak kami singgah untuk mandi. Saya ingat betul seorang bapak-bapak mengajak kami sambil keramas.
Beberapa teman singgah untuk melihat-lihat ada juga yang masih di atas sepedanya. Saya termasuk yang penasaran dan mau mencoba turun untuk berenang. Satu teman yang lumayan pandai berenang turun duluan dan memeriksa, ternyata airnya dalam tidak disarankan untuk yang tidak bisa berenang seperti saya. Hampir saja saya turun lebih jauh dan tenggelam untung ada peringatan. Saya pun bergeas naik perlahan dan ditarik oleh teman karena medannya seperti perosotan dan agak curam.
Tiba-tiba satu teman turun dan kehilangan kendali. Dia memegang tangan saya untuk bertahan supaya tidak langsung terjun ke jalur pintu air tersebut. Akhirnya pegangan ke teman di atas pun terlepas, kami berdua nyungsep ke dalam. Benar kata teman, jalur pintu air tersebut dalam melebihi tinggi kami yang anak SD ini. Sialnya kami berdua tidak bisa berenang. Joss
id.lovepic.com
Terdengar suara minta tolong dari teman-teman yang lain karena melihat kami sudah tenggelam. Mungkin sekitar 20 detik dalam air, saya melihat ada celana hijau di depan mata. Ternyata ada remaja setempat turun untuk menyelamatkan kami berdua karena teman-teman yang lain takut turun karena kedalamannya lumayan.
Syukur Alhamdulillah kami berdua pun berhasil digotong naik ke atas. Padahal saat tenggelam saya sudah mengira saya akan mati tenggelam, nafas saya sudah tidak karuan dan kaki sudah keram. Sungguh pengalaman yang sangat berharga buat saya saat itu. Akibat kejadian tenggelam itu, sampai sekarang saya pun belum pandai berenang. Mungkin karena trauma yah ? hhee
#day6
#fightermenulis
0 komentar:
Post a Comment