Halaman rumah saya kebetulan agak luas. Banyak yang bisa ditanam. Kedua orang tua juga suka tanam-menanam. Mulai dari bunga-bunga sampai buah yang pohonnya besar. Kebetulan di rumah itu ada tiga jenis buah yang ditanam yaitu pisang, mangga, dan jambu.
Dari ketiga pohon buah ini, ada satu yang paling produkti yaitu pohon jambu. Jambu yang kami punya itu jenisnya jambu klutuk putih atau biasa orang bilang jambu kristal. Biasanya orang-orang mencari buah ini untuk dikonsumsi jika sakit diare atau demam berdarah.
Awalnya buah-buah dari pohon jambu ini itu selalu menjadi santapan kelelawar. Ya, walaupun berbuah banyak dan sudah matang tapi sering sekali buahnya dimakan oleh kelewar. Padahal ya buahnya sengaja disimpan sampai matang di pohon untuk dimakan eh kawannya Batman yang embat.
Teman kantor bapak pun menyarankan untuk buahnya dibungkus terlebih dahulu supaya tidak lagi terjadi hal seperti itu. Jadi saat buahnya masih kecil, buahnya langsung dibungkus. Sarannya pakai bungkusan plastik yang tidak bening supaya tidak langsung kena sinar matahari biar buahnya tidak rusak. Hmm
Jatuhlah pilihan bungkusan itu ke plastik mie instan. Jadi ukuran plasti mie instan itu sudah pas kata bapak. Jadi saat buahnya sudah membesar dan plastiknya sudah sempit, maka buahnya itu sudah matang dan siap untuk dipetik.
Benar saja, setelah mempraktekkan cara tersebut buah jambunya sudah tidak dimakan oleh si Batman lagi. Matangnya pun lebih enak dan yang pasti bisa dinikmati semua tanpa khawatir di makan kelelawar. Mulai saat itu setiap pohonya berbunga kembali, cepat-cepat deh dibungkus dan hampir semua bungkusannya adalah plastik mie instan.
Tampilan pohonnya pun lebih unik. Karena buahnya banyak dan satu buah itu satu plastik, bisa kebayang bagaimana banyaknya plastik mie instan yang ada di pohon itu. Sampai-sampai rumah kami pun mendapat julukan "itu rumah yang pohon jambunya berbuah indomie" hahaha
Tapi jangan salah, tak hanya plastik mie instant yang dipakai. Ada juga plastik detergen, kopi, atau sereal. Jadi pada saat mau panen nunjuknya enak, tinggal lihat apa bungkusannya.
Sayangnya pohon jambunya sudah tua, sudah tidak produktif lagi. Jadi sudah jarang berbuah. Kalaupun berbuah, buahnya sudah tidak semanis dulu seperti manisnya janji-janjimu di awal pertemuan kita. Apasih...
#30DWC
#squad2DWC
#day10DWC
0 komentar:
Post a Comment