Sebagai seorang anak yang pendiam, saya paling takut jika tampil di depan umum. Entah itu berbicara, pentas, atau yang lainnya. Tapi jika dikerjakan bersama-sama berbeda, saya sangat berani (beraninya main keroyokan hehehe). Energinya beda jika dikerjakan bersama-sama. Saya pun tidak suka jika terlalu dominan dalam satu grup.
Manggung pertama saya saat itu adalah memainkan tarian tradisional Sulawesi Selatan, tari Ganrangbulo namanya. Itu adalah pentas saat kakak-kakak di TPA (Taman Pendidikan Al-Qur'an) tengah wisuda. Persiapannya sebulan sebelum acara.
Manggung pertama saat itu sangat berkesan. Sebelum acara dimulai itu saya gemetaran, nerveous, takut, dan malu. Maklum saat itu masih bocil SD dan ini adalah hal pertama bagi saya. Untungnya penampilan saat itu rame-rame. Ada sepuluh anak dalam satu formasi. Dengan penuh semangat kami pun menari di depan penonton yang didonminasi oleh orang tua santri, termasuk orang tua kami yang sedang pentas.
Awalnya memang kami gugup tapi selalu disuntikkan semangat oleh kakak pembina dan benar saat pentas semangat kami luar biasa unuk memberikan pertunjukan yang keren. Semua penonton pun bersorak, tak sedikit yang tertawa melihat aksi kami karena memang anggota kami bocah yang lucu-lucunya saat itu.
Penampilan kami pun selesai. Apresiasi pun datang dari teman-teman dan juga oleh kakak pembina. Bahkan orang tua pun saat itu tidak menyangka kalau ternyata selama ini latihan untuk penampilan di acara wisuda.
Sejak saat itu beberapa acara wisuda selanjutnya, pentas tari kembali dimainkan. Beberapa dari anggota kami juga merangkap untuk jadi talent lainnya seperti tilawah, mc dan pentas parodi. Sungguh pengalaman yang luar biasa.
(image: seringjalan.com)
0 komentar:
Post a Comment